Polisi Gerebek Tambang Emas Ilegal di Sungai Melawi, Satu Penambang Ditangkap Sisanya Kabur

Kompas.com - 17/02/2020, 08:27 WIB
Ilustrasi tersangka ditahan. SHUTTERSTOCKIlustrasi tersangka ditahan.

MELAWI, KOMPAS.com - Aparat kepolisian menggerebek sebuah aktivitas penambangan emas tanpa izin di Sungai Melawi, Desa Semadin Lengkong, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Dalam penggerebekan itu, salah seorang penambang berinisial S ditangkap. Sementara sisanya melarikan diri.

"Saat digerebek, para penambang langsung melompat ke sungai, berenang dan lari ke hutan. Satu di antara mereka berhasil ditangkap," kata Kasat Reskrim Polres Melawi, AKP Primas, saat dihubungi Kompas.com, Senin (17/2/2020).

Baca juga: Sebabkan Banjir dan Longsor di Bogor, Sindikat Penambang Emas Ilegal Ditangkap

Primas menerangkan, pengungkapan kasus tersebut bermula Minggu (9/2/2020). Saat itu, kepolisian menggelar patroli rutin di Sungai Melawi dengan menggunakan dua buah speedboat.

Kemudian sekitar 15.00 WIB, petugas patroli mendapati aktivitas penambangan emas tanpa izin di Desa Semadin Langkong, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

Aparat kemudian langsung mendatangi tempat tersebut. Namun, para pekerja langsung melarikan diri dengan cara melompat ke sungai dan masuk ke dalam hutan. Satu orang tertangkap.

"Petugas bersama tim hanya mendapatkan mesin sedot emas yang ditinggalkan oleh pekerja dalam keadaan menyala atau hidup," ucap Primas.

Baca juga: Jokowi di Lebak: Tidak Ada Toleransi Bagi Penambang Ilegal di Gunung Halimun Salak

Primas menegaskan, sejumlah barang bukti berupa mesin penyedot emas dan peralatannya diamankan dan dibawa ke Mapolres Melawi untuk penyelidikan lebih lanjut.

Seorang pelaku S dijerat dengan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

"Saat ini tersangka masih dalam pemeriksaan dan penyiapan berkas ke kejaksaan," tutup Primas.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

BPBD Catat 31 Desa dan 10 Kecamatan Terdampak Banjir Kebumen

Regional
Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Pemkot Malang Ingin RS Lapangan Tetap Didirikan Meski Kasus Aktif Tersisa 17 Orang

Regional
Wali Kota Solo 'Bermain' Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Wali Kota Solo "Bermain" Medsos: Tujuan Utama Bukan untuk Pencitraan...

Regional
Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Seorang Pria Tewas di Tangan Ayah dan Anak Saat Menghadiri Sebuah Pesta

Regional
Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Abrasi Pantai Rusak 10 Warung Seafood di Kabupaten Bantul

Regional
Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Pengacara Bahar bin Smith: Yang Isi BAP dan yang Tanda Tangan Siapa?

Regional
Sukarelawan Covid-19 di Papua 'Menjerit' Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Sukarelawan Covid-19 di Papua "Menjerit" Uang Lelah Sejak Maret Belum Dibayar

Regional
Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Dramatis, Upaya Damkar Evakuasi Sapi 3,5 Kuintal dari Dalam Sumur, Tali Membelit Leher Hewan

Regional
Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Libur Panjang, Volume Kendaraan yang Melintas di Klaten Menurun 5 Persen

Regional
Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Kebakaran Hanguskan 150 Rumah di Kotabaru Kalsel, Api Muncul dari Bangunan Kosong

Regional
Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Kronologi Terbongkarnya Ayah Cabuli Anak Kandung, Aksinya Direkam Tetangga

Regional
16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

16 Narapidana Lapas Pekanbaru Positif Corona, 1 Meninggal Dunia

Regional
Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Ganjar Umumkan UMP Jateng Tahun 2021 Naik 3,27 Persen

Regional
Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Mayat Pria Misterius Mengapung di Kubangan Air, Tangan dan Kakinya Terikat

Regional
Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X