Diyakini Bisa Tangkal Corona, Warga Madiun "Serbu" Jamu Tradisional

Kompas.com - 05/03/2020, 11:30 WIB
Mbah Poerboyo sementara melayani warga yang memesan jamu tradisional di warungnya di pinggir alun-alun Kota Madiun, Rabu (4/3/2020). Permintaan jamu tradisional jualannya dalam tiga hari terakhir. KOMPAS.COM/MUHLIS AL ALAWIMbah Poerboyo sementara melayani warga yang memesan jamu tradisional di warungnya di pinggir alun-alun Kota Madiun, Rabu (4/3/2020). Permintaan jamu tradisional jualannya dalam tiga hari terakhir.

MADIUN, KOMPAS.com - Masyarakat Kota Madiun tak cuma memburu empon-empo sebagai penangkal virus corona di pasar tradisional, mereka juga memburu pedagang jamu tradisional.

Seorang pedagang jamu tradisional Poerboyo mengatakan, dagangannya laris diburu warga Kota Madiun setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kasus positif virus corona Covid-19.

Warga, kata dia, yakin jamu tradisional yang mengandung rempah-rempah itu bisa menangkal virus corona.

"Tiga hari terakhir ini banyak yang datang kesini untuk mengkonsumsi jamu tradisional yang diramu dari aneka empon-empon. Mereka percaya jamu tradisional dapat menangkal virus corona," kata Poerboyo kepada Kompas.com, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Klaim Punya Penangkal Virus Corona, Wagub: Masyarakat NTT Lebih Takut Kemiskinan dan Stunting

Warung Poerboyo yang berada di pinggir alun-alun Kota Madiun itu juga didatangi masyarakat dari luar kota Madiun.

Jumlah pengunjung yang mendatangi warungnya melonjak tiga kali lipat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mbah Poer, sapaan akrabnya, sampai kehabisan bahan empon-empon jenis serai karena banyak yang memesan.

Menurutnya, jamu tradisional yang paling banyak diburu adalah ramuan jahe, kencur, serai, dan jeruk (jancruk).

Selain harga yang murah, masyarakat menggemari pemanis jamu yang terbuat dari gula merah.

Tapi, Mbah Poer mengaku pendapatannya tak berubah. Karena, harga empon-empon juga melonjak.

"Harga jahe emprit biasanya Rp 28.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 35.000 hingga Rp 37.000 per kilogram. Sedangkan harga kencur juga naik, dari normalnya Rp 32.000 per kilogram, kini naik menjadi Rp 37.000 per kilogram," ujar Poerboyo.

Baca juga: Klarifikasi Risma Soal Timbun Masker, Pengalaman Meletusnya Kelud hingga Simpan di Kelurahan

Meski harga bahan baku naik, Mbah Poer tak berniat menaikkan harga jamunya. Ia tak masalah mendapatkan sedikit keuntungan. 

Mbah Poer tak mau mengambil keuntungan dengan memanfaatkan isu virus corona yang merebak di masyarakat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Optimalisasi Penyaluran Bansos di Gorontalo, Gubernur Rusli Gunakan 2 Metode Ini

Regional
Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Tekan Dampak PPKM, Pemprov Jabar Akan Salurkan Bansos ke 1,9 Juta Keluarga

Regional
Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Serapan Anggaran Covid-19 Jateng Capai 17,28 Persen, Bukan 0,15 Persen

Regional
Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X