Penjelasan Sekolah soal "Study Tour" yang Jadi Pemicu Pembunuhan Anak oleh Ayah

Kompas.com - 28/02/2020, 13:06 WIB
Pelaku mengaku membunuh anak kandungnya sendiri Delis Sulistina (13) siswi SMP Tasikmalaya tewas di gorong-gorong saat ditanyai Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto  saat konferensi Pers, Kamis (27/2/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPelaku mengaku membunuh anak kandungnya sendiri Delis Sulistina (13) siswi SMP Tasikmalaya tewas di gorong-gorong saat ditanyai Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Anom Karibianto saat konferensi Pers, Kamis (27/2/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (27/2/2020) kemarin, berhasil mengungkap misteri kematian Delis Sulitina (13), siswi SMPN 6 Tasikmalaya yang tewas di gorong-gorong sekolahnya akibat dibunuh ayah kandungnya sendiri, Budi Rahmat (45).

Pelaku tega menghabisi anaknya dengan cara mencekik leher korban.

Pembunuhan itu dilatarbelakangi masalah uang study tour sekolah sebesar Rp 400.000.

Korban meminta uang untuk study tour kepada ayahnya. Namun sang ayah yang juga pelaku hanya memiliki uang Rp 300.000. Akibatnya, korban dan pelaku cekcok hingga berujung pada pembunuhan.

Baca juga: Gara-gara Uang Study Tour, Ayah Bunuh Siswi SMP yang Tewas di Drainase Sekolah

Terkait study tour, Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman prihatin dan tengah menyelidikinya.

Ia menilai, kegiatan study tour telah memberatkan siswa dan orangtuanya selama ini.

Pihak sekolah beralasan kegiatan study tour itu telah dilakukan sejak beberapa tahun lalu dan telah mendapatkan persetujuan dari komite sekolah.

"Jadi untuk study tour sekolah Delis itu, sesuai dengan program sekolah. Sifat kegiatannya tidak wajib. Malahan biayanya bisa subsidi silang. Artinya bagi yang berprestasi itu dikasih gratis dari sekolah. Kita sudah ada persetujuan dari pengurus komite sekolah," jelas Wakil Kepala SMPN 6 Tasikmalaya, Saefulloh, kepada wartawan, Jumat (28/2/2020).

Saeffuloh menambahkan, pihaknya tetap bersikukuh bahwa pungutan biaya study tour ke para siswanya itu sudah sesuai dengan buku panduan yang telah ditandatangani oleh kepala Dinas Pendidikan dan komite sekolah.

Pungutan biaya study tour kepada para orangtua siswa di sekolahnya, lanjut Saefulloh, sudah masuk ke program tahunan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X