Ridwan Kamil Minta Pemerintah Pusat Beri Informasi soal Pasien Positif Corona

Kompas.com - 13/03/2020, 16:34 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada media usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama DPRD Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (13/3/2020). KOMPAS.COM/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan keterangan kepada media usai rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama DPRD Jabar di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Jumat (13/3/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap pemerintah pusat bisa memberitahu pemerintah daerah soal pasien positif terjangkit virus corona.

Menurut dia, keterbukaan itu akan sangat membantu pemerintah daerah dalam mengantisipasi potensi penyebaran.

Hal itu disampaikan Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil, seusai rapat koordinasi penanganan Covid-19 bersama DPRD Jabar di Gedung Sate, Bandung, Jumat (13/3/2020).

"Jadi pembahasan kita, kita mohonkan jika ada yang positif di lokus Jabar. Jangan sampai kejadian di Bali, maaf ya pemerintahnya tidak tahu, sehingga tidak bisa melakukan penelusuran," ucap Emil.

Baca juga: Umumkan 4 Warga Positif Corona, Gubernur Banten Pastikan Sesuai Data di Pusat

Emil mengatakan, informasi soal pasien positif terjangkit virus corona akan tetap menjadi konsumsi internal pemerintah daerah dan tidak akan disebarluaskan.

Menurut Emil, data itu bisa menjadi rujukan untuk melakukan penelusuran riwayat pasien.

"Yang penting dijaga, informasi itu hanya untuk kepentingan pemerintah. Alamat dan lain-lain tak boleh dipublikasikan sesuai hak asasi manusia. Tapi kami butuh data itu untuk melakukan tindakan terukur," ujar Emil.

Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi dan Koordinasi Covid-19 Jabar, Jumat ini, pukul 11.30 WIB, tercatat ada 448 orang dalam pemantauan (ODP).

Kemudian, 28 pasien dalam pengawasan (PDP) dan tiga orang pasien positif.

Dua di antara yang positif merupakan pasien klaster Jakarta.

Baca juga: Ridwan Kamil Sarankan Laga Persib Vs PSS Sleman Digelar Tanpa Penonton

Sementara itu, mengenai satu pasien lainnya, Emil mengaku belum mendapat informasi.

Menurut dia, status pasien positif hanya diketahui oleh pemerintah pusat dan tenaga medis yang menangani pasien.

"Prosedurnya, dari Kementerian itu memberitahu ke dokter yang merawat. Untuk mengumumkan positif bukan kewenangan pemerintah daerah," kata Emil.

Baca juga: Warga Banten yang Positif Corona Bertambah Jadi 4 Orang

Sementara itu, anggota DPRD dari fraksi PKS Abdul Hadi mengkritisi sikap pemerintah yang terkesan tak terbuka terhadap pemerintah di daerah.

Abdul Hadi mengapresiasi langkah cepat Pemprov Jabar yang akan melakukan proaktif tes terhadap pasien dalam pengawasan sebagai langkah mencegah penyebaran.

"Jabar terbaik. Jadi lebih bagus ekstra hati-hati tapi terukur dan obyektif beserta faktanya dibanding mengabaikan," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X