Satu warga Tasikmalaya Usai Dikarantina di Natuna, Kades Sebut Anugerah Besar Bisa Selamat

Kompas.com - 16/02/2020, 11:16 WIB
Tepat pukul 13.15 sebagian WNI yang telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Hangggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) diterbangkan ke Jakarta. Hal ini juga merupakan tanda berakhirnya masa observasi dan karantina yang dilakukan pemerintah pusat terhadap WNI dari Wuhan, Sabtu (15/2/2020). KOMPAS.COM/HADI MAULANATepat pukul 13.15 sebagian WNI yang telah menjalani masa karantina selama 14 hari di Hangggar Lanud Raden Sadjad Ranai, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau (Kepri) diterbangkan ke Jakarta. Hal ini juga merupakan tanda berakhirnya masa observasi dan karantina yang dilakukan pemerintah pusat terhadap WNI dari Wuhan, Sabtu (15/2/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Ulus Rusdiana (33), warga Kampung Menol Desa Tobongjaya Kecamatan Cipatujah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, merupakan salah satu Warga Negara Indonesia (WNI) yang dikarantina di Natuna seusai penjemputan bersama ratusan orang lainnya oleh pemerintah di Wuhan, China.

Warga sekitar rumah Ulus, baru mengetahui kalau ada WNI asal Kabupaten Tasikmalaya yang dikarantina selama ini dan mereka khawatir terjadi penyebaran virus corona.

Namun, sebagian besar warga di lingkungan Ulus, akan menerima warganya tersebut dan menyerahkan penanganan virus coronanya sebagai tanggungjawab Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Kepala Desa Tobongjaya, Dedi Rohmatandi, saat dimintai keterangan di kantornya, Sabtu (15/2/2020), mengaku baru pada Jumat (14/2/2020) mendapatkan informasi dari Dinas Sosial Kabupaten Tasikmalaya bahwa ada warga Cipatujah yang dikarantina di Natuna usai evakuasi WNI di Wuhan China.

"Ulus Rusdiana namanya dan akan dipulangkan katanya hari ini. Ini sebagai anugerah terbesar yang diberikan karena bisa selamat, sehat dan bebas dari virus Corona," jelas Dedi. 

Baca juga: Pertemuan Haru Nenek dan Cucu Sepulang dari Karantina di Natuna

Sampai saat ini, Dedi belum menerima lagi informasi lanjutan dari pemerintah daerah terkait jadwal kepulangan salah seorang warganya tersebut.

Ulus selama ini memang dikenal oleh warga sekitar telah bekerja belasan tahun pada salah satu perusahaan di China.

Namun, pihaknya tak mengetahui kalau warganya tersebut masuk dalam daftar proses evakuasi WNI pasca merebaknya Virus corona di Wuhan, China.

"Memang orangnya juga jarang pulang ke Cipatujah. Ulus diketahui telah menikah dan punya rumah sebagai tempat tinggalnya di Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya," tambah Dedi.

Proses kepulangan Ulus ke Tasikmalaya, lanjut Dedi, akan dipulangkan ke rumah orang tuanya di Kecamatan Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Masa Tenang Pilkada, Kepala Daerah di Jateng Diminta Tak Politisasi Program Pemerintah

Regional
Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Suami Pulang Mabuk, Wanita Ini Aniaya dengan Kapak hingga Tewas

Regional
Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Perjuangan Dokter Ririn Rawat Pasien Covid-19: Lihat Pasien Sembuh, Itu Sebuah Kepuasan...

Regional
Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Ada 74 Klaster Keluarga di Sleman Selama 2 Bulan Terakhir

Regional
Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Respons Pemkab Gresik Usai Video Keranda Jenazah Dihanyutkan Menyeberangi Sungai Viral

Regional
Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Ada Siswa Positif Covid-19, Rencana Sekolah Tatap Muka di Jateng Terancam Ditunda

Regional
Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Mobil Milik Seorang Dokter Tiba-tiba Terbakar di Parkiran RS Pekanbaru

Regional
Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Dirilis KPK sebagai Calon Wakil Kepala Daerah Terkaya, Muhidin: Alhamdulillah

Regional
Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Tertular dari Dosen, 48 Anak dan Pengurus Panti Asuhan Positif Covid-19

Regional
Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Keluarga Mengamuk dan Tolak Pemakaman Pasien Corona Sesuai Prosedur Covid-19

Regional
Pengemudi 'Speedboat' yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Pengemudi "Speedboat" yang Tabrakan di Musi Banyuasin Ditemukan Tewas

Regional
15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

15 ASN Pemkab Ponorogo Positif Covid-19

Regional
Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Intensitas Kegempaan Gunung Merapi Minggu Ini Lebih Rendah

Regional
Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Video Hoaks Aliran Lahar Dingin Gunung Semeru Beredar di Medsos

Regional
Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Tambah 3 Orang, Kini Ada 5 Anggota DPRD Lamongan Positif Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X