Kompas.com - 02/06/2020, 17:31 WIB
Wali Kota Palembang Harnojoyo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam rangka persiapan untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19, Selasa (21/4/2020). HANDOUT PEMKOT PALEMBANGWali Kota Palembang Harnojoyo bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam rangka persiapan untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sebagai upaya menekan angka penyebaran Covid-19, Selasa (21/4/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang, Sumatera Selatan, resmi diperpanjang selama 14 hari ke depan.

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, keputusan untuk memperpanjang PSBB disebabkan puncak dari penyebaran virus Covid-19 diperkirakan akan berlangsung pada pekan pertama Juni 2020.

Selain itu, dari hasil kajian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, angka penularan atau reproduksi efektif (RT) Covid-19 di Palembang menurun dari 1,29 menjadi 0,92 sejak PSBB diterapkan.

Baca juga: Tidak Ada Warga yang Terjangkit Corona, Ini Strategi Lampung Timur

"Keputusan untuk memperpanjang PSBB didasari atas evaluasi pelaksanaan PSBB tahap pertama yang dianggap cukup berhasil," kata Harno seusai menggelar rapat bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Palembang, Selasa (2/6/2020).

Harno mengatakan, ada sejumlah revisi yang akan dilakukan pada PSBB tahap dua.

Misalnya disiplin yang lebih ketat soal protokol kesehatan, serta sejumlah kegiatan yang fleksibel seperti pembukaan tempat ibadah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Revisi Perwali dan hasil evaluasi PSBB  akan dikoordinasikan kepada Gubernur Sumatera Selatan dan kepada Kementerian Kesehatan. Dalam berkas tersebut, kami juga akan memberitahukan bahwa PSBB diperpanjang," ujar Harno.

Baca juga: Pasien Positif Corona di Batam Bertambah 12 Orang

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palembang Ratu Dewa menambahkan, selain pembukaan tempat ibadah, mereka juga akan memberikan pelonggaran waktu kerja di sektor usaha pada pelaksanaan PSBB tahap dua tersebut.

Namun, baik tempat ibadah dan sektor usaha yang diperbolehkan buka, tetap diberikan anjuran mengikuti protokol kesehatan.

"Sebagai simbol pembuakaan rumah ibadah, kami akan melakukan shalat berjemaah bersama Forkopimda," ujar Dewa.

Dewa mengatakan, seluruh pengurus tempat ibadah yang diperbolehkan buka harus menyediakan tempat cuci tangan serta alat pengukur suhu tubuh.

Selain itu, lokasi ibadah harus ditata ulang, agar para jemaah tetap melakukan social distancing.

"Nanti juga akan ada rekomendasi dari Gugus Tugas tingkat kelurahan untuk pembukaan rumah ibadah," ujar dia.

Sedangkan, jam kerja sektor usaha tergantung dari keputusan pengusaha masing-masing.

Mereka juga diminta untuk tetap menaati protokol kesehatan selama beroperasi.

"Untuk sekolah, hanya guru yang diperbolehkan masuk pada 3 Juni 2020. Sementara untuk siswa tetap belajar di rumah. Kalau kondisi memungkinkan, maka kegiatan belajar mengajar di sekolah akan diadakan pada tahun ajaran baru, yakni 13 Juli 2020," kata Dewa.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Dompet Dhuafa Salurkan 106 Ekor Hewan Kurban di Pedalaman Riau

Regional
Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Terkait PPKM Level 4 di Semarang, Walkot Hendi Longgarkan 3 Aturan Ini

Regional
Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Ingin Luwu Utara Aman dan Sehat, Bupati IDP Imbau Warga Beradaptasi dengan Kebiasaan Baru

Regional
Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Beri Bantuan Alsintan untuk Poktan, Bupati IDP: Tolong Agar Tidak Diperjualbelikan

Regional
UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

UM Bandung Gelar Vaksinasi Massal untuk 3.000 Warga, Ridwan Kamil Berikan Apresiasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X