Kisah Satu Keluarga di Demak Bertahan di Tengah Desa Yang Tenggelam, Gunakan Perahu dan Tanam Ribuan Mangrove

Kompas.com - 27/03/2020, 10:20 WIB
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Banjir rob yang terjadi selama 20 tahun terakhir telah menenggelamkan dua dusun di Demak, Jawa Tengah, membuat lebih dari 200 kepala keluarga terpaksa pindah. Namun keluarga Pasijah memutuskan bertahan.

Perempuan paruh baya yang akrab disapa Pasijah itu mengayuh dayung sampan yang selama beberapa tahun terakhir dipakainya untuk bepergian.

Air laut yang mengepung rumah membuatnya harus menggunakan sampan ke mana pun, bahkan ketika sekadar harus ke pasar untuk membeli kebutuhan sehari-hari, serta mengantar anaknya ke sekolah.

Baca juga: Perubahan Iklim, Pesisir Indonesia Terancam Tenggelam (1)

Keluarga Pasijah adalah satu-satunya keluarga yang bertahan di Dusun Rejosari Senik, Desa Bedono, Demak, Jawa Tengah.

Abrasi yang terjadi selama 20 tahun terakhir telah menenggelamkan dua dusun di Desa Bedono yang membuat lebih dari 200 kepala keluarga terpaksa pindah.

"Desa ini dulunya dikelilingi sawah. Saya di sini juga menanam padi dan jagung. Tapi rob datang terus menerus, akhirnya dibuat tambak. Tapi rob semakin parah sekarang malah jadi laut," ujar Mak Jah, panggilan akrab Pasijah.

Baca juga: Perubahan Iklim, Pesisir Indonesia Terancam Tenggelam: Mereka yang Bertaruh Nyawa (2)

Mak Jah dan keluarga terpaksa meninggikan rumahnya tiga kali karena air laut terus meninggi BBC Indonesia/Anindita Pradana Mak Jah dan keluarga terpaksa meninggikan rumahnya tiga kali karena air laut terus meninggi
Sejak tahun 2001, banjir rob menjadi langgangan pesisir Demak yang berdekatan dengan ibu kota Jawa Tengah, Semarang. Namun akhirnya, banjir yang biasanya menerjang setahun sekali, lambat laun menjadi banjir permanen.

Pada tahun 2004, air laut mulai menggenangi desa. Hingga akhirnya dua tahun kemudian, seluruh warga dusun tempat tinggal Mak Jah, terpaksa pindah.

"Tahun 2005 ada unjuk rasa [menuntut relokasi], tahun 2006 sedikit demi sedikit warga mulai pindah hingga tahun 2010 sudah kosong, tinggal saya saja. Sendirian, tidak ada temannya," tutur Mak Jah.

Baca juga: Cerita Sutiyoso soal Konsep Tembok Raksasa untuk Tangani Banjir Rob

Laut yang dulunya berjarak sekitar empat kilometer dari rumahnya pun perlahan-lahan menggenangi rumahnya.

Teras depan rumah yang terendam air membuatnya harus menyesuaikan tata letak rumahnya. Ruang tamu dia jadikan kamar tidur sementara pintu belakang dan dapur, kini jadi pintu masuk ke dalam rumah.

Mak Jah mengaku terpaksa meninggikan lantai rumah tiga kali agar tak tenggelam.

"Saya tinggikan sendiri. Saya pakai perahu ke rumah-rumah, cari pecahan tembok yang sudah dipakai. Saya izin ke yang punya rumah. Kalau nggak diizinkan saya tidak ambil," kata dia.

Baca juga: Benarkan Gerhana Bulan Sebabkan Banjir Rob, Ini Penjelasan BMKG

Tinggal saya saja di dusun ini. Tidak ada temannya, Mak Jah, satu-satunya warga yang tersisa di dusun yang tenggelam di Demak, Jawa Tengah BBC Indonesia/Ayomi Amindoni Tinggal saya saja di dusun ini. Tidak ada temannya, Mak Jah, satu-satunya warga yang tersisa di dusun yang tenggelam di Demak, Jawa Tengah
Dengan kondisi rumah yang dikepung air laut, setiap hari Mak Jah harus berjibaku dengan air pasang yang selalu menerjang sejak petang hingga tengah malam.

Suatu kala, air laut pasang hingga mencapai tempat tidurnya, membuatnya terbangun dalam kondisi basah kuyup di tengah malam.

"Bantal basah semua, kemambang (terapung)," ujarnya sambil membayangkan pengalamannya itu.

"Kapok, amben-amben terus didhuwurke (tempat tidur lalu ditinggikan)," imbuhnya.

Baca juga: Selama 2 Hari, Banjir Rob Bercampur Minyak Mentah Melanda Rumah Warga di Karawang

Kendala ekonomi menjadi faktor utama keluarganya bertahan di rumah itu.

Mata pencaharian Rohani, suami Mak Jah, sebagai nelayan disebut hanya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, keluarga Mak Jah membantu pembibitan mangrove yang ditanam di sekitar rumahnya.

Dia mengaku sudah menanam puluhan ribu mangrove, bekerja sama dengan perguruan tinggi di Semarang dan Dinas Lingkungan Hidup Demak.

Baca juga: Pengendali Banjir Rob Semarang Rampung Pertengahan 2019

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Arief Berikan Respons Positif akan Rencana IPB Dirikan Sekolah Peternakan Rakyat di Blora

Bupati Arief Berikan Respons Positif akan Rencana IPB Dirikan Sekolah Peternakan Rakyat di Blora

Regional
USAID dan CCBO Kagum dengan Aksi Warga Kelola Sampah di Makassar

USAID dan CCBO Kagum dengan Aksi Warga Kelola Sampah di Makassar

Regional
Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Regional
Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Regional
Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Regional
HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Regional
Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Regional
HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Regional
Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Regional
Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.