Kompas.com - 13/05/2020, 21:58 WIB
Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji saat menemui wartawan di kompleks Kepatihan, Rabu (13/05/2020). KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMASekda DIY Kadarmanta Baskara Aji saat menemui wartawan di kompleks Kepatihan, Rabu (13/05/2020).

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta belum akan mengajukan pembatasan sosial berskala Bbesar (PSBB) dan masih menggunakan status tanggap darurat.

Guna menanggulangi meluasnya penyebaran Covid-19, Pemprov DIY akan melakukan pengembangan rapid test massal khusus di pusat-pusat keramaian.

"Untuk Yogya sendiri sampai dengan hari ini memang belum mengajukan untuk PSBB. Kita masih dengan status tanggap darurat," ujar Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji di kompleks Kepatihan, Rabu (13/5/2020).

Baca juga: Kontak dengan Pasien Positif Corona saat Tarawih, 1 Keluarga di Solo Rapid Test Reaktif

Baskara menyampaikan, Gubernur DIY Sri Sultan HB X telah mengelar rapat koordinasi dengan para bupati dan walikota.

Dari rapat tersebut akan dilakukan pengembangan terhadap rapid test massal.

Rapid test massal ini khususnya akan dilakukan di tempat-tempat keramaian yang ada di DIY.

"Tadi Bapak Bupati dan Ibu Wakil Bupati juga sudah menyampaikan akan melakukan tes-tes massal di supermarket, di pasar-pasar tradisional, dan tempat kerumunan yang lain," urainya.

Rapid test massal di tempat-tempat keramaian secepatnya akan dilakukan. Bahkan, di beberapa tempat sudah dimulai.

Menurutnya, untuk rapid diagnostic test (RDT) di kabupaten/kota se-DIY masih ada stok. Sedangkan untuk provinsi masih akan dihitung jumlah stok yang masih ada.

"Kekurangannya nanti Pak Gubernur sudah perintahkan Kepala BPBD untuk segera komunikasi dengan BNPB,"paparnya.

Dalam rapid test massal di pusat keramaian ini nantinya hanya akan diambil sampel dari beberapa pengunjung.

Selain pengunjung, penjual juga akan diambil sampelnya.

"Kita akan lihat kalau pasarnya kecil sampelnya pengunjung dan penjual kita ambil sampel, apa 500, apa 200 gitu. Di supermarket misalnya ya pengunjungnya, karyawannya kita ambil sampel," jelasnya.

Baca juga: Bandara di Samarinda Siapkan Rapid Test Bagi Penumpang dengan Kriteria Khusus

Dijelaskannya, nantinya rapid test massal ini dilakukan di lokasi tersebut. Seandainya ada yang hasilnya reaktif, akan dilanjutkan dengan swab.

"Sampelnya acak, jadi kalau ada yang ketemu baru kita lakukan tracing," tegasnya.

Melalui rapid test massal di pusat-pusat keramaian dengan sampel secara acak ini, lanjutnya, harapanya akan diketahui apakah di lokasi tersebut ada penularan.

Bagi yang hasil rapid test reaktif, akan diminta untuk isolasi. Namun tidak semua yang reaktif harus diisolasi di rumah sakit.

"Ada yang tidak perlu ke rumah sakit karena sebagian memang tidak sakit. Hanya memang harus melakukan isolasi diri agar tidak terjadi penularan," jelasnya.

Pemerintah kabupaten/kota se-DIY juga telah menyiapkan tempat-tempat khusus sebagai lokasi isolasi.

Selain rapid test massal, Pemprov DIY akan lebih menggencarkan patroli-patroli dilokasi-lokasi kerumunan.

Selain itu juga memperketat pengawasan di perbatasan untuk mengantisipasi pemudik.

"Patroli-patroli harus diperketat, di tempat-tempat yang potensi kerumunanya tinggi dari gugus tugas bagian penegakan. Lalu juga mengantisipasi arus mudik, karena kita ketemu dengan beberapa modus mudik yang lucu-lucu," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X