Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu, Adik Minta Tolong Tetangga hingga Pelaku Dibina

Kompas.com - 28/02/2020, 12:56 WIB
Ilustrasi perkelahian Ilustrasi perkelahian

KOMPAS.com - Remaja jebolan The Voice Indonesia, TH (17), ternyata sudah berkali-kali melakukan penganiayaan terhadap ibunya, Aplonia Henuk (45).

Gadis asal Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kupang, NTT, itu berani memukul bahkan menendang kepala ibunya.

Polres Kupang yang mendapatkan laporan pada Rabu (26/2/2020) kemudian memeriksa tiga saksi.

"Menurut keterangan para saksi, memang kejadian ini sudah sering dan dilakukan terus oleh pelaku terhadap ibu kandungnya," kata Paur Humas Polres Kupang, Aipda Randy Hidayat, seperti dikutip Antara.

Kasus ini ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kupang.

Baca juga: Remaja Jebolan The Voice Indonesia Tendang Kepala Ibu Berkali-kali karena Tak Segera Siapkan Bajunya

Adik lapor ke tetangga

Ilustrasi garis polisi.SHUTTERSTOCK Ilustrasi garis polisi.
Penganiayaan tersebut pertama kali diketahui oleh adik pelaku, RH (16), yang kebetulan berada di rumah.

RH melihat kakaknya memukul, menampar, hingga menendang kepala ibunya. Sementara sang ibu hanya menangis terisak-isak di lantai.

RH langsung keluar rumah dan meminta bantuan tetangga untuk menghentikan aksi kakaknya.

Salah satu tetangga yang datang juga merekam kejadian tersebut hingga akhirnya viral.

Dalam video berdurasi 24 detik itu, terlihat TH dan ibunya bertengkar. Tak lama kemudian, penganiayaan terjadi.

Baca juga: Remaja Jebolan The Voice Indonesia Ini Sudah Sering Aniaya Ibunya

Berawal masalah baju

IlustrasiKOMPAS/HANDINING Ilustrasi

Hari Rabu (26/2/2020) itu, TH menyuruh ibunya menyiapkan baju karena dia berencana berjalan-jalan ke Kupang.

Namun, ibunya meminta TH bersabar karena sedang menyiapkan makanan di dapur.

TH tidak sabar, marah-marah, dan justru menganiaya ibunya.

Ia menendang kepala dan punggung ibunya yang tengah duduk di lantai.

Baca juga: Tak Ingin Tanggung Jawab Setelah Hamili Korban, Alasan Pria Ini Bunuh Remaja yang Ditemukan Tewas Penuh Luka

Pelaku dibina

Ilustrasi PolisiThinkstock/Antoni Halim Ilustrasi Polisi
Polres Kupang masih melanjutkan proses hukum kepada TH. Namun, pelaku tidak ditahan.

"Pelaku kita amankan 1x24 jam di Mapolres Kupang. Proses hukum masih kita lakukan, tetapi TH kita kembalikan ke keluarga untuk mendapat pembinaan," ujar Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung kepada Kompas.com, Kamis (27/2/2020).

Alasan polisi tidak melakukan penahanan ialah karena pelaku masih di bawah umur.

Selain itu, hasil visum juga menunjukkan tidak ada luka permanen.

Pelaku dijerat dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak.

Pelaku tetap mendapatkan pendampingan dari kepolisian dan pembinaan dari keluarga.

"Ada kekhususan dan pengecualian, kita tidak bisa tahan pelaku, tetapi kita kembalikan pada orangtua sambil proses hukum terus kita lanjutkan," ujar Aldinan.

Sementara itu, pembuat video yang telah diperiksa mengaku hanya ingin membuat pelaku jera.

Kini video itu telah dihapus dan dilarang untuk disebarluaskan.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Kupang, Sigiranus Marutho Bere | Editor: Dheri Agriesta)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Regional
Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Regional
Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Regional
Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Regional
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X