Pasien Positif dan Terindikasi Positif Corona di Kota Tasikmalaya Capai 9 Orang

Kompas.com - 07/04/2020, 11:53 WIB
Juru Bicara Krisis Center Covid-19 sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAJuru Bicara Krisis Center Covid-19 sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Jumlah pasien positif Covid-19 dan terindikasi positif virus corona di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, terus mengalami peningkatan sampai Selasa (7/4/2020) pagi.

Tercatat total 3 kasus positif corona dan 6 kasus terindikasi positif Covid-19.

Lalu 1 orang positif corona meninggal dunia, 1 sembuh, dan 7 pasien masih dalam perawatan yang tersebar di beberapa rumah sakit Kota Tasikmalaya.

"Ya, per hari ini pasien positif meningkat jadi 9 kasus. 7 di antaranya masih dirawat, 1 sembuh dan 1 meninggal dunia," jelas Juru Bicara Tim Krisis Center Covid-19 sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat, Selasa pagi.

Baca juga: Wali Kota Tasikmalaya Larang RW Tarik Pungutan Semprot Disinfektan ke Warga

Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 15 kasus dan 2 di antaranya masih dalam pengawasan, 12 selesai pengawasan dan 1 meninggal dunia.

Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) pun di wilayah Kota Tasikmalaya meningkat drastis menjadi 800 orang karena adanya lonjakan pemudik.

"Jumlah ODP pun meningkat drastis karena adanya lonjakan pemudik. Dari 800 ODP, 557 orang di antaranya masih dalam pemantauan dan 243 selesai pemantauan dan sudah kembali ke rumahnya masing-masing," tambah Uus.

Sampai sekarang, lanjut Uus, pihaknya bersama seluruh tim medis terus berupaya untuk menekan penyebaran corona terutama yang terkonfirmasi positif.

Seluruh kasus jumlah positif tersebut diketahui melalui tes swab dan rapid test serta adanya peningkatan kenaikan status dari beberapa pasien PDP ke konfirmasi positif.

Dijelaskan, 3 kasus positif corona berdasarkan hasil tes swab, sementara 6 kasus indikasi positif corona merupakan hasil rapid test. Namun pasien terindikasi positif corona berdasarkan hasil rapid test masih memerlukan tes lanjutan, yakni tes swab.

Dikonfirmasi terpisah, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk memakai masker saat bepergian keluar rumah.

Penambahan data penyebaran corona di wilayahnya membuat semua pihak harus terus waspada untuk menghambat jumlah penyebaran.

"Kami wajibkan seluruh masyarakat untuk memakai masker jika bepergian keluar rumah," imbau Budi.

Budi pun bersama tim gugus tugas penanganan percepatan covid-19 di wilayahnya terus berupaya menyaring dan mendata para pendatang terutama yang berasal dari beberapa daerah zona merah.

Baca juga: 1 Pasien Corona di Kota Tasikmalaya Sembuh, 2 Lainnya Membaik

Tim gabungan pun terus berupaya maksimal berjaga di 8 pos penjagaan perbatasan untuk meminimalisasi jumlah penyebaran covid-19 yang disebabkan oleh para pemudik dari zona merah.

"Data terus dikumpulkan, data sangat penting untuk nantinya pemetaan penyebaran Covid-19 dan memudahkan proses tracing," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X