Pasien Positif Corona di Kota Malang Tambah 1, Pernah Study Tour dari Jogja

Kompas.com - 27/03/2020, 19:57 WIB
Ilustrasi virus corona covid-19 ShutterstockIlustrasi virus corona covid-19

MALANG, KOMPAS.com - Pasien terkonfirmasi positif virus corona atau Covid-19 di Kota Malang bertambah, Jumat (27/3/2020).

Pasien itu memiliki riwayat study tour ke Yogyakarta.

Kepala Bagian Humas Pemerintah Kota Malang, Nur Widianto mengatakan, pasien itu berada di Yogyakarta pada tanggal 13 Maret 2020.

Dua hari kemudian, pasien itu mengalami gejala corona.

Baca juga: Minimalisasi Kerumunan, Pasar di Bali Ini Terapkan Layanan Belanja Online

"Riwayat sehabis study tour ke Jogja tanggal 13 Maret 2020, dan kemudian tanggal 15 Maret 2020 timbul gejala," kata Nur.

Pasien itu sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Tentara Soepraoen (RST) Kota Malang.

"Iya, pasien positif yang dirawat di RST," kata dia.

Dengan begitu, jumlah pasien positif corona di Kota Malang bertambah menjadi tiga orang.

 

 

Satu pasien yang berstatus mahasiswa dan dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang sudah dinyatakan sembuh.

Satu pasien positif lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit tersebut.

Sementara itu, pasien dalam pengawasan (PDP) di Kota Malang bertambah menjadi delapan orang.

Baca juga: Pangkas Perjalanan Dinas, Pemkot Malang Anggarkan Rp 37,3 M untuk Corona

 

Empat pasien dirawat di Rumah Sakit Lavalette, dua pasien di Rumah Sakit Panti Waluyo Sawahan, satu pasien di RSUD Kota Malang dan satu pasien lagi di Rumah Sakit Prima Husada.

Sementara itu, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Kota Malang berjumlah 142 orang.

Terdiri dari 94 orang warga Kota Malang dan 48 orang tenaga kesehatan.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Kerangka Manusia Ditemukan di Kebun Sawit Luwu Utara, Ini Hasil Penyelidikan Polisi

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 11 Agustus 2020

Regional
PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

PDI-P Umumkan Calon Pengganti Risma pada 19 Agustus 2020, Siapa Dia?

Regional
Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Anggota DPRD Tak Percaya Covid-19, Walkot Ambon: Tinggal Saja di Lokasi Karantina

Regional
Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Ayah Bunuh Bayi 40 Hari karena Ditolak Istri Saat Minta Berhubungan Badan, Begini Kronologinya

Regional
CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

CCTV Rusak, Penyebab Hilangnya 33 Tiang Pembatas Jembatan Ampera Masih Misterius

Regional
Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Sisi Jalan Tol Palindra Ogan Ilir Terbakar, Jarak Pandang Pengendara Sempat Terganggu

Regional
Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Merasa Dihina di Medsos, Anggota DPRD Ciamis Laporkan Anak Gadisnya ke Polda Jabar

Regional
Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Ngajar di Pedalaman, Guru Honorer Ini Dihadiahi Rp 15 Juta dari Jokowi

Regional
Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Uji Klinis Fase 3 Resmi Dimulai, Erick Thohir Pastikan Calon Vaksin Covid-19 Halal

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 11 Agustus 2020

Regional
Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Seorang Wartawan di Kalsel Divonis 3 Bulan Penjara karena Berita

Regional
22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

22 Rumah Adat Sumba Terbakar karena Faktor Alam, Ini Kronologinya

Regional
DLHK Karawang: Penyebab Sungai Citarum Menghitam dan Berbau Bukan karena Limbah

DLHK Karawang: Penyebab Sungai Citarum Menghitam dan Berbau Bukan karena Limbah

Regional
'Demi Ilmu Pengetahuan, Belajar di Bawah Pohon Mangga Juga Baik'

"Demi Ilmu Pengetahuan, Belajar di Bawah Pohon Mangga Juga Baik"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X