Aksi-aksi Polisi Cegah Corona, Semprot Tamu Hajatan dengan Disinfektan, Bubarkan Pelajar hingga Pengunjung Kafe Pakai Pengeras Suara

Kompas.com - 23/03/2020, 05:38 WIB
Ilustrasi polisi. SHUTTERSTOCKIlustrasi polisi.

KOMPAS.com- Virus corona (Covid-19) yang mewabah memang tak boleh disepelekan karena bisa menyerang siapapun tanpa pandang bulu.

Hingga Minggu (22/3/2020), jumlah kasus positif corona mencapai 514 kasus, 48 di antaranya meninggal dunia.

Kapolri Jenderal Idham Aziz pun mengeluarkan maklumat yang antara lain berisi larangan kegiatan yang mengumpulkan kerumunan massa.

Jajaran kepolisian di daerah pun mulai menyisir titik-titik yang berpotensi membuat kerumunan.

Berikut aksi-aksi polisi membubarkan kerumunan masyarakat dari kafe hingga hajatan yang dirangkum oleh Kompas.com:

Baca juga: Sederet Fakta Lengkap di Balik Solo KLB Virus Corona...

Bubarkan pengunjung kafe Surabaya, pakai pengeras suara

Potongan video viral pembubaran kafe tempat nongkrong para pemuda di Surabaya.KOMPAS.COM/A. FAIZAL Potongan video viral pembubaran kafe tempat nongkrong para pemuda di Surabaya.
Di tengah wabah corona, kafe di Surabaya masih saja ramai pengunjung pada Minggu (22/3/2020) dini hari.

Aparat Polsek Wiyung pun bergerak menuju kafe dan meminta seluruh pengunjung untuk pulang.

Melalui pengeras suara, polisi memberi waktu 10 menit untuk pengunjung membubarkan diri.

"Saya beri waktu 10 menit, semua pengunjung kafe diminta segera membubarkan diri," kata polisi.

Saat dikonfirmasi, polisi membenarkan kejadian itu.

"Itu kafe di jalan raya Wiyung-Menganti. Yang membubarkan dan membawa pengeras suara itu saya," kata Kapolsek Wiyung, Kompol M Rasyad, dihubungi melalui telepon, Minggu sore.

Dia juga meminta pemilik kafe memahami kondisi darurat saat ini.

Pasalnya Surabaya menjadi daerah dengan sebaran virus corona paling banyak di Jawa Timur.

Baca juga: Ganjar Prioritaskan Semarang dan Solo untuk Rapid Test Corona, Begini Skenarionya

 

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona
Bubarkan pelajar di mal

Hampir seluruh daerah kini meliburkan sekolah sebagai langkah pencegahan penularannya Covid-19.

Pelajar diminta melakukan proses belajar mengajar dari rumah.

Namun tidak dengan para pelajar di Gresik, Jawa Timur yang justru keluyuran di tengah ancaman Corona.

Tim gabungan Polres Gresik, Satpol PP dan Dinas Pendidikan memergoki para pelajar nongkrong di mal dan kafe.

"Tadi di Icon Mall dapat 8 siswa dan di kafe area kawasan industri Gresik dapat delapan siswa," kata Kasat Binmas Polres Gresik AKP Zunaidi.

Para siswa lalu dikumpulkan dan dipanggil orang tuanya agar diberi edukasi terkait bahaya Covid-19.

"Kami mengimbau kepada orangtua untuk membina anak agar tetap belajar di rumah," ujar dia.

Baca juga: Cerita Cinta Orangtua, Rawat Anak Balitanya yang Positif Corona hingga Sembuh

Bubarkan hajatan di Banyumas, tamu disemprot disinfektan

Petugas menyemprot disinfektan kepada tamu hajatan warga di Purwokerto, Jawa Tengah, disemprot disinfektan, Minggu (22/3/2020).KOMPAS.COM/DOK POLRESTA BANYUMAS Petugas menyemprot disinfektan kepada tamu hajatan warga di Purwokerto, Jawa Tengah, disemprot disinfektan, Minggu (22/3/2020).
Acara hajatan di Gang IV Overste Isdiman Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (22/3/2020) dibubarkan polisi.

Menurut informasi, tak hanya warga lokal yang menghadiri hajatan.

Namun ada rombongan empat bus yang Wonogiri yang turut hadir dalam acara pernikahan itu.

"Tadi ada laporan dari warga, ada hajatan dihadiri rombongan empat bus, jumlahnya sekitar 200 orang. Kami datangi, komunikasi dengan pihak keluarga memberikan edukasi," kata Kapolresta Banyumas Kombes Whisnu Caraka saat dihubungi melalui sambungan telepon, Minggu (22/3/2020).

Whisnu memastikan acara hajatan langsung berhenti setelah didatangi polisi.

Tak hanya dibubarkan, para tamu yang keluar pun disemprot dengan disinfektan.

"Kami tutup jalan, kami lakukan penyemprotan, tamu-tamunya kami semprot, busnya juga kami semprot, semua barang disemprot. Setelah keluar, tamu diperiksa suhu badannya, alhamdulillah sehat semua," ujar Whisnu.

Sementara rombongan asal Wonogiri langsung diminta kembali ke daerah asalnya dengan dikawal polisi.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Achmad Faizal, Fadlan Mukhtar Zain | Editor: Dheri Agriesta, Farid Assifa, David Oliver Purba)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X