Pemkab Cianjur Kesulitan Menahan Kedatangan 13.000 Pemudik

Kompas.com - 07/04/2020, 07:52 WIB
Ilustrasi virus corona di Indonesia ShutterstockIlustrasi virus corona di Indonesia

CIANJUR, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengaku kesulitan dalam memantau dan mengendalikan arus mudik warganya yang datang dari luar daerah.

Hal tersebut disampaikan Pelaksana tugas Bupati Cianjur Herman Suherman saat menggelar konferensi pers di Pendopo Bupati Cianjur, Senin (6/4/2020).

Kedatangan warga Cianjur dari luar daerah, terutama dari zona merah virus corona dikhawatirkan bisa merubah status Cianjur yang saat ini masih hijau atau belum ada sama sekali kasus positif Covid-19.

Baca juga: Data Terbaru di Jabar, 13 Sembuh dan 29 Orang Meninggal akibat Corona

"Sampai saat ini Kabupaten Cianjur masih zona hijau. Namun, kami ada beberapa kendala dalam penanganan, salah satunya banyak pemudik yang datang dari luar daerah,” kata Herman.

Menurut dia, sampai saat ini warga Cianjur yang baru pulang ke kampung halaman sekitar 13.000 orang yang tercatat berdasarkan nama dan alamat dari perangkat RT, RW, desa dan kecamatan.

"Nah, ini yang jadi masalah Cianjur. Dikhawatirkan status hijau terancam, karena banyak datang dari luar daerah yang berpotensi membawa dampak yang kurang baik bagi masyarakat Cianjur," ucap dia.

Baca juga: Tebing 300 Meter di Cianjur Longsor, 3 Hektar Sawah Tergerus, Petani Terancam Gagal Panen

Untuk itu, pemerintah daerah terus memperketat pengawasan di semua batas wilayah dengan menyiagakan ratusan personel gabungan.

“Posko sudah didirikan, di semua titik masuk wilayah, di kawasan Puncak Cipanas, Haurwangi, Cikalongkulon-Jonggol, Cikalongkulon-Purwakarta, Gekbrong, dan di Naringgul yang berbatasan dengan Bandung,” ujar Herman.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X