Video Viral Ketua RT di Tangerang Curhat Dituduh Korupsi Bansos Covid-19 dan Dicaci Maki Warga

Kompas.com - 19/04/2020, 20:48 WIB
Ketua RT Curhat di Media Sosial soal bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19. Dok. Tangkap Layar VideoKetua RT Curhat di Media Sosial soal bantuan untuk masyarakat terdampak Covid-19.

TANGERANG, KOMPAS.com - Seorang pria yang mengaku ketua RT di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, curhat bahwa dirinya dituduh korupsi dan dicaci maki oleh warganya terkait bantuan dampak Covid-19.

Pria tersebut curhat melalui video. Potongan videonya viral di media sosial.

Di awal video, dia mengaku sebagai ketua RT di Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang. Dirinya bercerita tengah melakukan pendataan calon penerima yang akan dapat bantuan senilai Rp 600.000 dari pemerintah.

Di lingkungan RT-nya, setelah didata sesuai kriteria, terdapat 137 kepala keluarga (KK) calon penerima. Namun, ternyata data tersebut ditolak dan hanya diterima 20 KK saja setiap RT. 

"Tahukah pak presiden, pak gubernur, pak bupati, bahwa pada saat ini, kami sedang menghadapi cacian, makian, fitnah, tuduhan bahwa kami dikatakan korupsi, dikatakan makan anggaran bantuan," kata pria di dalam video berdurasi 4,33 menit tersebut.

Baca juga: DPRD Jabar Minta Ketua RW dan RT Tak Nakal Salurkan Dana Bansos Corona

Dia meminta pemerintah menjelaskan kembali pernyataan yang tidak dipahami oleh masyarakat dan menyampaikan secara terbuka supaya tidak menjadi bumerang bagi RT yang melakukan pendataan.

"Kenyataannya begitu di tempat saya, hanya 20 KK yang boleh mendaftarkan, walaupun masih banyak yang lemah ekonominya," kata dia lagi.

Bupati Tangerang ikut komentar

Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar membenarkan bahwa penerima bantuan di Kabupaten Tangerang dibatasi, dan diprioritaskan untuk yang benar-benar membutuhkan.

"Dibatasi hanya 83.333 KK, dengan estimasi anggaran yang digelontorkan sebesar Rp 150 miliar, dalam satu RT penerima bantuan dibatasi hanya 20 KK," kata Zaki melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Minggu (19/4/2020).

Baca juga: Cara Warga Jateng di Jabodetabek Dapat Bantuan: Daftar ke Ketua RW Paling Lambat 23 April

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Klarifikasi Ketua RT bernama Irwan di Kosambi, Kabupaten Tangerang di dekat Bandara Soekarno-Hatta. Setidaknya mungkin bisa membuka mata kita, bahwa RT sudah berupaya. Tetapi memang sembako turunnya hanya sedikit. . . "Kami jadi mendapat fitnah," ujarnya. . . Untuk update info terkini di Tangerang...? . Follow: @tangerang.terkini Follow: @tangerang.terkini Follow: @tangerang.terkini Follow Sekarang Nanti di follow back! . #tangerang terkini update info terkini di Tangerang! . . #tangerangterkini #tangeranghits #tangerangcity #tangsel #tangerangkota #tangerangfood #tangerangfoodies #tangerangolshop #abouttng #lokertangerang #kotatangerang #kulinertangerang #tangeranginfo #exploretangerang #distrotangerang #olshoptangerang #kabupatentangerang #infotangerang #tangerang #tangerangselatan #bintaro

A post shared by Tangerang Terkini (@tangerang.terkini) on Apr 18, 2020 at 9:55pm PDT

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Kisah Risalianus, Ayah Ibunya Lumpuh, Sepulang Sekolah Dia Berkebun untuk Hidupi Keluarga

Regional
Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Cerita Mantan Kades di Cianjur, Gelapkan Dana Desa 332 Juta untuk Bayar Utang Pribadi

Regional
Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Diduga Cemburu, Seorang Mahasiswa Gantung Diri Pakai Jilbab di Kos, Ini Ceritanya

Regional
Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Jumat Ini, Cellica dan Aep Dilantik Langsung oleh Ridwan Kamil

Regional
Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Bupati dan Wakil Bupati Semarang Terpilih Dilantik Besok, Undangan Terbatas

Regional
Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Prokes Super Ketat Pelantikan Kepala Daerah di Jatim, Wajib Tinggal di Surabaya

Regional
Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Sekda Samarinda: Kami Tidak Keluarkan Izin Kerumunan, Perkawinan dan Lainnya

Regional
Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Tragedi Longsor di Tambang Emas Ilegal Parigi Moutong, Ini Faktanya

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Hari Tanpa Bayangan di Bali Terjadi 26 dan 27 Februari, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Suami Curi Ponsel Istri karena Korban Sering Rebutan dengan Anaknya, Rancang Skenario Maling

Regional
Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Pelantikan 3 Kepala Daerah di Bangka Belitung Akan Digelar secara Tatap Muka

Regional
Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Mobil Mewah Dedi Mulyadi Rusak Parah karena Ditenggelamkan, Direparasi oleh Montir Lulusan SD

Regional
Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Update Covid-19 di Riau, Bertambah 111 Kasus, 2 Orang Meninggal

Regional
Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Kamis Ini, Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih Kepri Dilantik

Regional
136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

136 Napi dan 16 Petugas di Tenggarong Positif Covid-19 Diduga karena Lapas Over Kapasitas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X