Cegah Corona, Akses Keluar Masuk Kota Kendari Bakal Diperketat

Kompas.com - 30/03/2020, 14:51 WIB
Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATIWali Kota Kendari Sulkarnain Kadir

KENDARI, KOMPAS.com - Wali Kota Kendari Sulkarnain Kadir bakal memperketat akses keluar masuk kendaraan mulai 1 April 2020.

Sulkarnain mengatakan, keputusan tersebut seiring dengan terjadinya peningkatan wabah virus corona ( Covid-19) di Indonesia, maupun di Kota Kendari. Sulawesi Tenggara.

"Mulai sosialisasi saat ini, dan diberlakukan tanggal 1 April 2020 pukul 09.00 WITA. Kita juga akan koordinasi dengan kabupaten lain terkait ini,” kata dia kepada wartawan, Senin (30/3/2020).

Baca juga: 30 Tenaga Medis di RS Bahteramas Kendari Tetap Kerja Usai Kontak dengan Pasien Covid-19

Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perhubungan Kota Kendari diketahui hampir seribu kendaraan masuk ke Kota Kendari.

“Kalau tidak jelas alasannya tidak boleh masuk, yang diizinkan hanya yang mendesak, darurat dan tidak bisa ditunda. Kalaupun boleh masuk akan didata, jangan sampai kategori Orang Tanpa Gejala (OTG),” kata Sulkarnain.

Seluruh warga yang masuk Kota Kendari akan menjalani pemeriksaan fisik.

Baca juga: Sempat Kehabisan, RS Bahteramas Kendari Datangkan 600 Masker untuk Tangani Covid-19

Selain itu, diwajibkan mengisi formulir yang disediakan untuk dilakukan pendataan.

Sulkarnain menambahkan, pengawasan wilayah akan diberlakukan hingga waktu yang belum ditentukan, termasuk membatasi warga untuk mudik lebaran.

"Prioritas untuk kendaraan ambulans yang membawa pasien sakit, kendaraan pengangkut kebutuhan pokok, dan pegawai dalam tugas dinas baik ASN dan swasta yang dilengkapi dengan surat tugas," ujarnya.

Untuk diketahui. terdapat 32 warga Kota Kendari berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) ada 11 kasus dan 1 pasien positif virus corona (Covid-19).



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terungkap, Ini Motif Mbak Ida Pamer Celana Dalam Saat Naik Motor

Terungkap, Ini Motif Mbak Ida Pamer Celana Dalam Saat Naik Motor

Regional
Positif Covid-19, Ketua KPU Muratara Sempat Hadiri Rakor Pilkada di Palembang

Positif Covid-19, Ketua KPU Muratara Sempat Hadiri Rakor Pilkada di Palembang

Regional
Diduga Terlibat Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 7 Orang Ditangkap, Satu di Antaranya Perempuan

Diduga Terlibat Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar, 7 Orang Ditangkap, Satu di Antaranya Perempuan

Regional
Viral Video Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Covid-19 di Minahasa Utara Dipukul

Viral Video Sopir Ambulans Pengantar Jenazah Covid-19 di Minahasa Utara Dipukul

Regional
'Nasinya Lembek dan Lengket Seperti Lem, Kami Tak Berani Makan'

"Nasinya Lembek dan Lengket Seperti Lem, Kami Tak Berani Makan"

Regional
RS Lapangan di Malang Bisa Ditempati Pasien Covid-19 dari Luar Daerah

RS Lapangan di Malang Bisa Ditempati Pasien Covid-19 dari Luar Daerah

Regional
Detik-detik Evakuasi Pesut Berusia 30 Tahun di Riau, Sempat Lolos dari Jaring

Detik-detik Evakuasi Pesut Berusia 30 Tahun di Riau, Sempat Lolos dari Jaring

Regional
4 Penyelanggara Pemilu Positif Covid-19, Tahapan Pilkada Sumbar Tetap Lanjut

4 Penyelanggara Pemilu Positif Covid-19, Tahapan Pilkada Sumbar Tetap Lanjut

Regional
Seorang Komisioner KPU Bangli Positif Covid-19, Pernah ke Surabaya

Seorang Komisioner KPU Bangli Positif Covid-19, Pernah ke Surabaya

Regional
10 Anggota Keluarga dari Mahasiswa Positif Covid Tolak Jalani Swab karena Alasan Ini

10 Anggota Keluarga dari Mahasiswa Positif Covid Tolak Jalani Swab karena Alasan Ini

Regional
Jenazah Korban Mutilasi Kalibata City Dimakamkan, Adik: Saya Masih Berusaha Mengikhlaskan

Jenazah Korban Mutilasi Kalibata City Dimakamkan, Adik: Saya Masih Berusaha Mengikhlaskan

Regional
Kronologi Keluarga Buka Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap, Hasil Swab Belum Keluar

Kronologi Keluarga Buka Peti Jenazah Pasien Covid-19 di Cilacap, Hasil Swab Belum Keluar

Regional
Sempat Kabur Dua Jam, Pemerkosa Wanita Penjual Gorengan Ditangkap, Mengaku Khilaf

Sempat Kabur Dua Jam, Pemerkosa Wanita Penjual Gorengan Ditangkap, Mengaku Khilaf

Regional
Pengakuan Ibu yang Aniaya Anaknya dengan Balok Kayu: Saya Memukulnya karena Kesal

Pengakuan Ibu yang Aniaya Anaknya dengan Balok Kayu: Saya Memukulnya karena Kesal

Regional
Istri Wali Kota Pontianak Positif Corona

Istri Wali Kota Pontianak Positif Corona

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X