Respons Walkot Pontianak Soal Polusi di Kotanya Disebut Terburuk Keempat di Asia Tenggara

Kompas.com - 28/02/2020, 15:52 WIB
Seorang warga mengenakan masker sewaktu melintas di Jalan Putri Daranante, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalbar, tercatat 6.026 penderita ISPA sejak terjadinya bencana karhutla. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASeorang warga mengenakan masker sewaktu melintas di Jalan Putri Daranante, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/9/2019). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalbar, tercatat 6.026 penderita ISPA sejak terjadinya bencana karhutla.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Wali Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Edi Rusdi Kamtono tidak yakin kotanya masuk dalam salah satu kota dengan populasi terburuk se-Indonesia.

Menurut dia, kendaraan dan pabrik yang ada di Bumi Khatulistiwa tidak sebanyak kota-kota lain di Indonesia.

"Siapa yang nilai? Saya tidak yakin kok kita dibilang terburuk. Jakarta itu polusinya lebih besar. Kendaraanya banyak, pabriknya banyak," kata Edi kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Baca juga: Polusi Udara Merusak Mata, Benarkah?

Edi merasa udara di Pontianak masih segar, meski agak lembab. Kualitas udara di kota itu baru menjadi buruk saat musim kemarau karena ada kebarakan hutan dan lahan.

"Itu yang kita antisipasi, kalau kebakaran lahan. Sekarang banyak pohon. Masih nyamam kok. Pagi-pagi bangun tidur masih segar," ujar Edi.

Edi malah meragukan kredibilitas perusahaan IQAir yang menyebut kotanya punya tingkat polusi terburuk keempat di Asia Tenggara.

"Bisa saja dia bikin ini. Variabelnya apa? Kenapa bisa jadi buruk. Di mana letak buruknya? Apakah cuma dilihat dari air permukaan, misalnya," ungkap Edi.

Baca juga: Polusi Udara Pengaruhi Siklus Menstruasi, Benarkah?

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebara Covid-19 di Desa-desa

Upaya Jawa Barat Cegah dan Tangani Penyebara Covid-19 di Desa-desa

Regional
Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Bekas Penampungan Rohingya Jadi Tempat Karantina ODP Corona

Regional
Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Harga Ayam Anjlok Diduga Ulah Mafia, Peternak: Tolong Kami Satgas Pangan

Regional
Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Kronologi 2 Kelompok Pelajar Tawuran di Karawang, 1 Luka Berat

Regional
Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Regional
Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Regional
Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Corona, Pemprov NTB Kucurkan Rp 80 M

Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Corona, Pemprov NTB Kucurkan Rp 80 M

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X