Mengintip Perawatan Bayi Siamang dan Beruang Madu oleh BKSDA Banda Aceh

Kompas.com - 01/11/2018, 14:07 WIB
Dokter hewan dan petugas perawatan satwa dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA)  Aceh sedang melakukan pemeriksaan kesehatan bayi siamang (Symphalangus syndactylus) berumur 3. Kamis (01/11/2018).  Sebelumnya saat disekrahkan oleh warga kondisi kesehatan bayi siamang ini dalam keadaan  kritis, namun setelah dilakukan perawatan intensif selama satu bulan lebih di kantor BKSDA Aceh kesehatan satwa dilindungi itu mulai berangsur pulih dan sehat.  KOMPAS.COM/RAJA UMARDokter hewan dan petugas perawatan satwa dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh sedang melakukan pemeriksaan kesehatan bayi siamang (Symphalangus syndactylus) berumur 3. Kamis (01/11/2018). Sebelumnya saat disekrahkan oleh warga kondisi kesehatan bayi siamang ini dalam keadaan kritis, namun setelah dilakukan perawatan intensif selama satu bulan lebih di kantor BKSDA Aceh kesehatan satwa dilindungi itu mulai berangsur pulih dan sehat.


BANDA ACEH, KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Aceh saat ini memiliki dua jenis bayi satwa dilindungi yaitu siamang (symphalangus syndactylus) dan beruang madu (helarctus malayanus).

Bayi satwa hasil sitaan dari warga ini tentu harus mendapatkan perawatan secara intensif setiap saat. Karena, untuk merawat bayi satwa sama halnya seperti merawat bayi manusia.

“Untuk merawat bayi satwa, sangat sulit, karena setiap saat harus kita pantau baik siang maupun malam hari, sama halnya seperti merawat bayi manusia,” kata Drh Taing Lubis, Dokter Hewan dari BKSDA Aceh, kepada jurnalis, Kamis (01/11/2018).

Baca juga: BKSDA Aceh Lepas Liarkan Kembali Siamang dan Kukang ke Habitatnya

Menurut Taing Lubis, bayi siamang dan beruang madu saat disita oleh BKSDA Aceh dari warga beberapa waktu lalu masih berusia dua bulan, dengan kondisi kesehatan kedua jenis satwa dilindungi itu dalam keadaan kritis dan harus mendapatkan perawatan intensif.

“Bayi beruang dan siamang yang berjenis kelamin jantan itu usia sekitar dua bulan, saat dibawa ke BKSDA kondisi sangat kurus dan kritis, tapi setelah kita rawat sekarang kondisi sudah baik dan berat badan terus meningkat,” kata dia.

Seekor bayi beruang madu (Helarctus malayanus) berumur dua bulan hasil sitaan dari warga harus dilakukan perawatan di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh minimal 3 tahun,  hingga kondisinya sehat dan dapat kembali hidup di hutan habitatnya. Kamis (01/11/2018). Sebelumnya saat diserahkan ke BKSDA kondisi tubuh bayi beruang ini sangat kurus dan susah makan buah-buahan.KOMPAS.COM/RAJA UMAR Seekor bayi beruang madu (Helarctus malayanus) berumur dua bulan hasil sitaan dari warga harus dilakukan perawatan di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh minimal 3 tahun, hingga kondisinya sehat dan dapat kembali hidup di hutan habitatnya. Kamis (01/11/2018). Sebelumnya saat diserahkan ke BKSDA kondisi tubuh bayi beruang ini sangat kurus dan susah makan buah-buahan.

Untuk dapat dilepas liarkan kembali ke hutan habitatnya, lanjut Taing, kedua satwa langka ini harus mendapatkan perawatan secara khusus minimal dalam jangka waktu selama tiga tahun di kantor BKSDA Aceh.

“Proses perawatan kedua jenis satwa itu lama, minimal 3 tahun hingga kondisinya nanti sudah sehat,” ujar dia.

Baca juga: Sempat Ditolak, Seekor Siamang Disita dari Warga di Banda Aceh

Sementara, satu ekor burung julang emas (aceros undulatus) jantan yang berusia delapan bulan hasil sitaan dari warga beberapa hari lalu itu, juga harus dilakukan perawatan rutin setiap harinya untuk pertumbuhan kesehatannya.

“Kondisin julang emas sehat, tapi perlu perawatan khusus untuk pertumbuhan bulu dan bebas dari kuman. Kami pakai ramuan khusus tanpa bahan kimia, itu tidak lama lagi sudah dapat dilepas liarkan,” ujar dia.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Regional
Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Regional
Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Regional
1.932 kendaraan Diputar Balik selama PSBB Parsial di Cianjur

1.932 kendaraan Diputar Balik selama PSBB Parsial di Cianjur

Regional
Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Regional
'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

"Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

Regional
Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Regional
Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Regional
Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Regional
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

Regional
Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Bunuh dan Buang Bayinya, Seorang Bidan di Kalteng Ditangkap Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X