Cerita Ulus, Warga Tasikmalaya: Ingin Kembali Bekerja ke China Setelah Lolos Karantina Natuna

Kompas.com - 16/02/2020, 13:38 WIB
Ulus Rusdiana (33) warga Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, telah pulang di rumahnya seusai pemulangan karantina di Natuna pasca evakuasi WNI akibat merebak virus Corona di Wuhan, China, Minggu (16/2/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAUlus Rusdiana (33) warga Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, telah pulang di rumahnya seusai pemulangan karantina di Natuna pasca evakuasi WNI akibat merebak virus Corona di Wuhan, China, Minggu (16/2/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Ulus Rusdiana (33), warga Kampung Menol Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan salah satu dari ratusan peserta observasi di Natuna usai proses evakuasi WNI karena merebaknya virus Corona di Wuhan, China.

Seusai pemulangan seluruh peserta karantina Natuna pada Sabtu (15/2/2020) kemarin, Ulus mengaku ingin secepatnya kembali ke Wuhan, China apabila statusnya dinyatakan telah aman oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Soalnya, Ulus mengaku memiliki tanggung jawab pekerjaan selama ini sebagai salah satu karyawan di perusahaan elektronik Snizer Electronic di Wuhan, China.

Baca juga: Pulang dari Karantina Natuna, Mahasiswa Asal Sulsel Ini Masih Ingin Lanjutkan Kuliah di China

"Saya berterimakasih kepada Pak Jokowi, kepada Pemerintah Indonesia telah evakuasi saya ke Indonesia karena di sana bahaya virus corona," jelas Ulus saat dimintai keterangan di rumah orang tuanya, Minggu (16/2/2020) pagi.

"Tapi, saya juga punya tanggungjawab pekerjaan di sana, saya pasti ingin secepatnya pulang ke Wuhan lagi kalau statusnya sudah aman." 

Baca juga: Satu warga Tasikmalaya Usai Dikarantina di Natuna, Kades Sebut Anugerah Besar Bisa Selamat

 

Tak ada penjemputan khusus dari Pemkab Tasikmalaya

Tepat pukul 13.15 sebagian WNI yang telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Hangggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) diterbangkan ke Jakarta. Hal ini juga merupakan tanda berakhirnya masa observasi dan karantina yang dilakukan pemerintah pusat terhadap WNI dari Wuhan, Sabtu (15/2/2020).KOMPAS.COM/HADI MAULANA Tepat pukul 13.15 sebagian WNI yang telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Hangggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) diterbangkan ke Jakarta. Hal ini juga merupakan tanda berakhirnya masa observasi dan karantina yang dilakukan pemerintah pusat terhadap WNI dari Wuhan, Sabtu (15/2/2020).
Ulus mengaku dirinya baru tiba di rumah orang tuanya di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (16/2/2020) dini hari tadi.

Selama kepulangannya di Tasikmalaya, Ulus mengaku tak pernah ada penjemputan khusus dari Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

"Tidak ada penjemputan khusus oleh pemda di sini. Saya seperti pulang biasa saja tadi jam satu subuh saya tiba rumah. Saya perasaan biasa saja, kalau keluarga saya senang semua karena saya sehat," ujar Ulus sembari mengaku baru bangun tidur kepada awak media yang menunggunya sejak pagi tadi.

Baca juga: Usai Karantina di Natuna, 3 Mahasiswa NTB Tiba di Lombok

Selama ini para tetangga Ulus, menerima seperti biasa kepulangannya ke kampung halaman.

Meskipun sebelumnya sempat ikut khawatir kalau dirinya akan terkena dan menyebarkan virus Corona di lingkungan tempat tinggalnya.

"Saya memang komunikasi saat di Wuhan tiap hari dengan keluarga, dan memastikan saya baik-baik saja di sana saat itu. Namun, karena ada proses evakuasi oleh Indonesia di Wuhan, saya minta izin ke perusahaan saya, dan saya diizinkan pulang dulu ke Indonesia," ujar Ulus.

