Penjual Nasi Kuning Jadi Dukun Pengganda Uang dan Emas, Kerugian Capai Rp 296 Juta

Kompas.com - 20/03/2020, 05:45 WIB
Ilustrasi uang dalam amplop. SHUTTERSTOCKIlustrasi uang dalam amplop.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Eka Surya Darma (42) ditangkap diringkus polisi karena kasus penipuan dan penggelapan pada Kamis (19/3/2020).

Pria yang sehari-hari berjualan nasi kuning di Kelurahan Karangjati, Kecamatan Pandaan, Pasuruan mengaku sebagai ahli penggandaan uang.

Kasus tersebut terungkap saat korban melapor ke polisi pada 28 November 2019. Korban mengaku telah ditipu Eko dengan modus menggandakan uang dengan kerugian mencapai Rp 296 juta.

Baca juga: Kronologi Dukun Pengganda Uang Dibunuh Pasiennya Sendiri

Dilansir dari Suryamalang.com, Wakapolres Pasuruan, Kompol Hendy Kurniawan mengatakan tersangka mengaku bisa menyembuhkan penyakit kiriman selama bertahun-tahun.

Ia juga mengaku bisa menggandakan uang atau emas dengan menggelar ritual kepada Bunda Ratu.

Hendy menjelaskan, sebelum ritual Eka meminta korban menyediakan tiga elemen ilmu yakni emas untuk elemen kesempurnaan, minyak wangi untuk elemen cair, dan uang kertas tunai untuk elemen kertas.

Baca juga: Pasien yang Bunuh Dukun Pengganda Uang di Karawang Serahkan Diri

"Karena janji dan kata-kata tersangka menggiurkan dan meyakinkan, akhirnya korban tergiur dan menyerahkan tiga eleman itu," kata Hendy.

Korban menyerahkan uang tunai sebesar Rp 150 juta dan emas mencapai 424 gram.

Setelah itu Eka mengajak korban melakukan ritual hingga lebih dari 10 kali setelah semua elemen dilengkapi.

Ritual dilakukan pada hari yang ditentukan.

Baca juga: Hasil Korupsi Dana Desa Hilang Dibawa Kabur Penipu Berkedok Dukun Pengganda Uang

"Lalu uang, emas, dan minyak dimasukkan ke dalam kardus dan ditutup kain."

"Tersangka menyebut nantinya uang dan emas akan berlipat-lipat dalam jangka waktu yang tidak ditentukan," jelas dia.

Eka kemudian berpesan ke korban agar tidak membuka kardus dan menunggu petunjuk dari Bunda Ratu.

Baca juga: Menganggur, Cakades Gagal Buka Jasa Pengganda Uang, Klaim Dibantu 40 Jin

Awalnya korban mengikuti Eka. Namun karena penasaran, korban membuka kardus tersebut pada 28 Oktober 2019.

"Ternyata kardus itu berisi berbagai emas dan liontin palsu, dan potongan koran seukuran uang kertas," ungkap dia.

Korban konfirmasi kepada tersangka. Namun Eka malah marah dan menyebut uang dan emas itu hilang dan berubah menjadi kertas dan emas palsu karena dibawa Bunda Ratu.

"Kata tersangka, itu berubah karena korban membuka kardus sebelum saatnya," tambah dia.

Baca juga: Dukun Pengganda Uang Beraksi Tawarkan Miliaran Rupiah, Pensiunan TNI Jadi Korban

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Viral 2 Polisi Pukuli ODGJ, Kapolres Tanggung Biaya Berobat dan Minta Maaf

Regional
Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Libur Lebaran di Pantai, Dua Warga Cianjur Terseret Ombak

Regional
Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah Shalat Id di Masjid, 13 Orang Diamankan

Regional
Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Jadi Klaster Aktif Penyebaran Covid-19, Pasar Pinasungkulan Manado Berlakukan Ganjil Genap

Regional
1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

1.932 kendaraan Diputar Balik Selama PSBB Parsial di Cianjur

Regional
Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Kronologi Kepala Desa Dikeroyok Usai Tegur Jemaah yang Shalat Id di Masjid

Regional
'Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari'

"Lebaran Dulu Dapat Sampai Rp 700.000, Sekarang Cuma Rp 50.000 Sehari"

Regional
Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Seorang Pedagang Meninggal Reaktif Covid-19, Pasar Kebun Semai Palembang Ditutup

Regional
Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Bupati Bener Meriah Ajukan Surat Pengunduran Diri Langsung ke Mendagri

Regional
Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Ambulans Tertahan Penutupan Jalan, Bayi Dalam Kandungan Meninggal

Regional
[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] ODGJ Babak Belur Dihajar 2 Polisi | Fakta Baru Ibu Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Fakta Polisi Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Kabur Pakai Fortuner hingga Dimutasi Kapolda Jabar

Regional
PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 8 Juni

Regional
Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Curi Ponsel Pasien Positif Covid-19, Pelaku Ikut Diisolasi

Regional
3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

3 Klaster Ini Sumbang Kasus Covid-19 Terbanyak di Sulut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X