Fakta Seorang Polisi di Medan Tewas Tertembak Rekannya, Berawal dari Bercanda

Kompas.com - 31/03/2020, 05:28 WIB
Ilustrasi tewas. ShutterstockIlustrasi tewas.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Seorang anggota Satuan Sabhara Polrestabes Medan Bripda DS (21), tewas setelah diduga tertembak oleh rekannya sendiri, yakni Bripda KHN.

Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (28/3/2020) sore di barak Sat Sabhara Polrestabes Medan Jalan Putri Hijau.

Dari pemeriksaan sementara yang dilakukan polisi, motif pelaku melakukan penembakan itu karena tidak sengaja.

Berikut ini fakta selengkapnya:

Berawal dari bercanda

Ilustrasi senjata api. Ilustrasi senjata api.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edison Isir mengatakan, dari hasil penyidikan sementara yang dilakukan pelaku diduga tidak sengaja menembakan senjata tersebut kepada korban.

Pasalnya, saat kejadian itu awalnya pelaku hanya bercanda dengan menodongkan pistol kepada korban.

Namun, pelaku tidak menyadari bahwa senjata yang digunakan bercanda tersebut ternyata berisikan peluru.

Meski demikian, pihaknya saat ini masih terus melakukan pendalaman penyidikan.

Baca juga: Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Korban tewas tertembak di kepala

Ilustrasi jenazahBBC Ilustrasi jenazah

Dari informasi yang dihimpun, Bripda DS tewas setelah mengalami luka tembakan di bagian kepala sebelah kiri dan menembus sebelah kanan.

Korban diduga tertembak oleh rekannya sendiri berinisial Bripda KHN.

Meski demikian, kasus tersebut saat ini masih terus dilakukan pendalaman penyidikan oleh polisi.

"Sejauh ini kita sudah melakukan penyidikan dan menetapkan satu tersangka yakni Bripda KHN. ada 11 saksi yang dimintai keterangan terhadap kasus ini," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Johnny Edison Isir.

Baca juga: Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Senjata milik Wadir Krimsus Poldasu

Ilustrasi pistol revolver.Thinkstock Ilustrasi pistol revolver.

Dari hasil penyidikan yang dilakukan, senjata yang digunakan pelaku untuk menembak korban ternyata bukan miliknya sendiri.

Melainkan milik Wadir Krimsus Poldasu AKBP Bagus Oktobrianto.

Karena temuan itu, pihaknya masih melakukan pendalaman mengapa senjata tersebut ada di tangan yang bersangkutan.

"Kita masih mendalami mengapa senjata itu bisa sampai di tangan yang bersangkutan," ujar Johnny.

Atas perbuatan itu, tersangka akan dijerat dengan Pasal 338 KUHPidana tentang Pembunuhan dan Pasal 359 KUHPidana tentang kelalaian yang menyebabkan orang lain mati dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

Baca juga: Detik-detik Pria di Banten Melawan Polisi Saat Akan Ditangkap, Keluarkan Pisau hingga Aksi Kejar-kejaran



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X