Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Gerakan "Bantu 1 Ajak 2", Digagas Siswa SMA, Didukung Keluarga Tolong Warga Terdampak Corona

Kompas.com - 02/04/2020, 17:07 WIB
Rachmawati

Editor

KOMPAS.com - Rakean Radya Al Barra siswa SMA di Bandung menggagas gerakan "Bantu 1 Ajak 2" untuk menolong warga yang masih bekerja di tengah wabah corona.

Gerakan tersebut didukung oleh keluarganya. Dibantu ayah, ibu, dan adiknya, ia membuat video yang diunggah di Youtube dengan nama "Gerakan Bantu Satu Ajak Dua."

Menurut Rakean, gerakan "Bantu 1 Ajak 2" adalah satu orang atau satu keluarga membantu memenuhi kebutuhan pekerja harian selama 14 hari.

Dengan membantu, maka pekerja harian tersebut berdiam di rumah saja tanpa perlu keluar untuk bekerja.

Baca juga: DPRD Padang Batal Beli Mobil Dinas, Uangnya untuk Warga Terdampak Corona

“Yang terkena dampak ini sangat banyak, jadi yang harus membantupun perlu banyak orang. kemudian keluarlah ide ini, program Bantu 1 Ajak 2,” ujar Rakean saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/4/2020) malam.

Rakean mengatakan satu orang atau satu keluarga tersebut mengajak dua orang lainnya untuk melakukan hal yang sama yakni membantu kebutuhan pekerja harian yang ada di sekitarnya.

Jika belum bisa melalukan secara mandiri, mereka bisa mengajak orang lain untuk patung. Atau ada kelompok yang mengkoordinir pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak wabah corona.

Menurut siswa SMA tersebut, gerakan ini akan efektif jika dilakukan bersamaan oleh banyak orang.

Baca juga: Tolong Warga Terdampak Corona, Siswa SMA di Bandung Buat Gerakan “Bantu Satu Ajak Dua”

Ibu bantu penjual cuanki

Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.Shutterstock Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.
Rakean mengatakan pembuatan video gerakan "Bantu Satu Ajak Dua" melibatkan ibu, ayah, dan adiknya. Ia membuat video tersebut selama seminggu.

Sang ibu melakukan gerakan tersebut dengan membantu kebutuhan penjual cuanki keliling di dekat rumahnya.

Menurut Rakena, penjual cuanki bercerita selama wabah corona, ia hanya mendapatkan dua pembeli meski berjalan seharian.

Baca juga: Ini 5 Tugas Relawan Desa Lawan Covid-19 Menurut Protokol Kemendes PDTT

“Ketika diajak ngobrol dan diberi bantuan, dia bertanya, apakah uangnya harus dikembalikan?” katanya.

Setelah sang ibu menjelaskan alasan pemberian bantuan tersebut, penjual cuanki ini berkomitmen untuk menetap di rumah dan tidak berjualan lagi.

Rakean menjelaskan, saat ini belum memiliki data pasti berapa banyak orang yang membantu atau terbantu. Namun ia optimis gerakan tersebut bisa membantu warga terdampak corona.

Baca juga: Relawan 69 Distribusikan APD dari Hasil Penjualan Buku Online

Gagas program relawan

Relawan  merapikan tempat tidur dalam kamar Rusunawa IAIN Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (24/3/2020).Dua Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) yang berkapasitas 110 kamar dan 220 tempat tidur itu kini tengah disiapkan sebagai rumah sakit darurat penanggulangan wabah COVID-19 untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus  di wilayah tersebut.ANTARA FOTO/DESTYAN SUJARWOKO Relawan merapikan tempat tidur dalam kamar Rusunawa IAIN Tulungagung, Jawa Timur, Selasa (24/3/2020).Dua Rumah Susun Sewa Sederhana (Rusunawa) yang berkapasitas 110 kamar dan 220 tempat tidur itu kini tengah disiapkan sebagai rumah sakit darurat penanggulangan wabah COVID-19 untuk mengantisipasi jika terjadi lonjakan kasus di wilayah tersebut.
Tak hanya membuat gerakan "Bantu 1 Ajak 2", Rakean juga merancang program di indorelawan.org untuk mengelola volunteer yang berminat gabung menjadi eksekutor atau integrator dalam gerakan ini.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com