Alasan Gubernur Kepri Datangkan Dokter dari China: Mereka Punya Pengalaman Tangani Covid-19

Kompas.com - 30/03/2020, 11:20 WIB
Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Isdianto berharap agar sejumlah provinsi yang ada di Indonesia belum memberlakukan lockdown area. Hal ini dikarenakan saat ini perharinya sedikitnya ada 3.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia dan Singapura melalui jalur Kepri. Dan jika dilakukannya lockdown local, tentunya ribuan TKI ini akan tertahan di Kepri dan akan terus menumpuk disini. DOK HUMAS KEPRIPlt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Isdianto berharap agar sejumlah provinsi yang ada di Indonesia belum memberlakukan lockdown area. Hal ini dikarenakan saat ini perharinya sedikitnya ada 3.000 tenaga kerja Indonesia (TKI) yang pulang dari Malaysia dan Singapura melalui jalur Kepri. Dan jika dilakukannya lockdown local, tentunya ribuan TKI ini akan tertahan di Kepri dan akan terus menumpuk disini.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Perkembangan kasus Covid-19 yang semakin meluas menjadi perhatian serius pemerintah pusat dan daerah.

Menyikapi kondisi itu, Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Kepulauan Riau Isdianto mengaku akan mendatangkan sejumlah dokter dari China untuk menangani wabah tersebut.

Langkah itu dilakukan karena dokter dari China dianggap sudah memiliki cukup pengalaman dalam menangani virus tersebut.

"Hal ini dilakukan karena para dokter dari luar itu sudah punya pengalaman dalam menangani Covid-19 ini. Dan, diharapkan bisa banyak membantu," ujarnya saat menghadiri rapat virtual bersama sejumlah menteri, Minggu (29/3/2020).

Baca juga: Kisah Haru Perawat Positif Covid-19: Anak Sering Tanya Mama Kapan Pulang?

Selain kebijakan itu, menurutnya Pemprov Kepri bersama para pemangku kepentingan terkait selama ini sudah berupaya keras untuk menangani Covid-19.

Hanya saja, ia mengaku upaya yang dilakukan itu masih terdapat sejumlah kendala, salah satunya terkait pengadaan alat pelindung diri (APD) bagi tenaga medis.

"Iya kami kekurangan APD, masih butuh sekitar 10.000 lagi. Kemarin sudah dikirim 2.000 dari pusat. APD sebanyak 10.000 yang kami butuhkan itu untuk RS Galang dan selebihnya untuk RS lain yang ada di Kepri," papar Isdianto.

Sebagai informasi, perkembangan kasus positif corona di Kepri tercatat terus bertambah.

Dari data yang diterima dari Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, saat ini jumlah warga Kepri yang terinfeksi virus corona bertambah dari enam menjadi 14 orang per tanggal 29 Maret 2020. Atau ada penambahan sekitar delapan orang.

Delapan orang yang dinyatakan positif corona melalui rapid test ini terdiri dari warga Tanjungpinang enam orang (salah satunya ASN pemkot Tanjungpinang) dan Batam dua orang.

“Ada 8 orang yang positif berdasarkan rapid test, 6 di Tanjungpinang dan 2 di Batam,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kepri Tjetjep Yudiana melalui pesan WhatApp, Minggu (29/3/2020) sore kemarin.

Baca juga: Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami

Sementara keluhan terkait APD itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang memimpin rapat virtual tersebut mengatakan, terkait kebutuhan APD, masing-masing daerah saat ini sudah bisa langsung melakukan pemesanan.

Adapun rapat virtual itu diketahui diikuti sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara. Di antaranya adalah Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, Menteri Kelautan dan Perikanan, Kepala BNPB, Gubernur Kalimantan Utara, Gubernur Riau, Gubernur Papua, Gubernur Papua Barat, Gubernur Kepulauan Riau, dan lainnya.

Penulis : Kontributor Batam, Hadi Maulana | Editor : Farid Assifa

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X