Menyelisik Sejarah Chung Hua School Jember, Sekolah Arsitek RS Khusus Corona

Kompas.com - 11/02/2020, 10:07 WIB
Lokasi Chung Hua Scool yang sudah menjadi kawasan pertokoan mutiara di Jalan Diponegoro Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember KOMPAS.COM/BAGUS SUPRIADILokasi Chung Hua Scool yang sudah menjadi kawasan pertokoan mutiara di Jalan Diponegoro Kecamatan Kaliwates Kabupaten Jember

JEMBER, KOMPAS.com - Arsitek Rumah Sakit khusus penanganan pasien virus corona di China, Huang Xiqiu, pernah bersekolah di Chung Hua School di Jalan Diponegoro, Jember.

Kawasan Chung Hua School di Jalan Diponegoro, Jember, itu telah berubah menjadi pusat pertokoan Mutiara.

Ketika Kompas.com mendatangi bangunan yang dulu Chung Hua School, tak ada tanda-tanda tempat tersebut merupakan sekolah.

Bangunan itu telah berubah menjadi kawasan rumah toko yang didominasi toko elektronik. Beberapa pemilik toko juga tak mengetahui sejarah bangunan itu.

Baca juga: Huang Xiqiu, Arsitek Indonesia Perancang Rumah Sakit Corona China

Sejarawan dari Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jember Retno Winarni mengatakan, berbagai sekolah muncul di Jember pada 1900. Masa itu, banyak lembaga pendidikan berdasarkan etnis.

“Pada dekade tersebut, di Jember didirikan sekolah swata China yang diperuntukkan bagi anak-anak Tionghoa,” kata Retno dalam keterangan tertulis untuk Kompas.com, Selasa (11/2/2020).

Chung Hua School merupakan sekolah Tionghoa terbesar yang berada di bawah naungan Tionghoa Hwee Koan (THHK). Sekolah itu menggunakan kurikulum berbeda dengan sekolah Belanda.

“Karena mengacu pada kurikulum sekolah Tiongkok,” jelas dia.

Chung Hua School, kata Retno, menyediakan pendidikan taman kanak-kanak (Yu Er Yen), pendidikan sekolah rendah (Siao Xie) hingga sekolah menengah pertama (Chung Xie). Sekolah THHK di Jember tersebar di berbagai kecamatan. Mulai Kecamatan Rambipuji, Jenggawah, Tanggul, Balung, Kencong, Jelbuk, dan Arjasa.

Chung Hua School pada Zaman Hindia Belanda

Chung Hua School didirikan oleh lima orang Tiong Hoa keturunan pada 13 Mei 1911. Mereka adalah Shu Zhang Pu, Yan Shou Nan, Ceng You Yi, Weng Wen Shu, dan Wen Yuan Rong.

Saat pertama kali didirikan, sekolah ini bertempat di rumah sewa sederhana di jalan Lanasan kawasan Kampung Tengah, sekarang Jalan Diponegoro.

Chung Hua School berorientasi pada negeri China sehingga terpampang lambang-lambang Republik China di sekolah ini.

Pada masa akhir pemerintahan Hindia Belanda hingga masa pendudukan Jepang Chung Hua School hanya menyediakan jenjang pendidikan Yu Er Yen (taman kanak-kanak) dan Siao Xie (sekolah rendah).

Baca juga: 5 Fakta Sosok Arsitek RS Corona Kelahiran Jember, Pernah Jadi Ketua OSIS, Sedikit Bicara Banyak Bekerja

Pendirian Chung Hua School bertujuan memenuhi kebutuhan anak-anak Tionghoa keturunan. Terutama mereka yang berorientasi pada tanah leluhur, yang pada masa itu mengalami euphoria menjelang lahirnya Republik Tiongkok.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Kembali Gelar Bubos, Jabar Targetkan 127.000 Warga Dapat Takjil Buka Puasa

Regional
Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Jayakan Kembali Kota Lama Kesawan, Walkot Bobby Gandeng BPK2L Semarang

Regional
Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X