Kompas.com - 06/05/2020, 12:35 WIB
Polisi menertibkan warung di kawasan Sidokare, Sidoarjo, Selasa (5/5/2020) dini hari. Di tempat ini dan beberapa lokasi lain, masih kerap ada aktivitas ketika jam Malam. Bukti bahwa kesadaran masyarakat masih kurang selama penerapan PSBB di Sidoarjo. Surya.co.id/M TaufikPolisi menertibkan warung di kawasan Sidokare, Sidoarjo, Selasa (5/5/2020) dini hari. Di tempat ini dan beberapa lokasi lain, masih kerap ada aktivitas ketika jam Malam. Bukti bahwa kesadaran masyarakat masih kurang selama penerapan PSBB di Sidoarjo.

KOMPAS.com - Penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) telah berlangsung selama sepekan di Sidoarjo. Tapi, dampak penerapan itu belum terasa.

Jumlah pasien positif Covid-19 di Sidoarjo pun terus bertambah. Sebanyak 129 kasus positif Covid-19 tercatat di Sidoarjo hingga Selasa (5/5/2020).

Sementara sebanyak 203 pasien dalam pengawasan (PDP) dan 784 orang dalam pemantauan (ODP) di Sidoarjo.

"Ada beberapa hal yang membuat PSBB belum membuahkan hasil maksimal. Paling utama adalah kurangnya kesadaran masyarakat," kata Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Sumardji seperti dikutip dari Surya.co.id, Rabu (6/5/2020).

Berdasarkan evaluasi penerapan PSBB dalam semingu terakhir, masih banyak masyarakat yang tak patuh dan seolah menghiraukan aturan PSBB.

Baca juga: 22 Anak Terinfeksi Covid-19 di NTB, Tertular dari Orangtua

Sumardji mengatkan, polisi akan memperketat pengawasan dan penertiban di beberapa titik. Sehingga, penerapan PSBB bisa berjalan maksimal.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sumardji juga mengingatkan masyarakat untuk mematuhi aturan. Karena, polisi tak bisa bekerja sendirian.

"Tapi jujur saja, polisi tidak bisa sendirian. Tidak mampu. Harus ada dukungan atau support dari tokoh masyarakat, aparat desa, dan sebagainya," tutur Sumardji.

Ia pun berharap sejumlah posko di desa bisa maksimal memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menerapkan PSBB.

Sebab, merupakan hal yang paling penting.

"Ketika masyarakat masih terus seperti ini. Nongkrong di warung, berkerumun, beraktivitas di luar rumah dan sebagainya, PSBB tidak akan bisa maksimal," lanjutnya.

 

Berdasarkan data penyebaran Covid-19 di Sidoarjo, Kecamatan Waru merupakan salah satu wilayah paling parah. Jumlah pasien positif dan PDP terus naik di kawasan itu.

Berdasarkan evaluasi polisi, warga di wilayah itu cukup sulit diatur. Mereka seolah tak peduli dengan kondisi.

Setiap hari, ada saja warga yang terjaring karena melanggar jam malam di Sidoarjo. Mereka nongkrong di warung kopi dan lainnya.

Melihat kondisi itu, kawasan Waru akan menjadi prioritas pengawasan polisi.

Hal serupa disampaikan Kasatpol PP Sidoarjo, Widiyantoro Basuki. Pihaknya juga bakal lebih intens memelototi kawasan merah, terutama Waru.

Baca juga: 250 Warga Ditangkap karena Langgar Jam Malam Saat PSBB Sidoarjo

"Warung dan sebagainya yang sudah terjaring, jika mengulangi lagi tetap beroperasi saat jam malam, akan ditindak tegas," kata dia.

Demikian halnya aktivitas warga dan perusahaan di sana. Jika melanggar aturan PSBB, pengelolanya juga akan dipanggil untuk diberi sanksi.

Terpisah, Wakil Bupati Sidoarjo Nur Ahmad Syaifuddin mendukung langkah aparat untuk lebih tegas dalam penerapan PSBB.

Tujuannya jelas, agar upaya memutus rantai penyebaran Covid-19 di Sidoarjo bisa semakin maksimal.

"Kami juga terus mengimbau kepada warga agar mentaati aturan yang ada. Jika tidak ada kepentingan, lebih baik di rumah saja. Apalagi ketika jam malam," kata Cak Nur.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sepekan PSBB Sidoarjo Diterapkan, Kesadaran Warga Sangat Kurang, Masih Keluyuran dan Cangkruk



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X