Perketat Pengawasan, Dishub DIY Tutup 2 Jalan Alternatif ke Yogya

Kompas.com - 23/04/2020, 14:38 WIB
Tugu Yogyakarta, ikon Kota Jogja. ShutterstockTugu Yogyakarta, ikon Kota Jogja.

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) akan memperketat pengawasan di perbatasan usai Presiden Joko Widodo melarang mudik.

Penjagaan dilakukan di tiga pos dan ditingkatkan menjadi tiga shift.

"Penjagaannya yang kemarin satu shift, mulai tanggal 24 (April) menjadi tiga shift," ucap Kepala Dinas Perhubungan DIY Tavip Agus Rayanto, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Dari Hasil Tracing, di Yogya Telah Terjadi Transmisi Lokal Covid-19

Tiga pos yang didirikan untuk pengawasan pendatang ini ada di Jalan Wates Kulonprogo, Jalan Magelang Kabupaten Sleman dan Jalan Solo, Kabupaten Sleman.

Di pos tersebut dijaga oleh personil Dinas Perhubungan, Polri, TNI dan Satpol PP.

"Satu shift ada 25 personil, itu TNI, Polri, Kesehatan dan Pol PP," ungkapnya.

Selain menambah shift, Dinas Perhubungan DIY juga akan menutup dua jalan alternatif menuju ke DIY.

Sehingga, semua kendaraan melalui jalan utama yang ada pos pengawasan.

"Dari Tempel kalau dari Semarang habis jembatan itu kan ada jalan (alternatif) belok kiri arah Cangkringan itu besok kita tutup, kalau tidak mereka akan lolos," urainya.

Baca juga: Jalanan di Yogya Ramai Lagi, Masyarakat Diimbau Tetap di Rumah

Selain itu jalan alternatif Daendels juga akan ditutup. Sehingga kendaraan melewati jalur utama agar bisa dilakukan pemeriksaan.

"Nah, yang mau masuk Terowongan Daendels itu juga kita tutup, jadi nanti harus ke kiri, lewat jalur utama kalau mau ke Bantul maupun ke Yogya," ujarnya.

Terkait dengan jalur tikus atau jalan alternatif kecil, pengawasan diserahkan kepada pemerintah kabupaten.

"Kalau setiap titik ada orangnya semua, Kita kehabisan orang, sulit. Nah sementara yang jalan tikus kita serahkan kepada kabupaten," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Penjelasan BMKG soal Penyebab Cuaca Ekstrem di Sulawesi Utara

Regional
Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Sandiaga Uno: Batik Batam Layak Jadi Produk Unggulan

Regional
Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Sakit Hati Tak Dibayar, Pria Ini Tusuk Pasangan Sesama Jenis hingga Tewas

Regional
Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Dokter Ditemukan Tewas Sehari Setelah Disuntik Divaksin, Satgas Covid-19 Palembang: Dipastikan Bukan karena Divaksin, tapi...

Regional
KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

KPU Bukittinggi Tetapkan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Terpilih

Regional
Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Data dan Identitas ABK yang Hilang Setelah Tabrakan Kapal di Perairan Surabaya

Regional
Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Bertambah 7 Orang yang Meninggal Dunia akibat Covid-19 di Riau

Regional
Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Seorang Remaja Tewas Setelah Jatuh dan Tertabrak Mobil Damkar di Pekanbaru

Regional
TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

TPU di Manado Mengalami Longsor, Kerangka Muncul ke Permukaan

Regional
5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

5 Terduga Teroris di Aceh Diduga Terlibat Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Diduga Sakit Jantung, Seorang Dokter Ditemukan Tewas Sehari Usai Disuntik Vaksin Covid-19

Regional
Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Persoalan Wajib Jilbab di SMKN 2 Padang Selesai, Siswi Kembali Sekolah

Regional
Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Kronologi KM Tanto Bersinar Tabrak Kapal Tug Boat di Perairan Gresik, Petugas Cari ABK yang Hilang

Regional
Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Pratu Dedi Hamdani Gugur di Papua, Ayah: Sedih Sekali...

Regional
Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Setelah Diprotes Warganet, KKN Lapangan Unila Ditunda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X