8 Siswa Tewas, Kepala SMP Turi Mengaku Tak Tahu Kegiatan Susur Sungai

Kompas.com - 22/02/2020, 14:43 WIB
Kepala SMP Negeri 1 Turi, Sleman Tutik Nurdiyana (memengang mik) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (22/2/2020). KOMPAS.COM/YUSTINUS WIJAYA KUSUMAKepala SMP Negeri 1 Turi, Sleman Tutik Nurdiyana (memengang mik) saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (22/2/2020).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepala SMP Negeri 1 Turi, Tutik Nurdiyana, mengaku tidak mengetahui program kegiatan susur sungai. Namun demikian, kegiatan tersebut merupakan program lama.

"Kami atas nama sekolah mohon maaf atas terjadinya musibah ini yang benar-benar tidak kami prediksi dari awal, tidak menduga," ujar Tutik dalam konferensi pers di sekolahnya, Sabtu (22/2/2020).

Tutik menyampaikan, SMP Negeri 1 Turi mempunyai ekstrakurikuler Pramuka. Kegiatan Pramuka digelar setiap hari Jumat dari pukul 13.30 WIB sampai 15.30 WIB.

Baca juga: 2 Posko Psikologi Didirikan untuk Dampingi Keluarga dan Korban Susur Sungai

Kegiatan susur sungai merupakan program rutin pada ekstrakurikuler Pramuka di SMP Negeri 1 Turi.

"Bagi kami, mungkin anak-anak penduduk Turi, mereka familiar dengan lingkungan Turi, jadi bukan hal yang khusus," katanya.

Menurut dia, ada tujuh orang yang mendampingi saat kegiatan susur sungai. Mereka merupakan guru-guru di SMP Negeri 1 Turi.

Kegiatan susur sungai ini, lanjutnya, murni kegiatan SMP Negeri 1 Turi. Kegiatan Pramuka susur sungai merupakan program lama.

"Saya di sini kepala sekolah baru, baru 1,5 bulan, program-program ini melanjutkan yang lama. Semester kemarin sudah ada program seperti itu," katanya.

Tutik mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan susur sungai pada Jumat (21/2/2020). Sebab, para pendamping tidak memberikan laporan.

"Jujur, saya tidak mengetahui adanya program susur sungai di hari kemarin itu, mereka tidak matur (laporan). Karena mungkin menganggapnya anak-anak biasa, anak Turi susur sungai itu hal biasa," katanya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Dampak Corona di Bali, 17.000 Ribu Pekerja Dirumahkan dan 400 Kena PHK

Regional
Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Pemkot Salatiga Wacanakan Denda untuk Warga yang Tak Tertib Kenakan Masker

Regional
Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Pesan Pengemudi Ojol untuk Penumpang yang Menipunya Setelah Diantar dari Purwokerto ke Solo

Regional
Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Selama Pandemi Corona, Angka Kriminalitas di Makassar Menurun

Regional
Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Mengenal Astuti, Pos Polisi Digital untuk Mencegah Pertemuan Tatap Muka Saat Pandemi Corona

Regional
Hasil 'Rapid Test' 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Hasil "Rapid Test" 6 Karyawan Kahatex Reaktif, Wabup Sumedang Minta Buruh Dirumahkan

Regional
Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Tak Pakai Masker Saat Keluar Rumah, Warga Padang Didenda Sediakan 2 Masker

Regional
Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Pemprov Kaltara Minta Bantuan Pemerintah Pusat untuk Karantina TKI yang Pulang dari Malaysia

Regional
Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Seorang Siswa SMA Tasikmalaya Nekat Curi Mobil Mantan Kapolda Jabar

Regional
Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Lagi, PDP Corona yang Dirawat di RSUD Grobogan Meninggal Dunia

Regional
Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Corona, Pemprov NTB Kucurkan Rp 80 M

Antisipasi Dampak Sosial Ekonomi Corona, Pemprov NTB Kucurkan Rp 80 M

Regional
Buntut Ribuan Warga Alor Sambut Hamid Haan, Kapolda NTT Panggil Kapolres

Buntut Ribuan Warga Alor Sambut Hamid Haan, Kapolda NTT Panggil Kapolres

Regional
Terjadi Kerumunan Massa Saat Eva Yolanda LIDA Pulang Kampung, Berikut Ini Penjelasan Polisi

Terjadi Kerumunan Massa Saat Eva Yolanda LIDA Pulang Kampung, Berikut Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kala Pasien Positif Covid-19 Semangati Pasien Lansia di Ruang Isolasi

Kala Pasien Positif Covid-19 Semangati Pasien Lansia di Ruang Isolasi

Regional
Kesal Tak Mau Makan, Ibu di Muaraenim Aniaya Anak hingga Tewas, Begini Kronologinya

Kesal Tak Mau Makan, Ibu di Muaraenim Aniaya Anak hingga Tewas, Begini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X