BPBD: Pendangkalan Sungai Citanduy Penyebab Utama Banjir Tahunan di Tasikmalaya

Kompas.com - 24/02/2020, 11:53 WIB
Luapan air Sungai Citanduy di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya yang sebelumnya menyebabkan banjir mulai surut pada Senin (24/2/2020) pagi. KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHALuapan air Sungai Citanduy di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya yang sebelumnya menyebabkan banjir mulai surut pada Senin (24/2/2020) pagi.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Tasikmalaya menyebut bencana banjir di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmaya, merupakan bencana tahunan rutin tiap musim hujan.

Sejak Minggu (23/2/2020) kemarin sampai hari ini pihaknya masih bersiaga di lokasi banjir mengevakuasi warga jika banjir terus membesar.

Namun banjir di desa tersebut berangsur surut meski hujan sempat terjadi lagi tapi intensitasnya kecil.

"Kalau banjir sudah berangsur surut sampai pagi ini. Banjir di Sukaresik ini merupakan bencana tahunan. Tapi, kita tetap bersiaga karena cuaca buruk masih terus terjadi di Tasikmalaya," jelas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Irwan di lokasi banjir, Senin (24/2/2020) pagi.

Baca juga: Sungai Citanduy Meluap, Ponpes Suryalaya Tasikmalaya Terendam Banjir

Warga di lokasi banjir selama ini telah biasa menghadapi bencana ini karena kerap terjadi tiap musim hujan.

BPBD selama ini tetap siaga membantu evakuasi kalau banjir terjadi lagi, dan memberikan bantuan logistik kepada warga setenpat.

"Kami hanya menangani saat kejadian untuk membantu warga evakuasi dan memberikan bantuan. Kita memberikan bantuan, berkoordinasi dengan dinas sosial untuk menyalurkan sembako kepada korban," tambah Irwan.

Baca juga: Korban Banjir Tasikmalaya: Kami Sudah Lama Minta Sungai Citanduy Dikeruk, Tapi Tak Dipenuhi BBWS PUPR

 

Banjir mulai surut

Banjir yang terjadi kemarin akibat luapan Sungai Citanduy tak terlalu menganggu aktivitas warga setempat setelah genangan air mulai surut.

Apalagi warga setempat sudah siap menghadapi bencana rutin tersebut.

"Sekarang mulai normal kembali dan banjir telah surut, warga pun bisa berakrifitas lagi," ujarnya.

BPBD pun mengklaim penanganan penyebab banjir yaitu pendangkalan Sungai Citanduy di lokasi itu merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR yang berkantor di Kota Banjar.

Baca juga: Sungai Citanduy Meluap, Ratusan Makam hingga Puskesmas di Tasikmalaya Terendam Banjir

"Kami hanya bisa membuat surat ke BBWS agar banjir bisa diatasi dengan cara pengerukan atau penyodetan di pinggir bantaran sungai. Kalau BPBD hanya menangani saat dampaknya saja yakni banjir di Sukaresik seperti kemarin," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Diberitakan sebelumnya, ratusan rumah di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya, terisolir banjir akibat meluapnya air Sungai Citanduy dan Cikidang setelah diguyur hujan deras, Minggu (23/2/2020) dini hari tadi.

Dua kampung Bojongsoban dan Cicalung di desa tersebut mengalami genangan banjir paling parah ke kawasan pemukiman dengan ketinggian air banjir mencapai setengah meter lebih.

Baca juga: Korban Banjir Tasikmalaya Waspada Luapan Air Sungai Citanduy Semakin Meningkat

 

Minta BBWS PUPR bertanggungjawab

Ratusan warga pun terus bersiaga khawatir luapan air di kedua sungai itu akan terus bertambah pasca hujan mulai reda Minggu pagi.

Banjir akibat luapan Sungai Citanduy ini pun merendam puluhan rumah dan asrama putri di Komplek Pondok Pesantren Suryalaya.

Meski bencana banjir ini tak menimbulkan korban jiwa, warga setempat berharap pemerintah daerah segera menangani serius permasalahan banjir musim di wilayahnya tersebut.

Baca juga: Ratusan Rumah Terisolir Banjir di Tasikmalaya akibat Sungai Citanduy Meluap

Warga yang terdampak bencana banjir akibat luapan air Sungai Citanduy di Desa Tanjungsari Kecamatan Sukaresik Kabupaten Tasikmalaya pun meminta pertanggungjawaban dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citanduy Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian PUPR. 

"Ini dampak banjir karena permintaan masyarakat tak dipenuhi pihak BBWS yang ada di wilayah Citanduy. Jadi permintaan kami agar dilakukan pengerukan. Kami korban banjir minta BBWS tanggung jawab," jelas Kepala Desa Tanjungsari Amas, kepada wartawan di lokasi banjir, Minggu (23/2/2020). 

Baca juga: Jasad Pemuda Asal Depok yang Tenggelam di Sungai Citanduy Ditemukan



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Jerinx SID

Kuasa Hukum Akan Ajukan Penangguhan Penahanan Jerinx SID

Regional
Gedung Telkom Pekanbaru Kebakaran Sebabkan Telkomsel Lumpuh, Polisi Selidiki Kabel yang Terbakar

Gedung Telkom Pekanbaru Kebakaran Sebabkan Telkomsel Lumpuh, Polisi Selidiki Kabel yang Terbakar

Regional
Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Viral Pria Diduga ODGJ Diseret dari Pesawat, Bagaimana Bisa Terobos Masuk Bandara Lampung?

Regional
13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

13 Pengambil Paksa Jenazah di Makassar Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Usai Rapat 17 Agustus, Remaja Asal Bogor Hilang Tenggelam

Regional
BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

BPPT Semai 40 Ton Garam untuk Ciptakan Hujan Buatan di Sumsel

Regional
Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Pemkot Malang Tracing Warga yang Rebut Jenazah Probable Covid-19

Regional
Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Cinta Ditolak, Seorang Satpam Pilih Minum Racun Rumput

Regional
Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Heran Anaknya Tak Pulang, Rupanya Terlibat Prostitusi Online, Tarif Rp 300.000-Rp 1 Juta

Regional
Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Delapan PNS Polda Sumbar Positif Covid-19, RS Bhayangkara Ditutup untuk Umum

Regional
Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Berstatus Zona Oranye Covid-19, Pemkot Surabaya Janji Tak Longgarkan Disiplin Protokol Kesehatan

Regional
Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Samarinda Ternyata Positif Covid-19

Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan, Pasien di Samarinda Ternyata Positif Covid-19

Regional
Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Tol Padaleunyi Km 130 Tergenang hingga 50 cm, Jasa Marga Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Regional
Gus Ipul Dikabarkan Maju di Pilkada Kota Pasuruan, Petahana: Itu Wajar

Gus Ipul Dikabarkan Maju di Pilkada Kota Pasuruan, Petahana: Itu Wajar

Regional
Pria yang Viral Diseret dari Pesawat Diduga ODGJ, akan Diperiksakan ke RSJ

Pria yang Viral Diseret dari Pesawat Diduga ODGJ, akan Diperiksakan ke RSJ

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X