Datang ke Banyuwangi untuk Wisata Arsitektur, 35 Mahasiswa Hongkong Diperiksa Kesehatannya

Kompas.com - 04/03/2020, 13:31 WIB
ilustrasi masker shutterstockilustrasi masker
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sebanyak 35 mahasiswa Fakultas Arsitektur Univesitas yang berkunjung ke Kabupaten Banyuwangi diperiksa kesehatannya oleh petugas medis.

Meraka tiba di Banyuwangi pada Senin (2/3/2020).

Kedatangan mereka ke Banyuwangi untuk wisata arsitektur dan melihat pengembangan daerah yang melibatkan para arsitek seperti yang dijalankan Banyuwangi selama ini.

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, dr. Widji Lestariono mengatakan pemeriksaan dilakukan sebagai antisipasi pencegahan penyebaran virus corona.

Baca juga: 16 WNA di Tulungagung Diperiksa Kesehatannya, Sewa Rumah 10 Tahun, Kerja di Pabrik Manik-manik

"Dinas Kesehatan Banyuwangi telah melakukan tindakan antisipasi untuk pencegahan virus Corona. Mengingat Hongkong merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi tinggi penularan virus tersebut," kata Rio, Selasa (3/3/2020) dilansir dari Surya.co.id.

Saat tiba di Banyuwangi, semua anggota rombongan langsung mendapatkan pemeriksaan awal yakni suhu tubuh dan gejala Infeksi saluran pernafasan atas oleh petugas medis.

"Pemeriksaan ini dilakukan karena dua indikasi tersebut merupakan gejala awal apabila terjangkit virus corona," kata Rio.

Baca juga: Tiba di Bandara Soekarno-Hatta, 17 WNA Dideportasi karena Virus Corona

Selama di Banyuwangi, anggota rombongan juga akan dipantau setiap hari.

Petugas medis akan melakukan pemeriksaan suhu tubuh dan gejala ISPA setiap hari di hotel tempat meteka menginap. Pemeriksaan setiap hari akan dilakukan sampai kepulangan mereka.

"Hingga hari ini (Selasa), tidak ada yang terindikasi terjangkit virus Corona. Semua mahasiswa dalam kondisi sehat," katanya.

Dinkes juga mereka menggunakan masker selama beraktivitas di Banyuwangi, terutama saat melakukan aktifitas di luar ruangan.

Baca juga: Fakta Lengkap WNA Korsel Bunuh Diri karena Diduga Merasa Terjangkit Virus Corona

Dinkes bahkan telah membagikan masker kepada mereka.

"Namun kami juga harus melakukan pemantauan intensif terhadap rombongan tersebut demi kebaikan bersama. Apabila dalam pemantauan tersebut ada prosedur operasional yang membuat kurang nyaman delegasi luar negeri, kami mohon dimaklumi karena ini demi kebaikan bersama," tambah Rio.

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Dikunjungi 35 Mahasiswa Hongkong, Kabupaten Banyuwangi Intensif Lakukan Pemeriksaan Kesehatan



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X