Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Selidiki Masker Mahal, Pemprov Jateng Sidak Apotek dan Distributor

Kompas.com - 04/03/2020, 18:09 WIB
Disperindag Jateng bersama Ditreskrimsus Polda Jateng menyidak beberapa apotek dan distributor masker di Kota Semarang. DOK. Humas Pemprov Jawa TengahDisperindag Jateng bersama Ditreskrimsus Polda Jateng menyidak beberapa apotek dan distributor masker di Kota Semarang.

KOMPAS.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah ( Jateng) bersama Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Jateng menginspeksi sejumlah apotek dan distributor masker di Semarang.

Hal tersebut guna menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kelangkaan dan kenaikan harga masker.

Kasubdit Industri, Perdagangan, dan Investasi Ditreskrimsus Polda Jateng Benny Setyowadi mengatakan, inspeksi dilakukan sesuai instruksi presiden kepada Kapolri.

“Tindakan hukum akan diambil jika ada pihak yang ambil keuntungan. Kami terus kembangkan agar masyarakat bisa mendapat masker dengan harga normal,” kata Benny, seperti dalam keterangan tertulisnya.

Baca juga: Wapres Maruf Amin Pastikan Pemerintah Awasi Peredaran Masker

Apotek di kawasan Jalan Pemuda Semarang menjadi salah satu lokasi inspeksi.

Berdasarkan hasil pantauan, persediaan masker jenis N95 tersisa enam kardus yang masing-masingnya berisi 10 lembar.

Satu lembar masker dijual serga Rp 65.000. Padahal, sebelumnya masker tersebut dijual seharga Rp 35.000.

Sementara itu, masker bedah (surgical mask) dan alkohol pembersih tangan (hand sanitizer) sudah habis terjual.

Pengelola apotek mengatakan, kenaikan harga terjadi sejak merebaknya wabah Virus Corona (Corona Virus Disease-Covid-19).

Baca juga: Penimbun Masker dan Antiseptik di Semarang Jualan Online Lewat FB, Tertangkap Patroli Cyber

Kondisi tersebut membuat permintaan konsumen melonjak, sedangkan pasokan dari produsen berkurang.

Selanjutnya, inspeksi dilanjutkan ke distributor alat kesehatan Mitra Utama Alkesmed.

Direktur Mitra Utama Alkesmed Yanuar Ariyanto mengatakan, pihaknya hanya mendapat jatah dua karton masker N95 dan masker operasi.

“Alokasi tersebut untuk memenuhi kebutuhan apotek dan tenaga medis,” kata Yanuar.

Baca juga: Awas, Polisi Akan Awasi dan Tindak Tegas Oknum yang Naikkan Harga dan Timbun Masker

Yanuar menambahkan, harga masker operasi sudah mencapai Rp 100.000 per kotak, sedangkan jenis N95 mencapai lebih dari Rp 550.000 per kotak.

Kemudian, inspeksi berlanjut ke distributor Sanidata. Kurang lebih, kondisi yang ditemui serupa.

Menurut Sekjen Asosiasi Gabungan Pengusaha Alat Kesehatan dan Laboratorium (Gakeslab) Jateng sekaligus pemilik Sanidata Ferdinand, hujan abu dampak letusan Gunung Merapi yang terjadi setelah pengumuman pasien positif Corona membuat pasokan dari produsen semakin menurun.

“Dalam kondisi normal, seminggu bisa ambil beberapa ribu kotak. Sekarang hanya beberapa puluh saja. Normalnya harga masker cantol sekitar Rp 20.000 per kotak. Sekarang mencapai Rp 200.000 per kotak karena dari pabrik lebih dari Rp 100.000,” kata Ferdinand.

Baca juga: Erick Thohir Mau Pesan Bahan Baku Masker dari Eropa

Untuk mengatasi hal tersebut, Ferdinand menyeleksi pembeli dengan menanyakan kartu keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

Kabid Standardisasi dan Perlindungan Konsumen Disperindag Jateng Mukti Sarjono pun mengimbau penjual masker untuk tidak menaikkan harga di tengah kondisi saat ini.

“Kenaikan harga karena permintaan yang banyak, namun produsen tidak dapat memenuhinya,” kata Mukti.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Regional
'Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang'

"Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang"

Regional
Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Regional
Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Regional
KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

Regional
Respons Ganjar soal Jalur Sepeda di Semarang Jadi Tempat Parkir Mobil

Respons Ganjar soal Jalur Sepeda di Semarang Jadi Tempat Parkir Mobil

Regional
Video Viral Seorang Perempuan Pukuli Lansia di Pinggir Jalan Berhasil Diungkap Polisi

Video Viral Seorang Perempuan Pukuli Lansia di Pinggir Jalan Berhasil Diungkap Polisi

Regional
Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang 'Om, Maaf ya Om'

Balita 4 Tahun Trauma karena Dianiaya, Selalu Bilang "Om, Maaf ya Om"

Regional
Temui Mahasiswa UGM yang Camping di Kampus, Rektor UGM: Sudah Selesai

Temui Mahasiswa UGM yang Camping di Kampus, Rektor UGM: Sudah Selesai

Regional
Kondisi Mengenaskan Balita yang Dianiaya, Kelamin Bengkak dan Perut Mengeras

Kondisi Mengenaskan Balita yang Dianiaya, Kelamin Bengkak dan Perut Mengeras

Regional
Kasus Covid-19 Mulai Landai, Kadinkes Bali: Hanya Saja Angka Kematian Selalu Ada Setiap Hari

Kasus Covid-19 Mulai Landai, Kadinkes Bali: Hanya Saja Angka Kematian Selalu Ada Setiap Hari

Regional
Kota Depok Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

Kota Depok Kembali Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Kasus Dugaan Penganiayaan Dosen UMI Makassar, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Kasus Dugaan Penganiayaan Dosen UMI Makassar, Polisi Periksa 5 Orang Saksi

Regional
Perjuangan Pengemudi Ojol Saat Pandemi, Mengais Rezeki dan Menjamin Pelanggan Tak Tertular Covid-19

Perjuangan Pengemudi Ojol Saat Pandemi, Mengais Rezeki dan Menjamin Pelanggan Tak Tertular Covid-19

Regional
Seorang Pria Tewas Usai Lompat dari Jembatan Ampera Palembang

Seorang Pria Tewas Usai Lompat dari Jembatan Ampera Palembang

Regional
komentar di artikel lainnya