Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

Ganjar Pranowo Harapkan Stadion Manahan Jadi Tuan Rumah Piala Dunia U-20

Kompas.com - 16/02/2020, 11:31 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) saat bermain dalam pertandingan persahabatan Pemprov Jateng melawan Pemkot Solo dalam rangka peresmian Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (15/2/2020). DOK. Humas Pemprov JatengGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (kiri) saat bermain dalam pertandingan persahabatan Pemprov Jateng melawan Pemkot Solo dalam rangka peresmian Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (15/2/2020).

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengatakan, setelah direnovasi besar-besaran, dia berharap Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah segera ditetapkan sebagai salah satu stadion penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021.

Tidak lupa ia mengimbau kepada masyarakat untuk turut menjaga stadion berkapasitas 25.000 penonton dengan konsep single seat ini.

“Setelah direnovasi besar-besaran stadion Manahan Solo jadi megah. Mari kita jaga bersama stadion megah ini," kata Ganjar.

Hal itu dia katakan usai mengikuti peresmian Stadion Manahan yang dilakukan Presiden Joko WIdodo (Jokowi), Sabtu (15/2/2020).

Baca juga: Resmikan Stadion Manahan Solo, Jokowi Harap Bisa Digunakan untuk Piala Dunia U-20

Adapun, Jokowi sebelumnya menyebut stadion ini sebagai salah satu yang terbaik di tanah air dan menjadi salah satu kandidat penyelenggara Piala Dunia U-20 2021.

Setelah peresmian, digelar pertandingan persahabatan antara Persis Solo melawan Persib Bandung dalam rangka ulang tahun Pasoepati ke-20.

Pemprov Semarang vs Pemkot Solo

Sementara itu, sebelum dilakukannya peresmian oleh Jokowi, digelar pula pertandingan persahabatan antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Solo.

Ganjar yang hadir dalam peresmian pun turut beraksi bersama kesebelasan Pemprov Jateng.

Baca juga: Intip Layout Stadion Manahan Solo sebagai Venue Piala Dunia U20 2021

Turun mengenakan nomor punggung 1, Ganjar didapuk menjadi penyerang tengah dalam formasi 4-3-3. Seperti pertandingan tandang biasanya, Ganjar langsung mengejar bola usai kesebelasan Pemkot Solo memulai tendangan kick off.

Walaupun didera hujan deras, gubernur berambut putih tersebut tampak terus bersemangat. Beberapa kali Ganjar berhasil merebut dan menggocek bola melewati pemain yang berasal dari para pegawai Pemkot Solo.

Namun, tidak jarang pula dia gagal mengontrol dan kehilangan bola karena kondisi lapangan yang licin.

Baca juga: Stadion Manahan Solo Siap Jadi Venue Piala Dunia U-20, tapi...

Beberapa kali suporter pun memberi tepuk tangan melihat aksi Ganjar.

"Iya luka. Tadi terpeleset," kata Ganjar, sambil tertawa menunjukkan luka di lututnya.

Terkait permainan Pemkot Solo, Ganjar pun memuji mereka yang dia sebut sangat kompak. Bahkan, Ganjar mengacungkan jempol kepada mereka karena berhasil membobol gawang terlebih dahulu.

"Pemkot Solo mainnya hebat sekali. Permainannya rapat banget," kata Ganjar seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Baca juga: Ini Kondisi Stadion Manahan Solo Usai Renovasi

Pertandingan tersebut berlangsung dua kali 35 menit. Bermain sejak menit awal, Ganjar lantas ditarik keluar pada menit ke tujuh pada babak kedua.

Ganjar mengatakan, meski rajin berolahraga, baru kali ini ia bertanding sepakbola. Rasa lelahnya terobati dengan kebanggaan bisa merasakan langsung kemegahan stadion itu.

"Ambeganku kempis-kempis (napasku terengah-engah). Tapi stadionnya bagus. Wah, main di stadion baru luar biasa rasanya," katanya.

Baca juga: Jadi Calon Tuan Rumah Piala Dunia U-20, FIFA Inspeksi Stadion Manahan

Hingga peluit akhir dibunyikan, skor akhir 1-1 bertahan hingga pertandingan usai. Tidak ada yang menang ataupun kalah. 

Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya