Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Drama Pembunuhan Sopir Taksi Online oleh 4 Gadis di Bandung, Berawal dari Kencan Sesama Jenis

Kompas.com - 29/04/2020, 11:01 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - IK (16) seorang gadis asal Jakarta menjadi otak pembunuhan Samiyo Basuki Riyanto (60) seorang pensiunan PNS.

Mayat Samiyo yang diketahui sebagai salah satu sopir taksi online itu ditemukan di hutan pinus di Jalan Raya Banjaran-Pangalengan, Kabupaten Bandung pada Senin (30/3/2020).

Pembunuhan  Samiyo tak dilakukan oleh IK seorang diri. Dia dibantu teman kencan sejenisnya, KEZI alias S (20) serta dua rekan perempuan lainnya yakni KSA alias RM (19) dan AS alias RK (21).

Mereka berempat berkenalan di aplikasi kencan sejenis pada tahun 2020.

Baca juga: Fakta 4 Wanita Bunuh Sopir Taksi Online dengan Kunci Inggris, Berawal dari Tak Bisa Bayar Ongkos

Berniat untuk kencan bersama

Hari itu, IK dan S berniat kencan ke wilayah Pangelengan. Mereka pun meyewa jasa Samiyo sebagai sopir taksi online. Pemesanan dilakukan secara offline.

Mereka pun berangkat dengan mengendarai mobil Datsun Go warna putih dengan nomor polisi B 1313 KRX milik Samiyo.

Di tengah perjalanan, mereka menjemput RK di daerah Jonggol, Kabupaten Bogor.

Kemudian mereka melanjutkan perjalanan ke Pangalengan menggunakan jalur tol Cipularang yang keluar di Tol Gate Seroja.

Baca juga: Kronologi 4 Wanita Bunuh Sopir Taksi Online dengan Kunci Inggris

Sesampainya di Pangalengan, para pelaku kemudian menjemput pelaku RM

Di tengah perjalanan, Samiyo menagih ongkos yang telah disepakati yakni Rp 1,7 juta.

Karena tak memiliki uang untuk membayar taksi, IK dan S berniat untuk menghabisi nyawa Samiyo. Mereka pun bekerjasama menghabisi nyawa Samiyo dengan kunci inggris yang ada di dalam mobil.

RM membekap dan mencekik Samiyo, Sedangkan IK memukulnya dengan kunci inggris. Sementara RK membantu membuamg jenazah Samiyo dan S mengamankan barang bukti.

Baca juga: Polisi: Anak 16 Tahun Otak Pembunuhan Sopir Taksi Online dengan Kunci Inggris

Ilustrasi.THINKSTOCK Ilustrasi.
Oleh pelaku, kepala Samiyo dipukul sebanyak 8 kali hingga tewas di dalam mobil. Jenazah Samiyo pun dibuang di jurang di Pangalengan.

Setelah itu mereka berempat melarikan mobil milik Samiyo. Karena tak memiliki keahlian mengemudi, mereka mengalami kecelakaan di Cikalong, Cimahi.

Mereka pun meningggalkan mobil di lokasi begitu saja.

Sepekan kemudian, polisi menemukan keberadaan mobil yang ternyata diketahui milik Samiyo. Dari CCTV di lokasi, polisi berhasil mengindentifikasi orang terakhir yang menggunakan mobil tersebut.

Baca juga: 4 Wanita Pembunuh Sopir Taksi Online Punya Hubungan Khusus, Kenal di Aplikasi Kencan

"Dari sana kami bisa menemukan pelaku dan beberapa hari ini berhasil menangkap semua. Pelaku utama saudari Iki masih dibawah umur, jadi tak bisa ditampilkan," jelas Kapolresta Bandung, Hendra Kurniawan,

Menurutnya, mereka berempat memiliki hubungan yang akrab.

"Mereka bertemu di beberapa daerah yang jauh dari Jakarta, Bekasi Jonggol dan Pangalengan ini menggunakan aplikasi Her," ujar dia.

Sementara itu Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandung, AKP Agtha Bhuwana Putra mengatakan, keempat pelaku ini ditangkap di kediaman masing-masing dalam waktu yang berbeda, sejak Jumat (24/4/2020) sampai Minggu (26/4/2020) pagi.

Baca juga: Tak Bisa Bayar Ongkos, 4 Wanita Bunuh Sopir Taksi Online dengan Kunci Inggris

Menurut Agatha, kematian Samiyo karena pukulan benda tumpul yang mematahkan tulang rusuknya.

"Dipukul kepala dulu baru dada. Berdasarkan hasil autopsi, rusuk korban patah, itu yang membuat korban meninggal," kata Agtha.

Akibat perbuatan tersangka tersebut di ganjar dengan pasal 338 Jo Pasal 340 jo Pasal 55 dan atau Pasal 365 Kuhpidana dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

"Untuk pelaku di bawa umur akan dikoordinasikan dengan Bapas, untuk penanganan peradilan anak, karena salah satu pelaku masih dibawah umur," kata Agtha.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Agie Permadi | Editor: Farid Assifa, Aprillia Ika)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com