Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

IDI Kepri Ancam Tak Layani Pasien Corona jika 6 Tuntutannya Tak Dipenuhi

Kompas.com - 24/03/2020, 13:26 WIB
Setyo Puji

Editor

KOMPAS.com - Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepulauan Riau (Kepri) membuat surat terbuka yang ditujukan kepada pimpinan daerah setempat.

Surat terbuka tersebut berkaitan dengan penanganan Covid-19 yang diketahui semakin merebak dan banyak menimbulkan korban.

Terlebih, virus tersebut tidak hanya mengancam keselamatan pasien bersangkutan, melainkan juga petugas medis yang memberikan penanganan kesehatan.

Ketua IDI Provinsi Kepri dr Rusdani mengatakan, dalam surat terbuka tersebut sedikitnya ada enam tuntutan.

Jika enam poin tuntutannya tak tidak bisa dipenuhi, IDI mengancam tidak akan memberikan pelayanan kepada pasien yang terindikasi terpapar Covid-19.

“Jika enam poin tersebut Bapak Plt Gubernur Kepri tidak bisa menjalankannya, kami mohon maaf tidak akan memberikan pelayanan,” terang Rusdani, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Fakta di Balik PDP Covid-19 Ditolak 4 Rumah Sakit, Kondisi Pasien Memburuk hingga Petugas Puskesmas Pakai Pelindung Jas Hujan

Adapun enam tuntutan yang disampaikan dalam surat terbuka itu di antaranya adalah:

1. Meminta Pemprov Kepri membuat pembatasan mobilisasi penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

2. Meminta aparat bertindak tegas kepada masyarakat yang tidak menjalankan social distancing.

3. Kegiatan perkantoran termasuk sidang pengadilan untuk sementara ditunda

4. Meminta seluruh RS, Puskesmas, Klinik dan tempat praktek pribadi dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) standar.

5. Laboratorium pemeriksaan standar RT PCR (Real Time Reverse Transcriptase Polymerase ) disediakan di ibukota Provinsi agar diagnosis segera dilakukan kurang dari 24 jam.

6. Meminta data pasien untuk dibuka agar dapat memudahkan tracing (pelacakan).

Rusdani menyampaikan, sikap tegas yang disampaikan IDI tersebut karena kondisi saat ini dianggap sudah sangat memprihatinkan.

Sebab, alat pelindung diri (APD) yang digunakan tim medis untuk penanganan pasien virus corona, diketahui di wilayah tersebut minim hingga kosong.

Akibat minimnya alat kesehatan itu, ia menyebut sudah ada tujuh dokter telah menjadi korban dan meninggal dunia.

Baca juga: APD Tim Medis Kosong, IDI Kepri Ancam Tak Layani Pasien Corona

Menyikapi tuntutan itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudina mengaku sependapat dengan keluhan yang disampaikan IDI tersebut.

Namun demikian, terkait kelangkaan APD juga menjadi masalah nasional.

“Saya sependapat dengan IDI Kepri, sebab terkait kelangkaan APD saat ini adalah masalah nasional,” jelas Tjetjep.

Pihaknya mengatakan, sebelumnya Pemprov sudah mendapat bantuan 250 set APD dari Kemenkes. Namun, jumlah itu dianggap masih sangat kurang. Mengingat untuk menangani satu pasien corona membutuhkan sedikitnya 15 APD.

Kendati demikian, Pemprov saat ini sudah menganggarkan untuk pengadaan 500 APD dan diharapkan bisa segera datang.

“Setidaknya masalah APD akan segera dapat diatasi dalam beberapa hari ini, APD yang dibutuhkan Insyaallah dimudahkan, kami akan segera menjemputnya ke Jakarta bantuan dari China yang diberikan melalui Menteri Pertahanan,” tandasnya.

Penulis : Kontributor Batam, Hadi Maulana | Editor : Aprillia Ika

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com