Pengusaha Kuliner Ini Jadikan Rumah Makan Miliknya Dapur Umum Covid-19

Kompas.com - 17/04/2020, 12:49 WIB
Seorang pengusaha kuliner di Kabupaten Bangkalan, Madura, menyulap rumah makannya menjadi dapur umum Covid-19. Ia adalah Abie Mulyar, yang dikenal sebagai pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bangkalan Madura. Tangkapan layar KompasTVSeorang pengusaha kuliner di Kabupaten Bangkalan, Madura, menyulap rumah makannya menjadi dapur umum Covid-19. Ia adalah Abie Mulyar, yang dikenal sebagai pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bangkalan Madura.

KOMPAS.com - Seorang pengusaha kuliner di Kabupaten Bangkalan, Madura, menyulap rumah makan miliknya menjadi dapur umum Covid-19.

Ia adalah Abie Mulyar, yang dikenal sebagai pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bangkalan.

Abie menyulap rumah makan miliknya menjadi dapur umum untuk kegiatan memasak kebutuhan makan sehari-hari warga yang terdampak Covid-19.

"Bila selama ini saya fokus menjual, maka sekarang dapur saya, saya fungsikan terima donasi dari saudara-saudara sekalian di mana pun berada, yang mau berdonasi ke saudaranya di Madura," ujar Abie dikutip dari Kompas TV, Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Kesal Warganya Tak Dirawat dengan Baik, Seorang Kades Aniaya Perawat

Abie juga menggalang dana dari para donatur.

Uang yang terkumpul digunakan untuk membeli bahan makanan lalu dimasak.

Seorang pengusaha kuliner di Kabupaten Bangkalan, Madura, menyulap rumah makannya menjadi dapur umum Covid-19. Ia adalah Abie Mulyar, yang dikenal sebagai pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bangkalan Madura.tang Seorang pengusaha kuliner di Kabupaten Bangkalan, Madura, menyulap rumah makannya menjadi dapur umum Covid-19. Ia adalah Abie Mulyar, yang dikenal sebagai pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bangkalan Madura.
Adapun rincian penggunaan dana sumbangan, yakni setiap nominal Rp 10.000 akan digunakan untuk satu porsi makanan.

Makanan selanjutnya dibagi kepada para duafa atau pekerja harian yang terkena dampak pandemi Covid-19.

Abi menjelaskan, ide ini muncul setelah sektor wisata kuliner lesu disebabkan wabah Covid-19.

Seorang pengusaha kuliner di Kabupaten Bangkalan, Madura, menyulap rumah makannya menjadi dapur umum Covid-19. Ia adalah Abie Mulyar, yang dikenal sebagai pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bangkalan Madura.Tangkapan layar KompasTV Seorang pengusaha kuliner di Kabupaten Bangkalan, Madura, menyulap rumah makannya menjadi dapur umum Covid-19. Ia adalah Abie Mulyar, yang dikenal sebagai pelaku usaha kuliner di Kabupaten Bangkalan Madura.
Bahkan Abie Mulyar harus merumahkan sebagian besar karyawannya.

Halaman:


Sumber Kompas TV
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Siswa Tak Punya Ponsel dan Internet untuk Belajar, Ini Solusinya

Regional
[POPULER NUSANTARA] 'Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya' | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

[POPULER NUSANTARA] "Aksi di Rumah Mahfud MD Bukan Tanggung Jawab Saya" | Tukang Bakso Ditendang Pembeli

Regional
Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Soal Demo di Rumah Mahfud MD, Korlap Mengaku Aksi Susulan dan Inisiatif Massa: Bukan Tanggung Jawab Saya

Regional
Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Bermula 8 Siswa SMK Batuk dan Anosmia, Terbongkar 179 Siswa Positif Covid-19

Regional
4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

4 Nelayan Diselamatkan Kapal Asing Setelah 12 Jam Karam di Tengah Laut

Regional
Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Cerita Kemisan Berjalan Kaki 400 Km dari Kulon Progo, Setahun Hilang dan Dirazia Satpol PP di Surabaya

Regional
Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di 'Backhoe' Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Cerita FR yang Hilang di Tambang Pasir, Tidur di "Backhoe" Saat Awan Panas Gunung Semeru Menerjang

Regional
Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Cerita Losmen Puri, Penginapan Tua di Denpasar yang Masih Bertahan

Regional
6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

6 Bupati yang Terinfeksi Covid-19 dalam Sebulan Terakhir

Regional
Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Fakta Terbaru Pengepungan Rumah Mahfud MD, Korlap Tak Mau Tanggung Jawab, Tak Tahu Ada yang Diperiksa Polisi

Regional
Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Sleman dan Klaten Siap Terima Pengungsi Gunung Merapi Lintas Wilayah

Regional
179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

179 Siswa SMK Negeri Jateng Terpapar Covid-19, Uji Coba Belajar Tatap Muka Dihentikan

Regional
Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Ganjar Minta Penyintas yang Sembuh dari Covid-19 Donorkan Plasma Darah

Regional
3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

3 Dokter Kandungan RSD dr Soebandi Positif Covid-19, Berstatus Tanpa Gejala

Regional
Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X