Rusa Terancam Jadi Pakan Macan, Kebun Binatang Bandung Didorong Minta Bantuan Pemerintah

Kompas.com - 06/05/2020, 12:29 WIB
Seekor Harimau Benggala (phantera tigris) tengah berada didalam.kamdamgnya di Bandung Zoological Garden (Bazooga) atau kebun binatang Bandung. Selama penutupan di masa pandemi Bazooga melakukan efisiensi pakan satwana, apabila hingga Juli pandemi belum berakhir, Bazooga berencana memotong Rusa sebagai pakan Harimau. KOMPAS.COM/AGIE PERMADISeekor Harimau Benggala (phantera tigris) tengah berada didalam.kamdamgnya di Bandung Zoological Garden (Bazooga) atau kebun binatang Bandung. Selama penutupan di masa pandemi Bazooga melakukan efisiensi pakan satwana, apabila hingga Juli pandemi belum berakhir, Bazooga berencana memotong Rusa sebagai pakan Harimau.

BANDUNG, KOMPAS.com - Ketua DPRD Tedy Kota Bandung Rusmawan mendorong Bandung Zoological Garden ( Bazooga) atau Kebun Binatang Bandung atau Bandung Zoo untuk membuat surat permohonan bantuan kepada pemerintah Kota Bandung dan Pemerintah Provinsi Jabar. 

Permohonan bantuan terkait kondisi satwa yang mulai kekurangan pakan ditengah pandemi Covid-19 saat ini.

"Mendorong Bandung Zoo membuat surat, ini aset warga jabar, ini butuh ada kepedulian," kata Tedy di Bazooga, Rabu (6/5/2020).

"Nanti surat itu diberikan ke pak Gubernur dan ke Walikota Bandung. Dari situ nanti kita ada solusi apakah ini masuk tanggap bencana untuk hewan ini atau bagaimana, kita juga menanyakan kemampuan pemerintah apa yang wajar dan tidak jadi temuan." 

Baca juga: Kebun Binatang Bandung Terancam Potong Rusa untuk Pakan Satwa

Nantinya surat yang dikirimkan Bazooga ini berbentuk permohonan bantuan terkait kondisinya saat ini.

"Ya bentuknya dukungan, sampaikan saja ke pemerintah kondisi saat ini kemampuannya seperti apa, nanti mungkin akan di rapatkan pemerintah jadi prinsipnya pemerintah harus hadir membantu," ucap Tedy.

Tedy pun mengimbau kepada warga Kota Bandung untuk berempati tak hanya pada sesamanya tapi juga terhadap satwa hewan di Bazooga ini.

"Jangan sampai ini terlupakan, kebun binatang ini juga kan aset jabar. Maka DPRD kota Bandung mengajak kepedulian masyarakat untuk membantu hewan yang ada disini," ucap Tedy.

Baca juga: Mati Surinya Sejumlah Kebun Binatang di Tengah Pandemi, Ada yang Hendak Korbankan Rusa untuk Pakan Harimau

Ditutup, tak ada pemasukan

Sejak akhir maret sampai saat ini Bazooga ikut berpartisipasi mencegah penyebaran Covid-19 dengan menutup tempat wisata tersebut. Hal tersebut tak hanya berdampak pada pemasukan perusahaan saja tapi juga pada pakan satwanya juga.

"Di sini ini sudah sepi (pengunjung), dan operasional sehari-hari juga terhambat dan terbatas. Sehingga perusahaan ini (Bandung Zoo) memanfaatkan dana saving (simpanan) perusahaan untuk pengembangan digunakan kelangsungan kebun binatang ini," tutur Tedy.

Meski begitu, kata Tedy, pihaknya mengapresiasi Bandung zoo karena tidak ada satupun karyawannya yang di putus hubungan kerja (PHK).

Begitupun dengan keterbatasan dana Bandung Zoo masih berupaya memenuhi kebutuhan pakan dari 850 ekor satwa koleksinya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Mayat dengan Tangan Terikat Ditemukan di TPA Punggur Batam

Regional
Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Digugat IRT yang Tak Terima Dinyatakan Positif Covid-19, Ini Kata Gugus Tugas

Regional
Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Hidup Berdampingan dengan Bencana di Lereng Gunung Merapi

Regional
Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Terjadi Kepadatan di Tol Japek, Contra Flow Mulai dari Kilometer 47 sampai 61

Regional
Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Curi Relief di Makam Tionghoa dan Dijual Rp 400.000 Per Potong, 4 Warga Kediri Ditangkap Polisi

Regional
AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

AWK, Anggota DPD Didemo karena Dianggap Lecehkan Kepercayaan Warga Bali

Regional
Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Ini Penampakan RS Karantina Covid-19 yang Sedang Dibangun di Bangka

Regional
Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Langgar Aturan Kampanye, Ribuan Spanduk dan Baliho di Kabupaten Semarang Dicopot

Regional
Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Perampok Bersenjata Ini Gunakan Emas Hasil Rampasan untuk Investasi

Regional
Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Sandiaga Uno dan Khofifah Digadang-gadang Jadi Ketum PPP, Waketum: Ikhtiar Membesarkan Partai

Regional
Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Merasa Dikucilkan Saat Dinyatakan Positif Covid-19, Seorang Ibu Gugat RS dan Gugus Tugas, Ini Ceritanya

Regional
2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

2 Kantor Polisi di Buton Utara Dirusak Sekelompok Orang, Seorang Polisi Terluka

Regional
Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Pemerintah Pusat Tak Naikkan Upah Minimum 2021, Wali Kota Solo Berharap Tak Ada PHK Karyawan

Regional
Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Anggotanya Intimidasi Personel Band, Dansat Brimob Polda DIY Minta Maaf

Regional
BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

BPBD Sebut Ada 21 Kecamatan di Luwu Berpotensi Banjir

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X