Jika PSBB Ditolak, Pemkab Gowa Akan Perketat Jalur Perbatasan dengan Makassar

Kompas.com - 20/04/2020, 16:54 WIB
Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, bupati Gowa, Sulawesi Selatan tengah menggelar rapat melalui video conference ditengah pandemi Covid-19. Senin, (20/4/2020) KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, bupati Gowa, Sulawesi Selatan tengah menggelar rapat melalui video conference ditengah pandemi Covid-19. Senin, (20/4/2020)

 

GOWA, KOMPAS.com - Proposal Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) yang telah diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa, Sulawesi Selatan telah dikirim dan menunggu keputusan Menteri Kesehatan (Menkes).

Jika hal tersebut ditolak oleh pemerintah pusat, maka Pemkab Gowa akan memperketat perbatasan dengan Kota Makassar. 

Penyebaran Covid-19 yang terus mengalami peningkatan memaksa Pemkab Gowa mengajukan proposal PSBB kepada pemerintah pusat melalui Menkes.

Baca juga: Penyaluran Bansos PKH dan KKS di Kabupaten Gowa Alami Keterlambatan

Hal ini dikarenakan Kabupaten Gowa menjadi wilayah penyangga Kota Makassar yang masuk zona merah penyebaran Covid-19

"Kabupaten Gowa berbatasan dengan Kota Makassar dan banyak warga Gowa yang bekerja di Kota Makassar begitu pun sebaliknya sehingga wajar jika Kabupaten Gowa memiliki rekor kedua terbesar penyebaran Covid-19 setelah Kota Makassar," kata Adnan Purichta Ichsan Yasin Limpo, Bupati Gowa melalui pesan singkat, Senin (20/4/2020).

Adnan mengaku telah mempersiapkan dua opsi masing masing opsi penerapan PSBB dan opsi jika proposal PSBB ditolak oleh Menkes.

"Ada dua opsi masing-masing jika proposal PSBB diterima maka kami akan mendata ulang berapa penerima bantuan sembako yang sementara ini berjalan dan berapa banyak warga yang layak akan menerima bantuan sembako," kata Bupati Gowa.

Baca juga: Penyebaran Covid-19 Terus Meluas, Gowa Siapkan Proposal Penerapan PSBB

Sementara, jika proposal tersebut ditolak maka Pemkab Gowa akan memperketat seluruh jalur perbatasan dengan Kota Makassar.

"Hal ini sekaligus membantu Kota Makassar yang akan menerapkan PSBB," kata Adnan.

Dari data pemantaun Posko Covid-19 pada Minggu (19/4/2020) tercatat jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 304, pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 131 sementara pasien Covid-19 ada 25 pasien.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Bocah 7 Tahun di Kotabaru Kalsel Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Regional
447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

447 Rumah Rusak akibat Gempa M 5,2 di Halmahera Selatan

Regional
Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Rahvana Sveta di Atas Panggung Gedung Wayang Orang Sriwedari, Memukau...

Regional
Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Banjir Surut, Arus Lalin di Bawah Jembatan Tol Kaligawe Bisa Dilewati Kendaraan

Regional
Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Fakta Seputar Bayi Hiu Berwajah Mirip Manusia, Kelainan Genetik dan Sempat Buat Takut Nelayan

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 28 Febuari 2021

Regional
Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Menikmati Nasi Minyak, Makanan Khas Palembang yang Dulu Disantap Keluarga Sultan

Regional
Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Tak Tertampung, Ratusan Pelajar SMP di Nunukan Bakal Belajar di SD

Regional
Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Masih Ingat Ibu di Cianjur yang Viral Hamil 1 Jam lalu Melahirkan, Ternyata Dihamili Mantan Suami

Regional
Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Respons PDI-P soal OTT Gubernur Sulsel: Orang Baik Tak Cukup, Kadang Lupa Diri

Regional
Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Perjuangan Driver Ojol di Semarang Terobos Banjir Demi Antar Makanan ke Pelanggan

Regional
16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

16.909 Guru dan Tenaga Kependidikan di DIY Bakal Divaksin Covid-19 Tahap 2

Regional
DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

DPRD Sumbar Minta BPK Audit Dana Penanganan Covid-19 Rp 49 Miliar

Regional
Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Relokasi Korban Longsor Nganjuk Harus Pertimbangkan Aspek Sosial-Budaya

Regional
BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

BCA Bantah Laporkan Ardi Soal Kasus Salah Transfer Rp 51 Juta: Itu Mantan Karyawan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X