Limbah Minyak Hitam Kembali Cemari Pesisir Pantai Bintan

Kompas.com - 25/02/2020, 09:15 WIB
Pencemaran limbah minyak hitam kembali terjadi di sejumlah pantai di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Parahnya pencemaran kali ini lebih luas dibandingkan dari kejadian sebelum-sebelumnya. WARGANETPencemaran limbah minyak hitam kembali terjadi di sejumlah pantai di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Parahnya pencemaran kali ini lebih luas dibandingkan dari kejadian sebelum-sebelumnya.

BINTAN, KOMPAS.com - Pencemaran limbah minyak hitam kembali terjadi di sejumlah pantai di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau ( Kepri).

Parahnya, pencemaran kali ini membuat sebagian objek wisata terkena hamparan limbah hitam yang belum diketahui asal muasalnya ini.

Informasi yang berhasil dihimpun Kompas.com dari sejumlah media sosial, limbah minyak hitam tersebut ditemukan mulai dari bibir pantai Senggiling, Berakit, Desa Teluk Bintan, Desa Malang Rapat hingga sepanjang pantai di Kawasan Kawal Kabupaten Bintan.

Aktivitas warga yang sehari-hari sebagai nelayan terganggu dengan keberadaan limbah minyak hitam tersebut.

Baca juga: Warga Sekitar Sungai Deliksari Semarang Keluhkan Pembangunan Talut hingga Pencemaran Limbah Tahu

Kepala Seksi (Kasi) Operasi Badan Pencarian dan Pertolongan (BNPP) Kelas A Tanjungpinang, Eko Supriyanto membenarkan pencemaran tersebut.

Eko mengaku dirinya bersama tim tak sengaja melihat limbah minyak hitam mencemari pantai Bintan saat melakukan operasi.

"Benar itu limbah minyak hitamnya, kemarin pas patroli kami juga melihatnya," kata Eko, Selasa (25/2/2020).

Baca juga: Atasi Pencemaran Limbah Pabrik Kulit, Pemkab Magetan Rahasiakan Lokasi Pembangunan LIK 2

Senada dengan Eko, Selamet, warga Tanjung Uban mengatakan, adanya limbah tersebut dirinya yang merupakan pengelola snorkling terpaksa membatalkan sejumlah orderan dari para wisatawan.

"Kemarin ada lima turis dari Malaysia dan Singapura ingin snorkling, terpaksa dibatalkan karena lokasinya banyak limbah minyak hitam," kata Selamet.

Dirinya berharap, pemerintah berupaya membersihkan limbah minyak hitam yang saat ini mencemari sebagian pantai di Bintan.

"Limbah minyak hitam ini juga nyakut di jaring para nelayan di sini," ujarnya.

Sebelumnya, Plt Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Isdianto mengecam keras tindakan pencemaran laut Pulau Bintan oleh limbah minyak hitam.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Zainuddin, Uang Tabungan 8 Tahun Dikuras Penipu dalam Hitungan Menit, Tersisa Rp 124.558

Kisah Zainuddin, Uang Tabungan 8 Tahun Dikuras Penipu dalam Hitungan Menit, Tersisa Rp 124.558

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 13 Agustus 2020

Regional
Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Rumah Saksi Perjuangan Melawan Agresi Militer Belanda Terancam Pembangunan Tol

Regional
Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Pelaku Pembuang Bayi di Sleman Seorang Pelajar dan Mahasiswa Kedokteran

Regional
Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Gunungkidul Bangun 1000 Titik Jaringan Internet di 2020

Regional
Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Banjar Menolak Diperiksa Swab Tenggorokannya

Regional
Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Tertular Pasien, 4 Perawat RSUD Klungkung Positif Covid-19

Regional
'75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok...'

"75 Tahun Merdeka, Desa Kami Belum Masuk Listrik, Anak-anak Belajar Pakai Lampu Teplok..."

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 13 Agustus 2020

Regional
Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Warga yang Makan Daging Busuk BPNT Muntah-muntah

Regional
Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Masih Berkabung, Petugas Kesulitan Tracing Warga yang Rebut Jenazah Covid-19

Regional
Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Tersangka Kasus Pengeroyokan dan Perusakan Midodareni di Solo Bertambah

Regional
Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Kasus Randi, Mahasiswa UHO yang Tertembak dalam Demo, Disidangkan di PN Jaksel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 13 Agustus 2020

Regional
289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

289 Anak Usia Sekolah Positif Corona di Papua, Ini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X