Serahkan SK Perhutanan Sosial, Jokowi: Kalau Sudah Diberi Segera Manfaatkan

Kompas.com - 21/02/2020, 22:43 WIB
Presiden Jokowi menyerahkan secara simbolis SK Perhutanan Sosial kepada kelompok masyarakat di Tahura Sultan Syarif Kasim, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (21/2/2020). KOMPAS.COM/IDONPresiden Jokowi menyerahkan secara simbolis SK Perhutanan Sosial kepada kelompok masyarakat di Tahura Sultan Syarif Kasim, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak, Riau, Jumat (21/2/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyerahkan Surat Keputusan (SK) Perhutanan Sosial kepada masyarakat di Provinsi Riau, Jumat (21/2/2020).

SK Perhutanan Sosial diserahkan Jokowi kepada perwakilan kelompok masyarakat, bertempat di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Kasim di Kecamatan Minas, Kabupaten Siak.

Turut dihadiri Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Gubernur Riau, Syamsuar.

Sebanyak 41 SK yang diserahkan untuk 20.890 kepala keluarga di Riau, dengan total luas pengelolaan lahan mencapai 73.670 hektar.

Baca juga: Sabtu Besok, Jokowi Dijadwalkan Makan Bersama Ribuan Warga Aceh di Kenduri Kebangsaan

SK Perhutanan Sosial tersebut diterima oleh perwakilan kelompok masyarakat dari 9 kabupaten, masing-masing Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hulu Selatan, Rokan Hilir, Pelalawan, Kepulauan Meranti, Siak dan Kabupaten Bengkalis.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya titip pesan, kita ini memiliki di seluruh Indonesia 12,7 juta hektare. Yang sudah kita serahkan seperti ini 4 juta hektaer lebih sedikit," kata Jokowi dalam pidatonya.

Jokowi berpesan kepada masyarakat di Kabupaten Siak untuk menggunakan SK tersebut sebaik mungkin.

"Yang ingin saya sampaikan, kalau sudah diberi segera dimanfaatkan. Itu segera dijadikan barang yang produktif secara ekonomi. Jangan dibiarkan. Hati-hati, ini saya cek, saya ikuti," tegasnya.

Baca juga: Jokowi: GDP Kita Peringkat 16 Dunia Masih Mengeluh, Jangan Kufur Nikmat!

Jokowi menambahkan,  pengelolaan lahan harus memperhatikan lingkungan.

Jangan sampai pengelolaan hutan menjadi penyebab longsor.

"Hati-hati, harus ramah lingkungan. Dan saya juga menyampaikan, jangan sampai izinnya dipindahkan ke orang lain atau ditelantarkan," pesan Jokowi.

Saat menyampaikan pidato, Jokowi meminta tiga orang perwakilan kelompok masyarakat maju ke depan.

Masing-masing mereka diminta untuk menjelaskan pemanfaatan hutan sosial dan hutan adat yang telah dibuatkan SK tersebut. Ada yang rencananya menjadi tanaman produktif dan dijadikan ekowisata.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.