Bandara di Samarinda Siapkan Rapid Test Bagi Penumpang dengan Kriteria Khusus

Kompas.com - 12/05/2020, 22:45 WIB
Petugas di Bandara APT Pranoto Samarinda melakukan cek suhu tubuh ke calon penumpang yang melakukan perjalanan, awal April 2020. Dok. Bandara APT PranotoPetugas di Bandara APT Pranoto Samarinda melakukan cek suhu tubuh ke calon penumpang yang melakukan perjalanan, awal April 2020.

SAMARINDA, KOMPAS.com – Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, menyiapkan ruang khusus untuk rapid test bagi calon penumpang dengan kriteria khusus.

Layanan tersebut tersedia atas kerjasama Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto dengan klinik kesehatan di Samarinda.

“Kami hanya siapkan tenant (tempat). Kalau enggak bisa rapid test di luar, di bandara ada rapid test. Tapi untuk calon penumpang dengan kriteria khusus sesuai edaran gugus tugas,” ungkap Kepala Bandara APT Pranoto, Dody Dharma Chayadi saat dihubungi Kompas.com, Selasa (12/5/2020).

Baca juga: Bandara Supadio Pontianak Layani Penerbangan Khusus, Harus Datang 4 Jam Jelang Berangkat

Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4/2020 tentang kriteria pembatasan perjalanan orang dalam rangka percepatan penanganan Covid-19, memuat kriteria khusus orang bisa melakukan perjalanan.

Misalnya, kata Dodi, perjalanan bagi orang sakit, keluarga inti yang meninggal, perjalanan dinas pemerintah untuk kesehatan, pelayanan Covid-19, pertahanan dan keamanan, kebutuhan dasar, dan pemulangan dengan alasan khusus dari luar negeri dan perjalanan darurat lainnya.

Tak hanya itu, penumpang dengan kriteria khusus itu pun harus mengantongi syarat lain seperti bukti hasil negatif Covid-19 berdasarkan tes PCR ataupun rapid test, surat tugas, surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dan lainnya.

“Jadi bukan untuk penerbangan regular. Bandara dibuka hanya penerbangan esensial atau essential flight,” jelas dia.

Baca juga: Penumpang Bandara Ahmad Yani Wajib Bawa Surat Bebas Covid-19

Karena itu, penerbangan di bandara tidak melayani masyarakat yang melakukan mudik lebaran.

“Mudik tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Hal tersebut diatur dalam Surat Edaran Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Nomor 31/2020 tentang Pengaturan Penyelenggaraan Transportasi Udara Selama Masa Dilarang Mudik Idul Fitri 1441 Hijriah Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Klaster Unilever, Ridwan Kamil Wajibkan Industri Besar Lain Gelar Tes PCR Mandiri

Soal Klaster Unilever, Ridwan Kamil Wajibkan Industri Besar Lain Gelar Tes PCR Mandiri

Regional
Cerita Eddy Rahmayadi, Kaget Ditelepon Tito Karnavian Malam-malam soal Pilkada

Cerita Eddy Rahmayadi, Kaget Ditelepon Tito Karnavian Malam-malam soal Pilkada

Regional
Bupati Magetan: Perantau yang Positif Covid-19 Sebaiknya Jangan Pulang

Bupati Magetan: Perantau yang Positif Covid-19 Sebaiknya Jangan Pulang

Regional
Kasus Corona di Banyumas Bertambah 2, Total 80 Orang Positif

Kasus Corona di Banyumas Bertambah 2, Total 80 Orang Positif

Regional
Wisatawan yang Terseret Ombak Saat Berswafoto di Cilacap Ditemukan Tewas

Wisatawan yang Terseret Ombak Saat Berswafoto di Cilacap Ditemukan Tewas

Regional
Waspada Penularan Covid-19 dari Klaster Keluarga, Pasar, dan Pelatihan Kerja

Waspada Penularan Covid-19 dari Klaster Keluarga, Pasar, dan Pelatihan Kerja

Regional
3 Pelajar Korban Ledakan Bom Ikan Berangsur Membaik

3 Pelajar Korban Ledakan Bom Ikan Berangsur Membaik

Regional
Respons Gugus Tugas Covid-19 Sulsel soal Ada Dokter Seorang Diri Rawat 190 Pasien

Respons Gugus Tugas Covid-19 Sulsel soal Ada Dokter Seorang Diri Rawat 190 Pasien

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 3 Juli 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Juli 2020

Regional
500 Penonton Rhoma Irama di Bogor Akan Dites Covid-19

500 Penonton Rhoma Irama di Bogor Akan Dites Covid-19

Regional
Fakta OTT Bupati Kutai Timur dan Istri, Ditangkap di Jakarta dan Reaksi Wabup

Fakta OTT Bupati Kutai Timur dan Istri, Ditangkap di Jakarta dan Reaksi Wabup

Regional
Keluhkan PPDB Jalur Zonasi, Wali Murid: Anak Saling Bully, Orangtua Saling Sindir

Keluhkan PPDB Jalur Zonasi, Wali Murid: Anak Saling Bully, Orangtua Saling Sindir

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 3 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 3 Juli 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 3 Juli 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X