22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Kompas.com - 26/02/2020, 14:15 WIB
Motif Pakaian terakhir korban mayat wanita yang ditemukan di Senggigi Lombok Barat KOMPAS.COM/IDHAM KHALIDMotif Pakaian terakhir korban mayat wanita yang ditemukan di Senggigi Lombok Barat

MATARAM, KOMPAS.com - Hingga memasuki hari ke-22 pasca- penemuan mayat di Senggigi, Lombok Barat, polisi masih belum bisa mengidentifikasi korban, dan hingga kini masih belum dikubur.

"Untuk saat ini identitas mayat di Senggigi masih belum ditemukan, dan jenazah masih di dalam ruang mayat rumah sakit Bhayangkara," kata Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, Rabu (26/2/2020).

Baca juga: Sulit Identifikasi, Polisi Buat Sketsa Mayat Ditemukan di Jalan Raya Senggigi

Artanto menyampaikan, pihaknya telah mendapatkan antemortem dan DNA korban.

Hingga kini, pihak kepolisian masih belum menguburkan jenazah dan masih berharap ada warga yang melapor.

"Kami masih berharap ada masyarakat yang melapor kehilangan keluarganya, dan kami cocokan hasil dari DNA dan antemortem" kata Artanto.

Sebelumnya, mayat perempuan tersebut ditemukan pada Rabu (5/2/2020) di jalan raya Senggigi dengan terbungkus plastik sampah warna hitam.

Diberitakan sebelumnya, identitas yang ada di tubuh korban untuk dapat digunakan sebagai petunjuk hanya pakaian dalam.

Baca juga: Ini Kesulitan Polisi Ungkap Identitas Mayat Perempuan di Senggigi

Adapun motif dari masing-masing celana yakni, celana bagian dalam berwarna putih dengan motif hello kitty, yang kedua celana bagian luar berwarna pink.

Artanto mengimbau kepada masyarakat, agar segera melapor jika ada keluarganya yang hilang sesuai dengan ciri-ciri yang digambarkan Polisi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

Regional
Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Regional
Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Regional
Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Regional
Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Regional
Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Regional
31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

Regional
Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Regional
Kasus Beras Bansos Campur Biji Plastik di Cianjur Dinilai Rawan Politisasi

Kasus Beras Bansos Campur Biji Plastik di Cianjur Dinilai Rawan Politisasi

Regional
'Saya Kaget, Tak Menyangka Tertular Covid, Muncul Ketakutan Akan Mati, Dikucilkan Masyarakat...'

"Saya Kaget, Tak Menyangka Tertular Covid, Muncul Ketakutan Akan Mati, Dikucilkan Masyarakat..."

Regional
Dinyatakan Bersalah, 12 Polisi yang Terlibat Penembakan Warga di Makassar Dihukum

Dinyatakan Bersalah, 12 Polisi yang Terlibat Penembakan Warga di Makassar Dihukum

Regional
Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Regional
Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Regional
Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X