Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral Curhat Pasien Covid-19 di Facebook, Pintu Kamar Dirantai hingga Pernah Kabur

Kompas.com - 29/05/2020, 04:57 WIB
Michael Hangga Wismabrata

Editor

KOMPAS.com - AZT, seorang pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Masohi, Maluku Tengah, menceritakan buruknya pelayanan selama dirinya menjalani isolasi.

Salah satunya adalah tidak diizinkan keluar kamar untuk berjemur sinar matahari dan pintu kamar isolasi selalu dirantai.

Sementara itu, pihak rumah sakit membenarkan telah merantai kamar pasien tersebut karena yang bersangkutan pernah keluar rumah sakit tanpa pengawasan alias kabur. 

Berikut ini sederet fakta di balik cerita AZT:

1. Makanan yang tak layak

AZT menuliskan, makanan yang sering diantar tenaga medis selalu telat dan tidak layak dikonsumsi bagi pasien Covid-19.

Selain itu, tak ada persedian air minum di ruang isolasi. Akibatnya, dirinya harus meminta-minta kepada petugas medis.

Baca juga: Soal Surabaya Bisa Jadi Wuhan, Gugus Tugas Covid-19: Transmission Rate Capai 1,6

“Tiap saat di kasi makanan kaya orang sakit, tempatnya saja zg (tidak) layak tidak di kasih persediaan air minum, tidak pernah ada dokter yg masuk langsung ke dalam ruangan untuk cek Katong kondisi secara langsung... Mau kaluar berjemur di matahari 10 menit saja tidak bisa Krn pintu dirantai,” ungkapnya.

2. Asam lambung kambuh

AZT juga mengaku asam lambunngnya kambuh karena setiap hari harus mengonsumsi vitamin C. Setidaknya dalam sehari dia minum tiga kali.

“Jangan bikin katong lebih sadis dari pengidap TBC... Sampe besok tidak ada dokter yang masuk ke dalam ruangan untuk kasi penjelasn ttg beta punya nasib kedepan.. B siap Bkn aksi dalam rumah sakit,” katanya.

3. Tanpa gejala, tapi merasa tertekan

AZT tak memungkiri, selama menjalani isolasi di rumah sakit tersebut dirinya tertekan dan frustrasi.

Pasalnya, meskipun positif corona, namun dirinya termasuk pasien tanpa gejala dan merasa badannya baik-baik saja.

Dalam unggahannya di media sosial, AZT sempat mengecam dan mempertanyakan tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Maluku Tengah dan para tenaga medis.

 

4. Rumah sakit: pasien sempat kabur

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah dr Jenny Adhijaya didampingi juru bicara Percepatan Penanganan Covid-10 Maluku Tengah, Bob Rahmat dan Direktur RSUD Masohi, Astuti saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Masohi, Kamis sore (28/5/2020)Tangkapan layar video konfrens Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tengah dr Jenny Adhijaya didampingi juru bicara Percepatan Penanganan Covid-10 Maluku Tengah, Bob Rahmat dan Direktur RSUD Masohi, Astuti saat memberikan keterangan pers kepada wartawan di Masohi, Kamis sore (28/5/2020)

Dari penelusuran Kompas.com, unggahan AZT pada Rabu (27/5/2020) sekitar pukul 22.00 WIT, telah dibagikan oleh 1.981 pengguna Facebook dan kini menjadi perbincangan publik di Maluku.

Sementara itu, Direktur RSUD Masohi, Astuti, yang dihubungi Kompas.com membantah tudingan AZT tersebut. 

Baca juga: Viral Cuitan Dokter soal Bobroknya Penanganan Corona di Surabaya, Ini Fakta Lengkapnya

Selama ini, pasien tersebut selalu ditangani sesuai protokol kesehatan, termasuk memberikan obat dan vitamin yang dibutuhkan.

Meski begitu, Astuti mengakui pihak rumah sakit terpaksa merantai pintu ruangan tempat pasien diisolasi lantaran sang pasien sempat keluar dari ruangan tanpa sepengetahuan tenaga medis.

“Pintu ruangan dirantai itu betul, karena pasien ini pernah keluar rumah sakit tanpa ada pengawasan,” kata dia.

(Penulis: Kontributor Ambon, Rahmat Rahman Patty | Editor: Khairina)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com