Panitia Seleksi CPNS Batang Larang Peserta Tes Pakai Tali Pinggang, Sediakan Rafia sebagai Pengganti

Kompas.com - 12/02/2020, 10:45 WIB
Salah seorang peserta ujian SKD formasi CPNS Kabupaten Batang Jawa Tengah memakai tali rafia pengganti sabuk. Humas Pemkab Batang Jawa TengagSalah seorang peserta ujian SKD formasi CPNS Kabupaten Batang Jawa Tengah memakai tali rafia pengganti sabuk.

SEMARANG, KOMPAS.com -Panitia Seleksi calon pegawai negeri sipil ( CPNS) Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melarang peserta tes seleksi kemampuan dasar (SKD) menggunakan benda logam, termasuk tali pinggang.

Untuk mengganti tali pinggang di celana peserta seleksi CPNS, panitia menyediakan tali rafia.

"Pelarangan tersebut hanya sebagai antisipasi agar tidak disalahkan gunakan oleh peserta yang dapat mengganggu Konsentrasi jalannya tes, yang wajib dibawa ke ruang tes hanya KTP asli dan kartu tes asli," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Batang Supardi, Rabu (12/3/2020).

Baca juga: Update SKD CPNS 2019, Berikut Rincian Kelulusan Passing Grade Tiap Formasi

Selain itu, Panitia Seleksi CPNS Pemerintah Kabupaten Batang juga memisahkan peserta yang sedang hamil.

Para ibu yang sedang mengandung diberi ruangan khusus.

Pelaksanaan SKD CPNS Pemkab Batang berlangsung di Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang.

Baca juga: Peserta SKD CPNS di Gresik Diperiksa Ketat, 1 Orang Kedapatan Bawa Jimat

Ada 4.166 peserta yang dijadwalkan mengikuti SKD pada hari ini dan Kamis (13/2/2020).

"Peserta tes memiliki waktu 90 menit untuk mengerjakan 100 soal, dan peserta wajib masuk mengikuti peraturan yang ditetapkan oleh panitia seleksi yakni, memakai kemeja putih dan celana hitam," jelas Supardi.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Pandemi Corona, Terminal Tirtonadi Solo Data Pemudik dari Jabotabek

Regional
Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Tiga Bocah SD di Makassar Sumbang Uang Celengan untuk Beli APD Tenaga Medis

Regional
Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Bayi 4 Bulan yang Positif Covid-19 di Kulonprogo Dinyatakan Sembuh

Regional
Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Kronologi Sopir Ambulans Curi Masker Stok Puskesmas dan Dijual Rp 5 Juta Per Dus

Regional
Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Driver Ojol 59 Tahun Tertipu Antarkan Purwokerto-Solo, Penumpang Hanya Tinggalkan Sandal

Regional
Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Hasil Rapid Test, Seorang Dokter di Batang Terindikasi Positif Corona

Regional
Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Sinkhole Muncul di Gunungkidul, Seorang Petani Terperosok dalam Lubang

Regional
Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Satu PDP Corona dari Magetan Meninggal di RSUD Soedono Madiun

Regional
Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Pulang dari Jakarta, 8 Pemuda Aceh Besar Pilih Isolasi Diri di Hutan

Regional
Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Ditipu Bayaran Rp 700 Ribu, Driver Ojol Antar Penumpang Purwokerto-Solo Sejauh 230 Km

Regional
Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Hendak Tolong Ayah yang Jatuh ke Septic Tank, Ibu dan Anak Ikut Terperosok, Sekeluarga Tewas

Regional
Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Puluhan Rumah di Agam Terendam Banjir Setinggi 1,5 Meter, 163 Warga Dievakuasi

Regional
Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Macan Tutul yang Terjebak di Peternakan Ayam Sukabumi Mati di Taman Safari Indonesia

Regional
Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Dokter THT Berstatus PDP Corona di Makassar Meninggal, Diduga Terinfeksi dari Pasien

Regional
Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Imbas Corona, Ratusan Pekerja di Tegal Dirumahkan Tanpa Diberi Kompensasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X