Seorang Polisi di Medan Diduga Tewas Tertembak Rekannya, Ada Luka di Kepala

Kompas.com - 30/03/2020, 14:46 WIB
Ilustrasi STOCKVAULT.netIlustrasi

 

MEDAN, KOMPAS.com - Seorang anggota polisi di Medan, Bripda DS meninggal dunia dengan luka di bagian kepala di dalam kamarnya, di Jalan Putri Hijau, Medan. Saat ini, polisi masih melakukan pendalaman. 

Informasi yang dihimpun, Bripda DS diduga tewas karena letusan peluru dari pistol milik rekannya.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (28/3/2020) sore. Bripda DS, meninggal dengan luka tembakan di bagian kepala sebelah kiri dan menembus sebelah kanan. 

Ketika dihubungi lewat telepon, Kasatreskrim Polrestabes Medan, AKBP Maringan Simanjuntak mengatakan, pihaknya saat ini masih melakukan pendalaman. 

Baca juga: 4 KKB di Tembagapura Tewas Tertembak, Jenazah Dibakar Anggota Kelompok

Dugaan ketidaksengajaan

"Masih dalam pemeriksaan kita. (Dugaan ketidaksengajaan) masih kita dalami. Sabar dulu ya," katanya.

Dia pun tidak menjelaskan bagaimana kronologis peristiwa tersebut.

Diketahui, korban meninggal dunia di kamarnya di lantai dua.

"Pagi ini kita dalami. Hari ini mudah-mudahan tuntas lah," katanya. 

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja ketika dihubungi melalui aplikasi percakapan WhatsApp mengatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

"Kasus ini sedang dalam penyelidikan oleh pihak Polrestabes dan di-back up Polda Sumut," katanya.

Baca juga: [POPULER NUSANTARA] Warga ke Luar Negeri, Gubernur Kalbar Komentar | 4 KKB Tewas Tertembak

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral Video Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP dari RS, Datang 100 Orang dan Bawa Senjata Tajam

Viral Video Keluarga Ambil Paksa Jenazah PDP dari RS, Datang 100 Orang dan Bawa Senjata Tajam

Regional
Wali Kota Pontianak: Hampir 50 Persen Pasien Corona Sudah Sembuh

Wali Kota Pontianak: Hampir 50 Persen Pasien Corona Sudah Sembuh

Regional
Gubernur Kalbar Pastikan Masjid Raya Mujahidin Siap Gelar Shalat Jumat

Gubernur Kalbar Pastikan Masjid Raya Mujahidin Siap Gelar Shalat Jumat

Regional
Wakil Wali Kota Surabaya Dikabarkan Berstatus ODP, Gugus Tugas Tracing dan Tes Swab

Wakil Wali Kota Surabaya Dikabarkan Berstatus ODP, Gugus Tugas Tracing dan Tes Swab

Regional
La Nyalla Bakal Lapor Jokowi soal Konflik Bupati dengan DPRD Jember

La Nyalla Bakal Lapor Jokowi soal Konflik Bupati dengan DPRD Jember

Regional
Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Walkot Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah

Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Walkot Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah

Regional
20 Tenaga Medis RS Unair Surabaya yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

20 Tenaga Medis RS Unair Surabaya yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Regional
Misteri Hilangnya Speedboat di Laut Maluku, Angkut Pemain Bola, Pesawat TNI AU Dikerahkan Sisir Lautan

Misteri Hilangnya Speedboat di Laut Maluku, Angkut Pemain Bola, Pesawat TNI AU Dikerahkan Sisir Lautan

Regional
Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Regional
Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Regional
Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Regional
Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Regional
Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Regional
Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Regional
TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X