Tepergok "Video Call" dengan Wanita Lain, Notaris di Palembang Aniaya Istri

Kompas.com - 01/06/2020, 20:48 WIB
Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) SHUTTERSTOCK/JIRISIlustrasi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

PALEMBANG, KOMPAS.com- Seorang notaris di Palembang, Sumatera Selatan berinisial MN (38) dilaporkan ke polisi lantaran diduga telah melakukan penganiayaan terhadap istrinya sendiri hingga babak belur.

Laporan itu dibuat GS (33), istri dari MN di Polsek Sukarami Palembang dengan tanda bukti lapor TBL/835/V/2020/Sumsel/Resta Plg/Sek.Skrm, pada Minggu (24/5/2020).

GS menceritakan, kejadian bermula terima ketika ia memergoki MN sedang melakukan video call bersama seorang perampuan yang diduga adalah selingkuhannya.

Baca juga: Cemburu, Suami Bacok Istri yang Dituduh Selingkuh

Melihat MN sedang asyik video call, GS berupaya merebut ponsel tersebut. Namun, ia malah menerima pukulan di perut serta kakinya dipelintir oleh MN.

Akibat kejadian itu, korban banyak mengalami luka lebam di sekujur tubuhnya.

"Wanita itu memanggil suami saya sayang, sehingga saya dekati mau ambil ponselnya tapi saya langsung dipukul di perut dan ditendang,"kata GS, saat menceritakan kejadian tersebut, Senin (1/6/2020).

Di dalam rumah mereka yang terletak di Kecamatan Sukarami, Palembang, GS terus dipukuli tanpa ampun oleh MN. Aksi itupun disaksikan oleh pengasuh bayi yang ada disana.

Namun, pengasuh bayinya tersebut tak dapat berbuat banyak lantaran takut dimarahi oleh terlapor.

Merasa terancam, GS lalu memilih kabur dan pulang ke rumah orangtuanya untuk melaporkan peristiwa tersebut.

"Malam saya langsung visum ke rumah sakit dan melapor ke Polsek,"ujar GS.

Orangtua GS pun akhirnya mencoba mendatangi kediaman anaknya tersebut didampingi oleh perangkat RT setempat bersama warga, untuk menjemput korban. Selama di sana, MN justru tak keluar menemui mertuanya tersebut.

"Saya minta tolong sama pegawai suami saya untuk minta bawakan barang-barang kebutuhan saya dan anak .Selama itu dia (terlapor) tidak muncul saat kami di rumah,"ujar korban.

Baca juga: Cekcok dan Tuduh Istri Selingkuh, Suami Gantung Diri Saat Sahur

Selama tujuh tahun menjalin pernikahan, GS dan MN telah memiliki satu orang anak. Namun, dalam rumah tangga mereka, korban mengaku kerap mendapatkan perlakuan kasar dari terlapor tanpa sebab.

"Suami saya berprofesi sebagai notaris, dulu saya juga bekerja di salah satu bank. Tapi disuruh berhenti sama suami, setelah itu saya sering disiksa tanpa alasan jelas,"jelas korban.

Terpisah, Kapolsek Sukarami Kompol Irwanto membenarkan adanya laporan tersebut. Saat ini kasus tersebut sedang dilakukan penyelidikan.

"Kita masih selidiki untuk kasus ini,"singkat Kapolsek.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

238 Mahasiswa Positif Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Jadi Klaster Penularan Baru

238 Mahasiswa Positif Covid-19, Politeknik Transportasi Darat Jadi Klaster Penularan Baru

Regional
Pelaku Penipuan Pembangunan Rumah Duafa di Aceh Ditangkap

Pelaku Penipuan Pembangunan Rumah Duafa di Aceh Ditangkap

Regional
Minibus Angkut 16 Orang Tabrak Truk di Tol Madiun, 3 Penumpang Tewas Terbakar, Ini Kronologinya

Minibus Angkut 16 Orang Tabrak Truk di Tol Madiun, 3 Penumpang Tewas Terbakar, Ini Kronologinya

Regional
Kasus Korupsi Mobil Dinas di Lampung Timur Dilimpahkan ke Pengadilan

Kasus Korupsi Mobil Dinas di Lampung Timur Dilimpahkan ke Pengadilan

Regional
Pelaku Percobaan Perkosaan Ibu-ibu di Pinggir Jalan Ternyata Napi Asimilasi Kasus yang Sama

Pelaku Percobaan Perkosaan Ibu-ibu di Pinggir Jalan Ternyata Napi Asimilasi Kasus yang Sama

Regional
Dua 'Speedboat' Bertabrakan di Muba, Penumpang Terpental, 1 Tewas dan 1 Hilang

Dua "Speedboat" Bertabrakan di Muba, Penumpang Terpental, 1 Tewas dan 1 Hilang

Regional
Truk Pengangkut Jeruk Terguling di Tol Lampung, Ternyata Isinya Ganja

Truk Pengangkut Jeruk Terguling di Tol Lampung, Ternyata Isinya Ganja

Regional
Wali Kota Serang Kaget Ada Kerumunan Ribuan Penonton Bola, Camat dan Lurah Akan Dipanggil

Wali Kota Serang Kaget Ada Kerumunan Ribuan Penonton Bola, Camat dan Lurah Akan Dipanggil

Regional
Fakta Rumah Mahfud MD Digeruduk Massa, Dua Orang Diperiksa dan Diduga Soal Rizieq Shihab

Fakta Rumah Mahfud MD Digeruduk Massa, Dua Orang Diperiksa dan Diduga Soal Rizieq Shihab

Regional
Banjir dan Longsor Terjang 6 Kecamatan di Lebak Banten, Ratusan Rumah Terendam

Banjir dan Longsor Terjang 6 Kecamatan di Lebak Banten, Ratusan Rumah Terendam

Regional
Banjir akibat Luapan Sungai Serayu Terakhir Terjadi 20 Tahun Lalu

Banjir akibat Luapan Sungai Serayu Terakhir Terjadi 20 Tahun Lalu

Regional
Diduga Bantu Sewa Posko Salah Satu Cagub, Kasatpol PP Padang Dilaporkan ke Kejari

Diduga Bantu Sewa Posko Salah Satu Cagub, Kasatpol PP Padang Dilaporkan ke Kejari

Regional
Logistik Pilkada Cianjur Mulai Didistribusikan, Prioritas Wilayah Selatan

Logistik Pilkada Cianjur Mulai Didistribusikan, Prioritas Wilayah Selatan

Regional
Penasaran Wahana Perosotan Setinggi 30 Meter Berujung Penutupan Obyek Wisata Dusun Semilir

Penasaran Wahana Perosotan Setinggi 30 Meter Berujung Penutupan Obyek Wisata Dusun Semilir

Regional
Saran Ketua PDI-P Solo untuk Gibran-Teguh Jelang Debat: Dipertajam Data dan Fakta

Saran Ketua PDI-P Solo untuk Gibran-Teguh Jelang Debat: Dipertajam Data dan Fakta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X