Baca juga: Pertemuan Haru Nenek dan Cucu Sepulang dari Karantina di Natuna

 

Selama di Wuhan ikuti arahan pemerintah RI

Ulus Rusdiana (33) warga Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, telah pulang di rumahnya seusai pemulangan karantina di Natuna pasca evakuasi WNI akibat merebak virus Corona di Wuhan, China, Minggu (16/2/2020).KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHA Ulus Rusdiana (33) warga Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, telah pulang di rumahnya seusai pemulangan karantina di Natuna pasca evakuasi WNI akibat merebak virus Corona di Wuhan, China, Minggu (16/2/2020).
Sebelum mengikuti proses observasi selama 14 hari di Natuna pasca evakuasi WNI di Wuhan, lanjut Ulus, dirinya terus mengikuti arahan KBRI di China terkait merebaknya virus Corona.

Sehingga dirinya pun saat akan dibawa ke Indonesia dinyatakan sehat bersama ratusan WNI lainnya.

"Kalau saya gak apa-apa seperti saat liburan saja, gak ada yang khusus. Saya sehat dan tak perlu dikhawatirkan. Keluarga saya yang sangat bahagia melihat saya," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, warga sekitar rumah Ulus, baru mengetahui kalau ada WNI asal Kabupaten Tasikmalaya yang dikarantina selama ini dan mereka khawatir terjadi penyebaran virus Corona.

Baca juga: Natuna Jadi Lokasi Observasi, Pemerintah Janji Akan Tingkatkan Perekonomian Masyarakat di Sana

Namun, sebagian besar warga di lingkungan Ulus, akan menerima warganya tersebut dan menyerahkan penanganan virus coronanya sebagai tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

"Saya baru hari kemarin mendapatkan informasi dari Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya bahwa ada warga Cipatujah yang dikarantina di Natuna usai evakuasi WNI di Wuhan China," jelas Kepala Desa Tobongjaya, Dedi Rohmatandi, saat dimintai keterangan di kantornya, Sabtu (15/2/2020) kemarin.

"Ulus Rusdiana namanya dan akan dipulangkan katanya hari ini. Ini sebagai anugerah terbesar yang diberikan karena bisa selamat, sehat dan bebas dari virus corona."

Baca juga: Observasi WNI Berhasil, Kemendagri Apresiasi Pemkab dan Masyarakat Natuna

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Klarifikasi soal Hoaks, KPU Ogan Ilir Pastikan Calon Petahana Masih Didiskualifikasi

Regional
Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Anggota DPRD Jeneponto Dibacok, Berawal dari Masalah Knalpot Bising

Regional
Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Usai Bertemu Calon Suami, Perempuan Ini Kehilangan Indra Penciuman, Ternyata Kena Corona

Regional
Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Detik-detik Perwira Polisi Ditangkap Bawa 16 Kg Sabu, Sempat Diberondong Tembakan agar Menyerah

Regional
Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Awalnya untuk Usir Kebosanan, Kini Usaha Sofa Botol Plastik Andi Bisa Raup Jutaan Rupiah

Regional
Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Mayat Wanita Pekerja Kafe Ditemukan di Kolam Penangkaran Buaya, Ini Dugaan Polisi

Regional
Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Seorang Perwira Polisi di Pekanbaru Ditangkap karena Edarkan Sabu

Regional
Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Viral, Detik-detik Polisi Tangkap Pengedar Narkoba, Diwarnai Kejar-kejaran Mobil dan Suara Tembakan

Regional
Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Covid-19 Klaim 70 Persen Warga Banten Patuh Protokol Kesehatan

Regional
Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Kandang Ayam Kebakaran, 40.000 Ekor Ayam Hangus Terbakar

Regional
Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Banyak Layangan Dimainkan di Sekitar Bandara, Salah Satunya Tersangkut di Pesawat

Regional
Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Libur Panjang Akhir Oktober, 6 Kawasan Wisata di Jateng Dijaga Ketat

Regional
Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Pesan Terakhir Wali Kota Tasikmalaya untuk Warganya Sebelum Ditahan KPK

Regional
Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Fransiska Ditemukan Tewas di Kolam Penangkaran Buaya, Tangannya Diikat Lakban

Regional
Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Sederet Fakta Oknum Polisi dan TNI Jadi Pemasok Senjata Api KKB di Papua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X