Pakai Metode Hidroponik, Pemilik Tanaman Ganja di Surabaya Belajar dari Internet

Kompas.com - 05/03/2020, 07:33 WIB
Tanaman ganja yang dikembangkan dengan metode hidroponik oleh pria penjual kucing di Surabaya KOMPAS.COM/A. FAIZALTanaman ganja yang dikembangkan dengan metode hidroponik oleh pria penjual kucing di Surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com - Seorang penjual hewan peliharaan di Kelurahan Lidah Kulon, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya mengembangkan tanaman ganja dengan metode hidroponik di rumahnya.

Pria berinisial D itu berhasil mengembangkan 27 bibit tanaman ganja dengan metode hidroponik.

"Pemiliknya belajar dari internet untuk menanam ganja dengan metode hidroponik," kata Direktur Reserse Narkoba Polda Jatim, Kombes Cornelis M Simanjuntak di lokasi penggerebekan, Kecamatan Lakarsantri, Surabaya, Rabu (4/3/2020).

Baca juga: Kepanikan Masyarakat soal Virus Corona akibat Informasi yang Kurang Jelas dari Pemerintah

Metode hidroponik, kata Cornelis, tak menggunakan tanah sebagai media tanam. Bibit ganja tersebut diletakkan di kapas dan rutin disirami air.

"Kalau sudah mulai tumbuh dipindah ke pot kecil sampai usia 3 minggu," kata dia.

Tanaman ganja yang telah mencapai ketinggian 25 centimeter akan dipindahkan ke pot yang lebih besar agar tumbuh hingga 40 centimeter.

"Ada 27 pot yang ditemukan berada di belakang rumah pemiliknya. Ditaruh di tempat khusus yang cukup sinar matahari dan udara," kata Cornelis.

Pemilik mengaku menanam benih ganja sejak Desember 2019. Penjual hewan peliharaan itu telah dua kali memetik daun ganja untuk dihisap.

Pemilik mendapatkan bibit saat membeli paket daun ganja dari seorang teman yang ditahan di lembaga pemasyarakatan di Jawa Timur.

"Dari paket itu ada biji-biji bibit daun ganja yang lalu ditanam oleh pemilik tanaman ganja ini," terang Cornelis.

Baca juga: Polisi Temukan 27 Tanaman Ganja di Rumah Penjual Hewan di Surabaya

Cornelis mengatakan pelaku telah melanggar Pasal 111 Undang-Undang Narkotika Nomor 35 Tahun 2009.

Akibat perbuatannya, pelaku terancam pidana penjara maksiml 12 tahun dan denda paling banyak Rp 8 miliar.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Pilu Karyawati SPBU, Ditampar Pengendara Tak Tertib hingga Siram Uang dengan Bensin

Cerita Pilu Karyawati SPBU, Ditampar Pengendara Tak Tertib hingga Siram Uang dengan Bensin

Regional
Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Cianjur Sembuh, Angka Kematian PDP Tinggi

Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Cianjur Sembuh, Angka Kematian PDP Tinggi

Regional
Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di NTB Nyaris Terisi 100 Persen

Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di NTB Nyaris Terisi 100 Persen

Regional
Geger Temuan Ular Sanca 4 Meter, Dikira Bambu yang Melintang di Jalan

Geger Temuan Ular Sanca 4 Meter, Dikira Bambu yang Melintang di Jalan

Regional
Hitam dan Merah Kota Surabaya

Hitam dan Merah Kota Surabaya

Regional
PDP Dinyatakan Positif Corona usai Dimakamkan, 26 Anggota Keluarga Jadi ODP

PDP Dinyatakan Positif Corona usai Dimakamkan, 26 Anggota Keluarga Jadi ODP

Regional
Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Regional
Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Regional
Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Regional
Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Regional
'Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak'

"Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak"

Regional
Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Regional
Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Regional
Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Regional
Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X