Hujan Reda, Banjir di 4 Kecamatan di Kalsel Mulai Surut

Kompas.com - 10/02/2020, 15:33 WIB
Petugas BPBD Tabalong berusaha menerobos banjir menggunakan ban untuk mencari warga yang hendak di evakuasi akibat banjir yang melanda 4 kecamatan di Kabupaten Tabalong, Kalsel, Minggu (9/2/2020). BPBD TabalongPetugas BPBD Tabalong berusaha menerobos banjir menggunakan ban untuk mencari warga yang hendak di evakuasi akibat banjir yang melanda 4 kecamatan di Kabupaten Tabalong, Kalsel, Minggu (9/2/2020).

TANJUNG, KOMPAS.com - Banjir yang merendam empat kecamatan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan ( Kalsel) berangsur-angsur surut, Senin (10/2/2020).

Surutnya banjir juga disebabkan hujan yang berhenti mengguyur empat kecamatan tersebut. 

Kepala Basarnas Banjarmasin Sunarto mengatakan, hampir semua wilayah yang sebelumnya terdampak banjir kini telah surut.

"Tadi pagi kami dapat laporan dari tim yang dilapangan, air sudah mulai surut di hampir semua wilayah," ujar Sunarto saat dihubungi, Senin.

Baca juga: Perbaiki Kipas Angin Saat Rumah Tergenang Banjir, Bapak dan Anak Tewas Kesetrum

Sunarto menyampaikan, petugas Basarnas Banjarmasin tidak lagi mengevakuasi warga.

Seluruh petugas sudah kembali ke posko untuk bersiaga sewaktu-sewaktu air kembali naik.

"Tim semua kembali ke tempat masing-masing untuk siaga on call, kalau memang ada kondisi yang mengkhawatirkan akan ditindaklanjuti kembali," jelasnya.

Dari pantaun petugas Basarnas di lokasi, sebagian pengungsi sudah kembali ke rumah masing-masing.

Namun, tak sedikit yang masih bertahan karena khawatir banjir kembali melanda.

"Sebagian yang sudah surut mereka sudah ada yang kembali, namun sebagian besar belum karena air masih menggenangi rumah mereka sekitar 30 senti," katanya.

Diberitakan sebelumnya, empat kecamatan di Kabupaten Tabalong, Kalsel, terendam banjir disebabkan tingginya curah hujan sejak empat hari terakhir.

Baca juga: Ratusan Korban Banjir di Kalsel Dievakuasi, Termasuk Seorang Ibu Hamil

Banjir semakin parah setelah Sungai Tabalong meluap dan menghanyutkan lima rumah bedakan yang dihuni tiga keluarga.

Data yang diterima dari BPBD Tabalong, ada ribuan rumah yang terdampak banjir dan memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Persiapan Piala Dunia U-20, Pemkot Solo Cari Lokasi Pemindahan PKL Manahan

Persiapan Piala Dunia U-20, Pemkot Solo Cari Lokasi Pemindahan PKL Manahan

Regional
Kasus Guru SD Tewas dalam Ember, Rekan Kantor Curiga Korban 3 Hari Tak Masuk Kerja

Kasus Guru SD Tewas dalam Ember, Rekan Kantor Curiga Korban 3 Hari Tak Masuk Kerja

Regional
Viral Video Polisi Lepaskan Tembakan di Tengah Jalan Seperti di Film, Ini Penjelasan Kapolres Ogan Ilir

Viral Video Polisi Lepaskan Tembakan di Tengah Jalan Seperti di Film, Ini Penjelasan Kapolres Ogan Ilir

Regional
Guru SD Dibunuh Tetangga, Polisi: Pelaku Sering Mengintip Korban Saat Mandi

Guru SD Dibunuh Tetangga, Polisi: Pelaku Sering Mengintip Korban Saat Mandi

Regional
Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Alasan Bawaslu Jember Belum Periksa 26 Penyelenggara yang Diduga Dukung Paslon Independen

Regional
Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Keluarga Guru SD yang Tewas dalam Ember: Kalau Bisa, Nyawa Dibayar Nyawa...

Regional
Balita 2 Tahun, Anak Bidan di Sinjai, Terinfeksi Covid-19

Balita 2 Tahun, Anak Bidan di Sinjai, Terinfeksi Covid-19

Regional
BNPB Nilai Warga Lereng Merapi di Sleman Sudah Tangguh Bencana

BNPB Nilai Warga Lereng Merapi di Sleman Sudah Tangguh Bencana

Regional
Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Kesaksian Tetangga Temukan Guru SD Tewas dalam Ember: Saya Tidak Kuat Melihat Jenazahnya..

Regional
Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Kasus Positif Corona Jabar Pecah Rekor, Bertambah 962 Orang dalam Sehari

Regional
Lima Burung Langka Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Lima Burung Langka Serindit Melayu Gagal Diselundupkan ke Jakarta

Regional
Wali Kota Magelang Bertemu Ganjar Pranowo Bahas Aset Eks Mako Akabri

Wali Kota Magelang Bertemu Ganjar Pranowo Bahas Aset Eks Mako Akabri

Regional
Kisah Pilu Elisa, Ditandu untuk Berobat, Tewas Saat Jembatan yang Dilalui Putus

Kisah Pilu Elisa, Ditandu untuk Berobat, Tewas Saat Jembatan yang Dilalui Putus

Regional
Gara-gara Mandi di Depan Rumah, Gadis 16 Tahun Hampir Diperkosa Tetangga

Gara-gara Mandi di Depan Rumah, Gadis 16 Tahun Hampir Diperkosa Tetangga

Regional
Tak Punya Riwayat Penyakit Lain, Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

Tak Punya Riwayat Penyakit Lain, Mantan Wakil Wali Kota Padang Panjang Sembuh dari Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X