Status ODP, 74 Awak KMP Awu Diisolasi di Atas Kapal di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Kompas.com - 17/05/2020, 23:05 WIB
Ilustrasi pencegahan dan penularan virus corona, Covid-19 di udara ShutterstockIlustrasi pencegahan dan penularan virus corona, Covid-19 di udara

SURABAYA, KOMPAS.com - Sebanyak 74 orang awak kapal KMP Awu milik PT Pelni (Persero) menjalani karantina mandiri di atas kapal sejak beberapa hari terakhir.

Mereka berstatus orang dalam pantauan (ODP) karena memiliki riwayat kontak erat dengan 16 awak kapal lainnya yang sudah dinyatakan positif Covid-19 sejak 15 Mei 2020 lalu.

"Para awak kapal diisolasi di atas kapal di lokasi perairan Buoy 3 dan Buoy 4 Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Nyono, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (17/5/2020) malam.

Baca juga: Penumpang Tak Sanggup Bayar, Pemprov Lampung Gratiskan Rapid Test di Pelabuhan Bakauheni

Isolasi di atas kapal, kata Nyono, sesuai instruksi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Selain itu, kapal yang sedang bersandar di kolam pelabuhan tidak boleh kosong, dan harus ada yang menunggu," terangnya.

Sebelumnya, kata Nyono, PT Pelni memerintahkan 90 awak kapal PT Awu untuk melakukan rapid test karena ada seorang awak kapal yang sedang sakit dan diduga terinfeksi Covid-19.

Lalu, kepada 90 awak kapal tersebut dilakukan rapid test, hasilnya 74 non reaktif dan 16 reaktif.

"Semua yang reaktif saat dites swab positif Covid-19 dan sekarang dirawat di Rumah Sakit PHC Tanjung Perak Surabaya," terang Nyono.

Baca juga: Gorontalo Perpanjang Penerapan PSBB Selama 2 Pekan ke Depan

Sementara itu, jumlah kasus Covid-19 di Jawa Timur bertambah 62 pada Minggu (17/5/2020) malam. Sehingga, total berjumlah 2.150 kasus.

Dari jumlah itu, pasien positif yang masih dirawat sebanyak 1.593, yang sudah sembuh 337 orang, dan pasien yang meninggal dunia sebanyak 211 orang.

Ke-62 kasus baru itu tersebar di beberapa kabupaten/kota.

Rinciannya, 24 kasus di Kota Surabaya, 6 kasus masing-masing di Kabupaten Tuban dan Jember, 4 kasus di Sidoarjo, 2 kasus masing-masing di Magetan, Gresik, dan Bangkalan, dan 1 kasus masing-masing di Kabupaten Mojokerto, Tulungagung, Kabupaten Pasuruan, Jombang, Kabupaten Kediri, Banyuwangi, dan Kabupaten Probolinggo. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X