Oknum Anggota Ormas Diamankan Polisi karena Aniaya Tokoh Agama

Kompas.com - 15/05/2020, 06:14 WIB
Seorang ulama, HM Idih (kiri) terjatuh setelah dianiaya tersangka SP di Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020). TANGKAPAN LAYAR VIDEOSeorang ulama, HM Idih (kiri) terjatuh setelah dianiaya tersangka SP di Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (13/5/2020).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Seorang oknum anggota organisasi kemasyarakatan (ormas), SP (48) di Sukabumi, Jawa Barat, diamankan Polres Sukabumi, Kamis (14/5/2020).

Tersangka SP, warga Desa Cibodas, Kecamatan Cibitung, ini diduga menganiaya seorang tokoh agama HM Idih (67) di Desa Kademangan, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Rabu (13/6/2020) sekitar pukul 17:00 WIB.

Bahkan tindakan pidana penganiayaan yang dilakukan tersangka SP terhadap tokoh agama desa setempat terekam video. Rekaman videonya viral di media sosial (medsos) sejak Rabu malam hingga Kamis ini.

"Pelaku diamankan Kamis pagi dan sudah ditetapkan sebagai tersangka dan juga sudah ditahan," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila saat dikonfirmasi Kompas.com, Kamis malam.

Baca juga: Tak Terima Anjing Pemberiannya Dipukuli, Pria Ini Aniaya Teman hingga Tewas

Menurut Rizka, hasil pemeriksaan sementara, tindakan pidana penganiayaan tersebut berawal dari konflik dua kelompok ormas berbeda di tempat kejadian perkara (TKP).

Mereka terlibat konflik diduga karena masalah pertambangan pasir besi. Namun masalah tersebut masih didalami kepolisian.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat itu korban datang yang niatnya melerai, tetapi karena posisi pelaku sedang emosi dan tersinggung omongan korban lalu tersangka memukul korban," ujar dia.

Pihak kepolisian, lanjut Rizka, akan terus melanjutkan perkaranya berdasarkan laporan korban.

Keterangan korban merasa kena pukul oleh pelaku hingga hilang keseimbangan dan terjatuh.

"Gambar dalam video bisa kami jadikan petunjuk. Namun bukti visum dan keterangan saksi dirasa sudah cukup," kata dia.

Baca juga: Fakta Suami Aniaya Istri dengan Gergaji, Diduga Cemburu lalu Pelaku Bunuh Diri

Atas perbuatannya, tersangka SP akan dijerat pasal 351 KUHPidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun.

'Untuk sementara karena pelakunya satu orang," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Putus Mata Rantai Penularan Covid-19, Bupati Jekek: Harus Ada Kebijakan Terintegrasi

Regional
Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Antisipasi Penyebaran Hoaks, Pemprov Papua Perkuat Peran Bakohumas

Regional
Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Persentase BOR di Semarang Tinggi, Wali Kota Hendi Tambah 390 Tempat Tidur Pasien Covid-19

Regional
Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Mobilitas Jadi Penyebab Kerumunan, Ganjar Ajak Masyarakat Tetap di Rumah

Regional
BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

BERITA FOTO: Tenaga Pikul Beristirahat di Atas Makam Usai Kuburkan Jenazah Pasien Covid-19

Berita Foto
Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Kasus Covid-19 di Semarang Naik 700 Persen, Walkot Hendi Berlakukan PKM

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Kasus Covid-19 di Semarang Naik, Walkot Hendi Resmikan RS Darurat

Regional
Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Akses ke Faskes Sulit, Dompet Dhuafa Sumbangkan Ambulans untuk Warga Desa Tanjung Raya

Regional
Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Peringati HUT Ke-103 Kota Madiun, Wali Kota Maidi Fokus Stop Covid-19 dan Genjot Ekonomi

Regional
Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X