Kompas.com - 05/03/2020, 21:46 WIB
Kapolres Bogor AKBP Roland Rolandy menunjukkan barang bukti hasil penangkapan terhadap bos gurandil di Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020). Dokumentasi Humas Polres BogorKapolres Bogor AKBP Roland Rolandy menunjukkan barang bukti hasil penangkapan terhadap bos gurandil di Sukajaya, Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/3/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Sat Reskrim Polres Bogor menangkap seorang bos penambang  emas ilegal atau gurandil berinisial RA di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

RA yang merupakan warga Bogor termasuk pengusaha besar tambang emas di wilayah Sukajaya.

Tak hanya itu, ia juga sebagai pengolah, dan hasil pertambangan itu akan didistribusikan ke toko-toko emas.

Baca juga: Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

RA ditetapkan sebagai tersangka setelah dibekuk dengan barang bukti berupa peralatan pengolahan emas.

"Sementara ini kita amankan satu orang (RA) yang memang bertanggung jawab sebagai pengusaha besar penambang liar di Sukajaya," ucap Kapolres Bogor AKBP Roland Ronaldy, Kamis (5/3/2020).

Berdasarkan pengakuan RA, lanjut Roland, tersangka telah mengeksploitasi alam serta tidak bertanggung jawab hingga mengakibatkan bencana di wilayah tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bisnis haram yang merusak alam itu telah beroperasi lebih dari dua tahun dan diperkirakan telah meraup keuntungan mencapai Rp 30 juta hingga Rp 50 juta per bulan.

"Ini beda lagi dan ini terbesar di Bogor lah selama ini, karyawannya sekitar 30 orang. Hasilnya akan dijual ke mana-mana, macem-macem lah, tempat-tempat lain sesuai omzet yang didapat kan tadi itu sekitar Rp 50 juta," bebernya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa peralatan pengolahan emas, yaitu 70 alat gelundungan, 6 buah tong besar, 20 karung pasir serta tanah yang berisikan kandungan emas, 4 karung karbon, 2,5 botol cairan merkuri, 3 kompressor, 6 dynamo, 2 poli, 2 set karet ban, 1 buah serokan, 1 buah emas yang masih berbentuk jendil

"Sisanya 1 buku dan lembar catatan, alat timbangan dan 1 set alat pahat," sebutnya.

Baca juga: Tuntut Izin Tambang Emas Dicabut, Warga Banyuwangi Ngontel ke Kantor Gubernur Jatim

Perbuatan bos dan pengusaha tambang emas ilegal ini telah melanggar Pasal 158 jo Pasal 37 dan/atau Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 04 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara dengan ancaman hukuman penjara di atas 10 tahun dengan denda Rp 10 miliar.

"Adanya kegiatan pengungkapan kasus penambang ilegal tentu bisa dapat kembali memberikan dampak yang baik bagi alam agar tidak terjadi bencana lagi," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X