Kereta Api di Daop 9 Jember Berhenti Angkut Penumpang Mulai 25 April

Kompas.com - 24/04/2020, 20:19 WIB
Logo KAI KOMPAS.com/ Bambang P. JatmikoLogo KAI

JEMBER, KOMPAS.com - Kereta Api Daerah Operasional (Daop) 9 Jember akan berhenti mengangkut penumpang mulai 25 April.

Kebijakan itu diambil sebagai tindak lanjut dari PM Perhubungan No 25 Tahun 2020 tentang pengendalian transportasi selama masa mudik Lebaran.

Penghentian operasional KA Daop 9 Jember sudah dilakukan secara bertahap.

Pada 1 April, Daop 9 telah membatalkan empat perjalanan kereta.

Baca juga: PT KAI Daop 6 Yogyakarta Batalkan Seluruh Perjalanan KA Jarak Jauh, KA Prameks Masih Beroperasi

Kemudian, pada 15 April telah membatalkan lima perjalanan kereta. Lalu ada tiga kereta api yang dibatalkan mulai besok. 

“Seluruh perjalanan KA penumpang dari dan menuju wilayah Daop 9 Jember, mulai 25 April - 31 Mei kita hentikan sementara,” kata Manager Humas PT KAI Daop 9 Jember Mahendro kepada Kompas.com via telepon, Jumat (24/4/2020).

Ada tiga kereta api yang dibatalkan besok, yaitu KA Ranggajati relasi Jember-Cirebon (PP), KA Wijayakusuma relasi Ketapang-Cilacap (PP), dan KA Probowangi relasi Ketapang-Surabaya Gubeng (PP).

Untuk tiga perjalanan tersebut, sudah ada 779 tiket yang terjual.

Agus mengatakan. kebijakan pembatalan perjalanan KA itu akan terus dievaluasi dari waktu ke waktu, dengan mempertimbangkan perkembangan situasi di lapangan sehingga tidak menutup kemungkinan untuk diperpanjang.

“Kami mohon maaf bagi para penumpang yang perjalanannya tertunda akibat pembatalan perjalanan ini,” ujar Agus

PT KAI akan me-refund tiket penumpang 100 persen.

Baca juga: PT KAI Daop I Jakarta Stop Sementara Operasi KA Jarak Jauh dan Lokal

 

Penumpang akan dihubungi melalui contact center 121 dan dipersilakan untuk mengikuti petunjuk selanjutnya.

“Jika belum dihubungi, penumpang juga bisa membatalkan tiketnya sendiri melalui aplikasi KAI Access dan loket stasiun,” papar dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Fenomena Desa Miliarder, Adakah yang Berubah di Masyarakat?

Regional
Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Cerita Penjual Es Krim di Lampung, Kestabilan Pasokan Listrik Pengaruhi Omzet Penjualan

Regional
Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Wali Kota Semarang Kaget Pompa di Trimulyo Berkurang

Regional
Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X