Meski Keamanan Terganggu, Pembangunan Trans-Papua Tetap Dilanjutkan

Kompas.com - 05/03/2020, 10:59 WIB
Kepala BBPJN XVIII Jayapura, Osman Marbun KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIKepala BBPJN XVIII Jayapura, Osman Marbun

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pembangunan 14 paket fisik jalan Trans Papua sempat terganggu karena situasi keamanan di provinsi paling timur Indonesia itu belum stabil sejak Agustus 2019.

"Sejak Agustus 2019 sudah banyak paket pekerjaan kita yang agak macet pelaksanaannya. Dampak dari itu sampai Desember tahun lalu, yang di kota saja yang bisa bekerja," kata Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Osman Marbun di Jayapura, Kamis (5/3/2020).

Baca juga: Bocah 13 Tahun Korban Pemerkosaan Sejenis di Rumah Ibadah Kenal Tersangka di Medsos

Padahal, sisa pekerjaan yang belum selesai tak terlalu banyak, sekitar 26,17 kilometer.

Tapi, pengerjaan ruas itu tertunda karena berada di daerah yang kondisi keamanannya belum kondusif.

BBPJN XVIII bertanggung jawab membangun 2.345 kilometer jalan Trans Papua.

Hingga saat ini, jalan yang telah diaspal mencapai 900 kilometer, sedangkan jalan tanah sepanjang 1.422 kilometer.

"Jadi yang kurang tinggal 26,17 kilometer itu ada di ruas Enarotali-Sugapa (4 kilometer), Ilaga-Sinak (5,5 kilometer) dan Kenyam-Dekai (16,9 kilometer). Kita harapkan tahun ini sudah bisa selesai namun belum kita mulai karena kondisi keamanan," kata Osman.

Ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang menembak iring-iringan truk milik PT Wijaya Karya di Distrik Oksop, Kabupaten Pegunungan Bintang pada Senin (3/3/2020), juga berdampak terhadap pembanguan di Papua.

Aksi itu membuat kegiatan pemeliharaan ruas jalan Dekai-Oksibil dihentikan sementara.

"Untuk pemeliharaan ruas jalan Dekai-Oksibil dihentikan sampai kondisi keamanannya kembali kondusif," kata dia.

Namun, Osman memastikan 14 paket pekerjaan yang sempat tertunda karena kerusuhan Agustus 2019, telah dikerjakan kembali.

Osman berharap, kondisi keamanan di Papua segera stabil sehingga kegiatan pembangunan bisa dilakukan maksimal.

Baca juga: Saksi Penyidik Cabut Keterangan BAP Dugaan Pencurian yang Dilakukan Sopir Taksi Online

Menurutnya, masyarakat tak bisa merasakan dampak pembangunan akibat keamanan yang kurang kondusif di sejumlah daerah. 

"Harapannya semua daerah-daerah yang menjadi lokasi pekerjaan kita dijaga oleh aparat keamanan agar kita bisa bekerja. Pembangunan tidak bisa berhenti tetapi keamanan yang harus ditingkatkan karena ini untuk rakyat," jelas Osman.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X